Kenali Penyakit : Ulkus Kornea

Ulkus kornea adalah peradangan pada kornea yang menyebabkan sebagian permukaan kornea hilang akibat kematian jaringan. Pembentukan ulkus kornea dapat dideteksi dengan adanya kolagenase sel epitel dan inflamasi baru. Ulkus terbentuk oleh infiltrasi, suatu proses imun-reaktif dimana sel-sel dan cairan menumpuk di kornea.

Faktor Risiko

Pekerja yang tidak memakai kacamata pelindung, seperti buruh tani, buruh tambang, bagian peleburan logam, bagian pengelasan alat, dan pekerja pelayanan lebih rentan terkena trauma okular ulkus kornea. Selain itu, pria juga lebih berisiko dibandingkan wanita karena kaum pria umumnya bekerja di luar ruangan sehingga sering terpapar sinar ultraviolet.

Etiologi

  1. Infeksi
  2. Bakteri (38.85%). Infeksi bakteri pasien ulkus kornea disebabkan oleh Pseudomonas aeruginosa, Streptococcus pneumonia, Acinetobacter junii, dan spesies Moraxella.
  3. Jamur (40.65%). Infeksi jamur pasien ulkus kornea disebabkan oleh Aspergillus, Cephalosporium, Candida, Fusarium, dan spesies Mycosis fungoides.
  4. Virus. Infeksi virus pasien ulkus kornea disebabkan oleh Herpes simplex dan Varicella zoster.
  5. Acanthamoeba
  6. Non infeksi

Penyebab non infeksi dari ulkus kornea adalah defisiensi vitamin A, suhu atau radiasi, bahan kimia, obat-obatan, Sindrom Sjorgen, trauma, pajanan, dan neurotropik.

  • Sistem Imun (Reaksi Hipersensitivitas)

Manifestasi Klinis

  1. Gejala subjektif

Gejala subjektif yang dialami pasien ulkus kornea adalah pandangan kabur, terasa ada benda asing di mata, mata berair, photophobia, nyeri, eritema pada konjungtiva dan kelopak mata, sekret mukopurulen, dan bintik putih pada kornea.

  • Gejala objektif

Gejala subjektif yang dialami pasien ulkus kornea adalah injeksi siliar, sebagian jaringan kornea hilang dan terdapat infiltrat, serta hipopion.

Penatalaksanaan

Ulkus kornea merupakan cedera yang memerlukan tindakan cepat untuk menghindari kerusakan lebih lanjut pada kornea.

  1. Penatalaksanaan non medis
  2. Segera lepaskan lensa kontak setelah pemakaian
  3. Hindari menyentuh atau menggosok mata yang sedang meradang
  4. Rajin mencuci tangan dan mengeringkannya menggunakan handuk atau kain bersih untuk mencegah penyebaran infeksi
  5. Hindari asap rokok karena dapat memperpanjang proses penyembuhan
  6. Penatalaksanaan medis
  7. Antibiotik

Antibiotik harus diberikan sesuai dengan kuman penyebabnya. Pada pengobatan ulkus, penggunaan salep mata dilarang karena memperlambat penyembuhan dan menyebabkan erosi kornea. Contoh antibiotik untuk pengobatan ulkus kornea: Polimisin B 10.000 unit, Basitrasin 500 unit, Sulfonamide 10-30%, Eritromisin 0,5%, Tetrasiklin 10 mg, Kloramfenikol 10 mg, Neomisin 3,5-5 mg, Ciprofloksasin 3 mg, Tobramisin 3 mg, Gentamisin 3 mg, dan Ofloksasin 3 mg.

  • Anti jamur
  • Jamur berfilamen: Natamicin, topikal amphotericin B, Imidazol, Thiomerosal
  • Ragi (yeast): Amphotericin B, Natamicin, Imidazol, Micafungin 0,1% tetes mata
  • Actinomyces bukan jamur sejati: obat golongan sulfa, berbagai jenis antibiotik
  • Anti viral

Ulkus kornea akibat Herpes zoster diberikan steroid lokal untuk mengurangi gejala dan sikloplegik. Sedangkan, bila terdapat indikasi dan antiviral topika diberikan salep asiklovir 3% tiap 4 jam.

  • Anti Acanthamoeba
  • Sulfas atropin sebagai penghilang rasa sakit (sedatif), penurun tanda-tanda radang (dekongestif), dan penyebab paralisis M. siliaris dan M. konstriktor pupil.
  • Skopolamin sebagai pelebar pupil (midriatika).
  • Analgetik sebagai penghilang rasa sakit (sedatif).
  • Penatalaksanaan bedah
  • Flap Konjungtiva, bertujuan untuk mengembalikan integritas permukaan kornea yang rusak dan memberikan dukungan metabolik dan mekanis sebagai penyembuhan kornea.
  • Keratoplasti
  • Keratoplasti penetrans, yaitu penggantian seluruh kornea karena sel-sel endotel mati begitu cepat sehingga mata harus diangkat dan dibekukan segera setelah donor mati.
  • Keratoplasti lamelar, yaitu penggantian sebagian kornea dengan cara didehidrasi atau dibekukan dalam lemari es selama beberapa minggu.

Daftar Pustaka

Ahmed, S., dkk. 2010. Predisposing Factors and aetiologic Diagnosis of Infectious Corneal Ulcers. Dhaka: Bangahandhu Dheikh Mujib Medical University Dhaka and Depatement of Cornea, Islamia Eye Hospital. Hal. 29-30.

Farida, Yusi. 2015. Corneal Ulcers Treatment. J Majority; 4(1): 119-127.

Susila, Niti. 2016. Standar Pelayanan Medis Ilmu Kesehatan Mata FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar. Denpasar: Bagian Ilmu Kesehatan Mata FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online