Kenali Penyakit: Ulkus Pada Tungkai

Definisi

Ulkus biasa disebut dengan borok berupa luka terbuka yang sulit untuk disembuhkan dan suka kambuh. Sedangkan ulkus pada tungkai merupakan luka terbuka yang berada pada bagian superfisial (permukaan)  kulit tungkai/kaki. Ulkus pada tungkai ini juga diartikan sebagai penyakit kelainan pada kulit kaki/tungkai yang disebabkan oleh pembuluh arteri, pembuluh vena, pembuluh kapiler, dan pembuluh limfe yang mengalami kerusakan. Jika tidak segera diobati ulkus pada tungkai akan semakin melebar dan mendalam lukanya.

Penyebab Ulkus pada Tungkai

Penyebab umum ulkus pada tungkai :

Adanya trauma luka terbuka, kebersihan tubuh yang buruk, kurangnya asupan gizi, pembuluh darah yang terganggu, gangguan pembekuan darah, pada penderita kusta dan DM disebabkan oleh saraf perifer yang mengalami kerusakan, dan pembuluh darah yang rusak akibat hipertensi

Berdasarkan penyebab secara spesifik ulkus pada tungkai dibagi menjadi 4 jenis, yaitu sebagai berikut :

  • Ulkus Tropikum : Disebabkan oleh infeksi bakteri, terjadinya trauma yang menyebabkan luka terbuka yang membusuk, kebersihan tubuh yang buruk,  serta kurangnya asupan gizi.
  • Ulkus Varikosum : Disebabkan oleh kelainan-kelainan yang ada pada pembuluh darah, salah satu contohnya adalah katup vena yang mengalami kelainan akibat adanya bendungan darah pada daerah tertentu yang lama kelamaan akan menyebabkan aliran darah menuju kulit tak lancar sehingga kulit mengalami kerusakan atau pembusukan. Atau bisa juga dikarenakan oleh seringnya melakukan pekerjaan yang mengharuskan tubuh berdiri dalam waktu yang lama.
  • Ulkus Arteriosum : Ulkus yang diakibatkan oleh atheroma sehingga mengakibatkan kelainan pada luka.
  • Ulkus Neurotrofik : Disebabkan oleh kulit yang sering mengalami tekanan maupun gesekan yang berakibat aliran darah sulit mengalir menuju kulit.

Gejala dan Tanda

Gejala dan tanda ulkus pada tungkai secara umum :

Pada awalnya luka terbuka pada kulit sekitarnya atau sekelilingnya akan mengalami kemerahan, kemudian saat disentuh akan hangat rasanya. Luka yang ada mengalami rasa perih, nyeri, dan juga gatal yang sangat mengganggu dan tidak biasa. Dan lama kelamaan luka tersebut membesar, melebar, mendalam sehingga membentuk suatu ulkus. Dimana ulkus ini akan mengeluarkan nanah ataupun darah. Nanah dan darah ini diartikan sebagai luka yang telah terinfeksi.

Secara spesifik gejala ulkus pada tungkai dibagi menjadi 4 jenis, yaitu sebagai berikut :

  • Ulkus Tropikum : berawal dari luka kecil yang berubah menjadi vesikel, kemudian vesikel pecah dan terbentuk ulkus yang terus-menerus melebar dan mendalam
  • Ulkus Varikosum : berawal dari pembengkakan kaki, dimana kaki gatal, panas, berdenyut, dan pegal. Ciri ulkus kemerahan hingga kecoklatan pada kulit sekitar ulkus yang memiliki pinggiran yang tidak beraturan. Kulit sekitar ulkus juga terlihat mengkilap
  • Ulkus Arteriosum : kulit terasa nyeri, berwarna kebiruan dan berubah menjadi hemoragik, ulkus dalam, sekitar ulkus kotor, jika tungkai digerakan akan semakin terasa nyeri, denyut nadi tidak terasa
  • Ulkus Neurotrofik : kulit sering mengalami tekanan, ulkus dalam, ulkus berbentuk lingkaran rapih, nyeri tidak terasa, biasanya bisa sampai ke tulang

Pencegahan

Hilangi kebiasaan merokok, jangan berada pada suhu yang dingin secara terus menerus, konsumsi makanan yang bernutrisi baik dan lengkap serta tinngi vitamin mineral, kurangi pekerjaan yang mengharuskan berdiri terlalu lama, jaga kebersihan diri dan jaga pola makan, dan jika terdapat luka bersihkan luka, jangan biarkan infeksi.

Pengobatan

  • Ulkus Tropikum : Penisilin, Tetrasiklin peroral 3 x 500 mg / hari, salep salisil 2%, dan dikompres dengan KMnO4
  • Ulkus Varikosum  : Seng Sulfat 2 x 200 mg / hari, dan dikompres dengan permanganas atau larutan perak nitrat 0,5% atau 0,25%
  • Ulkus Arteriosum : infeksi = antibiotic, bakteri = metronidazole, penghilang nyeri = analgetic, Benzoin Peroksida 10-20%, Seng oksida, dikompres dengan permanganas kalikus 1:5000, dan vasilen dioles pada sekitar ulkus
  • Ulkus Neurotrofik : hamper sama dengan ulkus lain cara pengobatannya Penisilin, Tetrasiklin peroral 3 x 500 mg / hari, salep salisil 2%, dan dikompres dengan KMnO4

Cara-cara diatas merupakan pengobatan yang biasa dilakukan pada masing-masing jenis ulkus yang berbeda, namum jika ulkus sudah terlalu melebar dan dalam, dan terjadi infeksi berat, serta membahayakan maka harus dilakukan tindakan operasi, dengan cara membersihkan dan membuang jaringan yang terkena infeksi dan telah mati. Biasanya dokter juga akan melakukan cangkok kulit untuk menutup bekas dari pengangkatan jaringan mati.

Daftar Pustaka

Clayton W, Elasy TA., 2009. A Review of The Pathophysiology, Classification, And Treatment of Foot Ulcers in Diabetic Patients. Clin Diabetes. 27(2): 52-58.

Djuanda, A., Hamzah, M., Aisah, S. 2007. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi ke-5. Jakarta : FKUI

Frykberg, R. G. 2002. Diabetic Foot Ulcers: Pathogenesis and Management. Americ Family Physician J. 66 (9):1655-22.

Sudirman, U. 2002. Ulkus Kulit dalam Ulkus Kulit. Ilmu Penyakit Kulit. Jakarta : Hipokrates

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online