Kenali Penyakit: Tenosinovitis Supuratif

Pendahuluan

Tenosinovitis adalah istilah luas yang menggambarkan peradangan sinovium berisi cairan di dalam selubung tendon. Peradangan ini biasanya menyebabkan rasa nyeri, pembengkakan, dan kekakuan jaringan (kontraktur) tergantung pada penyebabnya (etiologi) . Peradangan ini dapat terjadi pada setiap tendon di seluruh tubuh yang dilapisi oleh selubung akan tetapi cenderung terjadi infektif disebabkan oleh mikroorganisme patogen yang menginfeksi secara langsung, atau secara penyebaran dari infeksi lokal. Mikroorganisme yang sering ditemui pada kasus tenosynovitis adalah Staphylococcus aureus (40−75%) dan Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA, 29%). Selain itu, bisa ditemui juga bakteri Staphylococcus epidermidis, Streptococcus beta-hemolitikus, Pseudomonas aeruginosa.

Epidemiologi                                                                                                                        

Secara global, Wanita 6 kali lebih berisiko mengalami tenosynovitis daripada pria, dengan insidensi tertinggi pada pasien diabetes mellitus dan rheumatoid arthritis. Pada pasien yang mengalami infeksi pada tangan, sekitar 2,5 – 9,4% mengalami tenosynovitis infeksi.

Penyebab                 

Etiologi tenosynovitis adalah infeksi, tetapi juga dapat non-infeksi. Penyebab non-infeksi misalnya autoimun, penggunaan tendon dengan gerakan berulang yang berlebihan (overuse), anatomi, faktor hormonal, dan idiopatik (tanpa penyebab). Sedangkan penyebab infeksi tenosynovitis pemeriksaan ultrasound untuk melihat pengkapuran pada selubung synovial dan MRI untuk membantu penegakan diagnosis.

Diagnosa

Diagnosis tenosynovitis ditegakkan secara klinis melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Beberapa yang perlu ditanyakan adalah riwayat cedera, demam, penggunaan tangan kanan atau kidal, pekerjaan/profesi, serta riwayat penyakit terdahulu.

Temuan pemeriksaan fisik bervariasi berdasarkan penyebab. Namun, secara umum, tenosynovitis menunjukkan pembengkakan, nyeri, bercak kemerahan (eritema) dan kesulitan menggerakkan sendi yang terkena. Pasien tenosynovitis suppurative akan menunjukkan 4 tanda kanavel yaitu jari dengan posisi sedikit bengkok (fleksi), bengkak dalam bentuk simetris (fusiform), nyeri tekan pada tendon dan kekakuan pada tendon.

Tatalaksana (Pengobatan)

Obat antibiotik dapat diberikan secara intravena pada tenosynovitis infeksi. Sedangkan obat analgesik dan antiinflamasi dapat diberikan pada tenosynovitis infeksi maupun noninfeksi untuk mengurangi gejala. Operasi juga dapat dijadikan opsi tata laksana untuk membuang jaringan tendon yang rusak akibat peradangan.

Daftar Pustaka

Ray G, Sandean DP, Tall MA. Tenosynovitis. StatPearls Publishing. 2020.

Chaidir, MR. 1999. Tenosynovitis. Bandung: Bag/ UPF Ortopedi & Traumatologi FKUP/RSHS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online