Kenali Penyakit: Xeroftalmia

Apa itu Xeroftalmia?

Xeroftalmia, penyakit yang menyerang mata khususnya lapisan bening pada permukaan mata (kornea) karena kurangnya konsumsi vitamin A. Apabila penyakit ini tidak diobati segera, besar kemungkinan akan menyebabkan kebutaan. Dalam hal ini, WHO memperkirakan adanya 12 juta kasus kebutaan yang terjadi setiap menit di seluruh dunia. Dengan kasus di Indonesia pada tahun 1992 terjadi pada 20 juta balita usia 6 bulan sampai 5 tahun setengahmya menderita kekurangan vitamin A. Hingga saat ini pemerintah masih gencar memberikan penyuluhan dan juga pemberian suplemen vitamin A agar kasus kekurangan vitamin A bisa ditekan

Apa yang bisa menyebabkannya? Bagaimana tanda dan gejalanya?

Defisiensi vitamin A, yaitu ketika tubuh kita, khususnya mata kurang mendapatkan pasokan vitamin A dari apa yang kita konsumsi. Bila seseorang mengalami defisiensi vitamin A, gejala utama yang dirasakan dapat berupa melemahnya fungsi kekebalan tubuh, terjadi penghambatan khusunya pada pembentukan rangka, serta terjadinya keratinisasi. Dan gejala yang terjadi pada mata dapat diketahui dengan berkurangnya daya adaptasi, kemampuan mata untuk menyesuaikan pada keadaan redup. Dan jika tidak ada penanganan lanjut, dapat terjadi kering dan mengerasnya sel sel kornea yang berujung pada hancurnya kornea mata sehingga menjadi kebutaan (keratomalasia). Pada awal terjadinya xeroftalamia, penderita akan mengalami mata kering ditambah dengan mata yang terasa gatal, mata memerah, sensitif terhadap cahaya, adanya rabun senja, dan mata menjadi kabur

Bagaimana pengobatannya?

Apabila dirasakan gejala seperti di atas, segera pergi ke dokter atau apotek untuk diberikan suplemen vitamin A. ini untuk penanganan pertama dan agar mencegah hal hal yang tidak diinginkan. Tidak hanya suplemen vitamin A, pasien harus juga menjaga pola makan nutrisinya. Bisa dengan mengonsumsi makanan hewani seperti ayam,telur, keju, susu. Juga dengan makanan nabati seperti sayuran, wortel, buah buahan.Apabila pasien mengeluhkan xeroftalmia dan saat diperiksa dokter ternyata korneanya sudah rusak, maka pasien akan diberikan antibiotik untuk pencegahan infeksi lanjutan. Jika diperlukan, maka mata pasien akan ditutup sampai lukanya benar benar sembuh. Tak hanya mengatur apa yang kita konsumsi saat kita telah terserang sebuah penyakit. Alangkah baikmya jika kita selalu menjaga pola makan dan aktivitas kita pada pola yang benar, sehingga diharapkan kecil kemungkinan kita terserang sesuatu yang membahayakan bagi tubuh kita.

Daftar Pustaka

Panduan tatalaksana Xeroftalmia Indonesia.2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online