Kenali Penyakit: Tonsilitis Akut

Definisi

Tonsilitis merupakan penyakit peradangan tonsil yang terjadi di tenggorokan. Tonsilitis akut adalah peradangan akut amandel yang disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri. Umumnya dapat menyerang semua umur, terutama pada anak-anak. Penyebarannya dapat melalui udara dan kontak fisik yang terjadi dalam waktu kurang dari 3 minggu. Tonsil palatina merupakan salah satu jaringan limfoid yang membantu dalam sistem kekebalan tubuh awal terhadap infeksi yang masuk melalui mulut dan hidung.

Faktor risiko

Faktor risiko paling umum untuk tonsilitis akut adalah kesehatan mulut dan kualitas udara yang buruk. Sumber pencemaran udara antara lain asap rokok, obat nyamuk, debu jalanan, asap kendaraan bermotor dan pabrik.

Etiologi

Penyebab tonsilitis adalah infeksi virus atau bakteri. Infeksi virus yang umum adalah rhinovirus, syncytial, adenovirus, dan coronavirus yang biasanya memiliki virulensi yang rendah dan jarang menimbulkan komplikasi. Selain itu, virus Epstein-Barr (menyebabkan mononukleosis), cytomegalovirus, hepatitis A, rubella, dan HIV juga dapat menyebabkan tonsilitis. Sedangkan, infeksi bakteri yang umum adalah infeksi oleh grup A beta-hemolytic Streptococcus (GABHS).

Epidemiologi

Secara epidemiologi tonsilitis paling sering terjadi pada anak-anak, tetapi jarang terjadi pada anak usia dibawah 2 tahun. Infeksi virus lebih sering terjadi pada balita, sedangkan anak umur 5-15 tahun lebih sering terjadi karena infeksi bakterial. Pada usia dewasa tonsilitis terjadi dengan gangguan tenggorokan. Namun, pada umur lebih dari 40 tahun tonsilitis jarang terjadi.  Berdasarkan data 7 provinsi di Indonesia, penyakit tonsilitis akut berada di posisi kedua setalah nasofaringitis.

Manifestasi Klinis

Manifestasi klinis yang muncul akan bermacam-macam sesuai kategori tonsilitis akut. Namun, gejala tonsilitis secara umum adalah demam, rasa gatal atau nyeri tenggorokan, sulit menelan, lesu, nyeri sendi, anoreksia dan nyeri telinga (otalgia). Bila terkena laring juga dapat mneyebabkan suara serak. Tonsilitis akut terbagi menjadi 2 macam, yaitu:

  1. Tonsilitis Viral

Gejala tonsilitis viral menyerupai penyakit flu yang disertai nyeri tenggorokan. Pada beberapa kasus berat tidak dapat makan dan minum melalui mulut. Gejala mengalami lesu, demam, dan nafas berbau. Jika terjadi virus coxschakie terdapat luka uka kecil pada palatum (langit-langit) dan tonsil yang memnyebabkan nyeri.

  • Tonsil bakterial

Gejala tonsilitis bakterial terjadi di masa inkubasi 2-4 hari. Gejala tonsilitis bakterial seperti sakit pada tenggorokan dan bagian telinga, demam suhu tinggi, malaise, nyeri sendi, dan turunnya nafsu makan. Pada pemeriksaan fisik tampak tonsil yang membengkak, kemerahan, terdapat pecahan-pecahan yang berbentuk folikel, dan terdapat nyeri tekan.

Komplikasi

Faringitis merupakan komplikasi tonsilitis yang umum terjadi. Demam rematik, jantung rematik, dan nefritis dapat timbul apabila penyebabnya streptokokus beta-hemolitik kelompok A. Komplikasi lain dapat berupa :

  1. Laringitis
  2. Sinusitis
  3. Arthritis
  4. Carditis
  5. Lemierre
  6. Osteomyelitis
  7. Meningitis

Penatalaksanaan

  1. Penatalaksanaan Medis
  2. Minum antibiotik seperti penisilin dan sulfanamida. Antibiotik ini dimaksudkan untuk mencegah infeksi sekunder dan mengurangi edema laring. Antibitik ini diberikan selama 5 hari.
  3. Diberikan obat kumur atau jika alergi eritromisin atau klidomisin.
  4. Pasien diisolasi untuk menghindari komplikasi selama 2-3 minggu atau sampai hasil usapan tenggorok 3 kali negatif.
  5. Pemberian antipiretik
  6. Penatalaksanaan Non-medis
  7. Istirahat yang cukup
  8. Minum banyak cairan
  9. Makan makanan halus, seperti gelatin rasa, es krim, dan saus apel
  10. Gunakan vaporizer atau humidifier 
  11. Berkumur dengan air garam hangat
  12. Mengisap lozenges dengan benzocaine atau obat lain untuk mengobati tenggorokan
  13. Mengambil acetaminophen atau ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan

Pencegahan

  • Cara terbaik untuk mencegah tonsilitis adalah melalui kebersihan yang baik, termasuk:
  • Sering mencuci tangan
  • Memisahkan makanan, minuman, peralatan, atau barang-barang pribadi
  • Tinggal jauh dari seseorang yang memiliki sakit tenggorokan atau tonsilitis

Daftar pustaka :

Anderson J, ett all. 2021. Tonsillitis. In: StatPearls. Treasure Island (FL). Publishing; from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544342/

Haidara, A.W., ett all. 2019. Tonsillitis and Their Complications: Epidemiological, Clinical and Therapeutic Profiles. International Journal of Otolaryngology and Head & Neck Surgery, 8, 98-105

Ramadhan, ett all. 2017. Analisa Faktor Risiko Kejadian Tonsilitis Kronik Pada Anak Usia 5 – 11 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Vol.2 .No.6/ Mei 2017; ISSN 2502-731X

Shah, ett all. 2018.  Tonsillitis and Peritonsillar Abscess. https://emedicine.medscape.com/article/871977-overview#a5

Sri Wahyu Basuki, dll. 2019. Tonsilitis. Surakarta : Publikasi Ilmiah FK UMS

Basuki, Sri Wahyu, dll. 2020. Tonsilitis. Proceeding Book Call for Paper Thalamus: Medical Research For Better Health

Waheed Atilade, ett all. 2020. Clinicoepidemiological Survey of Tonsillitis in Ekiti State University Teaching Hospital, Nigeria. International Journal of Surgical Research, 9(1): 17-22

WebMD. 2019. Tonsillitis: Symptoms, Causes, and Treatments. https://www.webmd.com/oral-health/tonsillitis-symptoms-causes-andtreatments#1. (Diakses pada 31 Agustus 2021).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online