Kenali Penyakit: Torsio dan Ruptur Kista Ovarium

Torsio dan ruptur kista ovarium seringkali terjadi pada penderita kista ovarium. Kista ovarium terjadi karena adanya gangguan hormon. Beberapa teori juga menyebutkan bahwa penyebab tumor adalah adanya zat karsinogen seperti rokok dan bahan kimia berbahaya. Massa kista ovarium akan merotasi ligamentum infudibulo pelvikulum dan ligamentum utero ovarian dan akan menyebabkan aliran darah terhambat, penumpukan cairan, dan perdarahan internal. Berbeda dengan torsio, ruptur kista ovarium biasanya berhubungan dengan siklus ovarium. Ruptur kista ovarium biasanya ditandai dengan gejala nyeri akut pada perut bagian bawah, terutama setelah aktivitas fisik intensitas tinggi seperti olahraga atau kegiatan seksual. Hal ini terjadi dikarenakan suplai darah aliran vena terganggu.

            Faktor utama risiko terjadinya torsi ovarium adalah adanya massa yang berukuran 5cm atau lebih pada ovarium. 89% kasus torsi ovarium bersifat jinak dan 80% pasien berusia dibawah 50 tahun. Kasus ini banyak terjadi  pada wanita usia reproduksi. Torsi tidak hanya bisa terjadi pada wanita yang mengalami kista ovarium. Berdasarkan penelitian pada 10 tahun terakhir, wanita dengan ovarium normal mengalami torsi ovarium dengan massa ovarium jinak, terutama pada wanita yang sedang menjalani program kesuburan. Bahkan 8-15% diantaranya didagnosis ketika sedang masa kehamilan. Beberapa faktor risiko berkembangnya kista ovarium adalah seseorang dengan riwayat kista terdahulu, siklus haid tidak teratur, perut buncit, menstruasi usia dini (11 tahun atau lebih muda), sulit hamil, dan penderita hipotiroid.

            Keluhan utama yang sering dirasakan pasien ialaah nyeri panggul, perut bagian bawah, bahkan terkadang hingga ke paha. Umumnya nyeri yang dirasakan seperti ditusuk, ditekan, atau diremas serta terjadi secara hilang timbul setelah melakukan olahraga, mengangkut beban berat, maupun ketika berhubungan intim. Pada beberapa kasus yang cukup berat terkadang dapat membangunkan pasien dari tidurnya. Gejala lain yang dirasakan ialah mual, muntah, demam, dan perdarahan pada vagina secara abnormal. Keadaan ini harus segera diatasi agar dapat meminimalisir  risiko kematian sel-sel pada ovarium dan infertilitas. Jika gejala tersebut dirasa sudah mengganggu aktivitas, maka periksakanlah ke dokter.

            Untuk membantuk penegakan diagnosis dokter akan melihat aliran darah pada ovarium menggunakan pemeriksaan USG dan CT Scan pelvis. Kemudian dokter akan melakukan pembedahan minor atau yang disebut laparoskopi pada torsio kista ovarium untuk mengembalikan posisi dan vaskularisasi pada ovarium. Tindakan ini dilakukan agar dapat menghindari komplikasi dan kedepannya fungsi organ tidak terganggu.

Daftar Pustaka

Artanti, Meindayani. 2018. “Torsi dan Ruptur Kista”, https://xdocs.tips/doc/referat-torsi-dan-ruptur-kistadocx-x8qdg5kgjgow, diakses pada 21 Agustus 2021 pukul 16.00.

Guile, Shelby L. dan Mathai, Josephin K. Ovarian Torsion. [Updated 2021 July 11]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online