Kenali Penyakit: Trauma Sendi

Trauma sendi (Joint Injuries) biasanya sering terjadi pada lutut, pergelangan tangan, pergelangan kaki, bahu dan siku. Trauma sendi ini bisa berupa sendi – sendi yang membengkak dan mengalami peradangan dan kemerahan sehingga ruang geraknya tidak bebas dan membatasi jangkauan pergerakannya. Trauma sendi sering disebabkan karena hal – hal  seperti kesalahan karena jatuh dari sepeda, kecelakaan mobil, terjatuh saat melakukan olahraga, dan sebagainya. Bentuk trauma ini dapat berupa keseleo, patah tulang, juga dislokasi.

Berikut adalah contoh trauma sendi yang umum terjadi misalnya seperti Ankle Sprain, Cedera otot Rotator cuff, Cedera Lutut, dan ACL Tear.

Gejala yang timbul akibat trauma sendi ini bermacam – macam. Contoh gejalanya adalah peradangan, kemerahan, kaku, terasa lemah, sendi tidak stabil dalam pergerakan, bengkak, dan rentang gerak berkurang.

Beberapa bentuk treatment untuk trauma sendi juga beragam. Menurut Millar (2014) bila sendi mengalami peradangan, pembengkakan, dan kemerahan, dapat ditangani dengan sebuah treatment yang umumnya dikenal sebagai PRICE, yaitu :

1. Protect (Perlindungan) : Proteksi ini dilakukan dengan mengurangi bagian tubuh yang mengalami cedera mengalami benturan. Contohnya bisa menggunakan ankle brace.

2. Rest (Istirahat) : Cara ini adalah dengan mengistirahatkan bagian tubuh yang mengalami cedera. Rentang waktu istirahat bisa dua sampai tiga hari untuk memberi waktu jaringan pulih dan cedera tidak bertambah.

3. Ice (Es) : Kompres bagian tubuh yang cedera menggunakan es untuk mengurangi pembengkakan dengan mengurangi aliran darah ke lokasi cedera. Cara ini dilakukan dengan membalut es dengan kain terlebih dahulu karena tidak boleh ada kontak langsung antara es dan kulit. Kompres dilakukan tidak lebih dari 20 menit.

4. Compression (Kompresi ) : Kompresi ini bertujuan untuk mengurangi pembengkakan pada bagian yang cedera dengan mengurangi aliran darah ke lokasi cedera. Kompresi bisa dilakukan dengan menggunankan elastic bandage.

5. Elevation (Elevasi) : Elevasi bertujuan agar area yang cedera lebih tinggi dari jantung dan darah tidak terkumpul di area yang cedera. Elevasi dapat dilakukan dengan menopang bagian tubuh yang cedera dengan suatu benda yang lebih tinggi.

Bentuk trauma sendi lain yang banyak dijumpai :

  • ACL Tear

Ligamentum cruciatum anterior (ACL) adalah ligament lutut yang paling sering mengalami cedera. Cedera ini biasanya terjadi saat berolahraga. Olahraga yang memerlukan memutar lutut biasanya menjadi penyebab cedera ACL. Kaki bisa menjadi bengkak dan terasa nyeri serta saat berjalan biasanya tidak nyaman. Kasus yang ringan dapat sembuh seiring waktu, namun bila terjadi kasus seperti ACL yang robek, diperlukan pembedahan.

  • Knee Injuries

Nyeri lutut atau knee injuries dapat disebabkan karena trauma, degenerasi, juga  radang sendi. Contoh kasus yang paling sering terjadi adalah sindrom patellofemoral. Untuk kasus yang ringan. nyeri lutut ini dapat ditangani dengan istirahat dan es tetapi cedera yang lebih serius memerlukan perawatan bedah.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Eamonn Delahunt, in A Comprehensive Guide to Sports Physiology and Injury Management, 2020
  2. Dennis M. Marchiori, in Clinical Imaging (Third Edition), 2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online