Kenali Penyakit: Trakeitis

  1. DEFINISI

Trakeitis adalah peradangan trakea yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini berupa infeksi pada subglotis dan bisa terjadi obstruksi jalan napas, trakeitis berpotensi mengancam jiwa. Trakeitis paling serius terjadi pada anak-anak, hal ini dikarenakan ukuran saluran napas yang relatif kecil sehingga mudah terjadi penyempitan oleh pembengkakan. Trakeitis bakteri diyakini berasal dari superinfeksi bakteri yang didahului infeksi saluran pernapasan atas oleh virus. Trakeitis bakterial sangat jarang terjadi. Terutama terjadi pada anak berusia 6 bulan sampai 8 tahun (rata-rata di usia 5 tahun). Namun tidak menutup kemungkinan trakeitis dapat terjadi pada orang dewasa.

  • PENYEBAB

Trakeitis paling umum disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus, Haemophillus influenzae, Streptococcus a-hemolitik, dan Streptococcus pyogenes. Organisme gram negatif jarang ditemukan, namun pada beberapa kasus didapatkan spesies Pseudomonas dan Klebsiella. Kemudian diyakini secara luas bahwa trakeitis dapat merupakan superinfeksi bakteri tracheobronchitis virus yang paling umum disebabkan oleh influenza, parainfluenza, atau virus pernapasan syncytial.

  • GEJALA

Tanda utama pasien trakeitis adalah batuk, berupa batuk kering yang dominan terjadi di malam hari, batuk terkadang dengan dahak. Kemudian seringkali disertai rasa nyeri di sekitar sternum (dada). Selain gejala tersebut terkadang pasien trakeitis juga mengalami gejala sebagai berikut

  • Demam tinggi di atas 39o C namun pada orang dewasa jarang di atas 38o C, tidak seperti anak-anak. Ditambah lemas dan sakit kepala
  • Batuk yang terdengar “croupy”
  • Sulit bernapas
  • Stridor saat menghirup
  • Bibir biru (tanda sianosis atau kadar oksigen rendah), jika kemampuan napas memburuk.

Dalam penegakan diagnosis, sering diragukan antara trakeitis dengan pneumonia. Jika dibutuhkan, dapat dilakukan rontgen thorax dan pemeriksaan bronskopis.

  • TATALAKSANA

Pada pasien trakeitis bakteri, hal pertama yang harus diperhatikan adalah menjaga jalan saluran napas. Jika terdapat gejala obstruksi jalan napas terutama pada anak sebaiknya dirawat di unit perawatan intensif. Jika dibutuhkan akan dilakukan pemasangan tabung endotrakeal ke dalam trakea untuk membantu pernapasan, prosedur ini disebut intubasi. Setelah tabung diposisikan, dihubungkan dengan ventilator, Tindakan ini dapat membantu meningkatkan fungsi paru saat pulih dari infeksi. Pasien juga akan diberi antibiotik yang mencakup gram negatif dan gram positif seperti amoxcilin/asam klavulanat, cefuroxime dan ampisilin yang ditambah sulbactam.

  • DAFTAR PUSTAKA

Connie Y. Kuo, MD, Sanjay R. Parikh, MD. Bacterial Tracheitis. Department of Otolaryngology, Seattle Children’s Hospital. Pediatrics in Review 2014 Nov;35(11):497-9.doi: 10.1542/pir.35-11-497.

Ian Michael Balfour-Lynn BSC, MBBS, MD, FRCP, FRCS(Ed), Marie Wright MBChB, MRCPCH. Acute Infections That Produce Upper Airway Obstruction. Kendig’s Disorders of the Respiratory Tract in Children (Ninth Edition), 2019.

M. Blot, P. Bonniaud-Blot,N. Favrolt, P. Bonniaud, P. Chavanet,and L. Piroth. Update on childhood and adult infectious tracheitis. Published online 2017 Jul 27. doi: 10.1016/j.medmal.2017.06.006.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online