Kenali Penyakit: Vaginitis

Definisi

Berdasarkan KBBI, vaginitis adalah radang vagina. Menurut sumber lain, vaginitis atau yang biasa disebut vulvovaginitis adalah inflamasi atau infeksi pada vagina. Peradangan ini juga bisa terjadi pada bagian vulva yang berada pada bagian eksternal dari genitalia perempuan. Vaginutus bisa menyebabkan penyakit lain , yaitu gatal, nyeri, keputihan dan bau

Vaginitis termasuk penyakit yang umum , terutama pada perempuan yang sedang dalam masa reproduksi. Hal ini biasanya terjadi ketika pada bagian tubuh tersebut terdapat ketiakseimbangan bakteri atau jamur yang ditemukan pada vagina. Vaginitis terdapat beberapa jenis, beberapa penyebab , gejala dan juga tatalaksananya.

Penyebab

Seperti yang sudah dijelaskan diatas, peradangan pada daerah genitalia ini terjadi ketika bakteri baik tidak seimbang jumlahnya dengan bakteri jahat yang ada di bagian tubuh tersebut. Bakteri yang biasanya menginfeksi perempuan usia reproduksi (15-44), adalah bakteri vaginosis (BV). Beberapa hal yang biasa menyebabkan tidak seimbangnya jumlah bakteri tersebut adalah, karena seseorang mengonsumsi antibiotik, penggunaan intrauterine device (IUD), tidak menggunakan pengaman saat melakukan aktivitas seksual dengan pasangan atau terlalu sering melakukan aktivitas seksual.

Selain diakibatkan oleh infeksi bakteri vaginosis (BV), vaginitis juga bisa disebabkan oleh tumbuhnya jamur candida. Candida adalah nama ilmiah untuk ragi. Jamur banyak hidup di bagian tubuh manusia. Pertumbuhan jamur yang terlalu banyak atau tidak terkendala biasanya disebabkan karena, seringnya mengonsumsi antibiotic, sedang hamil, penderita diabetes, dll

Beberapa penyebab lainnya karena infeksi parasite trichomoniasis. Alergi atau sensitive terhadap beberapa produk juga bisa mengakibatkan peradangan, contohnya, menggunakan semprotan di bagian vagina, alergi terhadap sabun, detergen, juga pelembut kain. Alergi terhadap penggunaan bahan-bahan ini dapet menyebabkan rasa terbakar, gatal dan mengeluarkan cairan. Perubahan hormonal bisa juga menjadi salah satu penyebab ini.

Gejala

Gejala vaginitis yang dialami biasanya tergantung dengan penyebab infeksi itu sendiri, apabila penyebabnya karena tidak seimbangnya junlah bakteri bakteri vaginosis (BV) biasanya tidak menimbulkan gejala. Apabila ada gejala, mungkin ada bau, seperti bau seperti ikan yang kuat, terutama setelah berhubungan seks.

Jika terinfeksi jamur, akan muncul cairan putih kental yang keluar dari vagina, bentuknya keju cottage. Biasanya cairannya bisa cair atau terkadang tidak berbau. Vagina yang terinfeksi jamur biasanya mengalami gatal dan kemerahan. Apabila terinfeksi trichomonas, baisanya gejalanya vagina akan mengeluarkan lendir berwarna abu-kehijuan dan berbau tidak sedap

Pengobatan

Untuk pengobatan, penderita infeksi akibat BV bisa dionati dengan antibiotik yang berupa pil telan kemudian cream gel yang dioleskan pada vagina. Saat melakukan pengobatan ini, disarankan untuk menggunakan condom selama melakukan aktivitas seksual. Apabila infeksinya disebabkan oleh infeksi jamur, pengobatannya bisa menggunakan cream atau obat yang dimasukan ke dalam, tetapi pastikan bahwa infeksi yang dialami disebabkan oleh infeksi jamur. Pengobatan untuk infeksi trichomoniasis biasanya menggunakan single dose antibiotik, penderita dan pasangan nya harus menjalani treatment yang sama untuk mencegah penyebaran kembali.

Pencegahan

  1. Jangan menggunakan semprotan vagina
  2. Gunakan kondom lateks saat berhubungan seks. Jika Anda atau pasangan alergi terhadap lateks, dapat menggunakan kondom poliuretan.
  3. Hindari pakaian yang tahan panas dan lembab
  4. Pakai celana dalam yang berbahan katun

Daftar Pustaka

U.S Dept. of Health. 2016. Vaginitis. Medline : U.S. National Library of Medicine

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online