Kenali Penyakit: Takikardia Ventrikular sejak Dini

Olahraga adalah aktivitas yang baik untuk dijadikan kebiasaan. Namun, semua yang dilakukan harus tetap sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Begitu pun mengonsumsi makanan atau minuman, apalagi yang mengandung kafein yang berlebih. Keduanya sangat berisiko menyebabkan penyakit, seperti Takikardia Ventrikular. Oleh karena itu, yang baik adalah melakukan olahraga secukupnya dan mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi seimbang.

Takikardia Ventrikular (Ventricular Tachycardia/VT) adalah gangguan listrik jantung yang mengendalikan gerak memompa darah pada bilik jantung. Gangguan ini menyebabkan bilik berdenyut terlalu cepat dari biasanya sehingga darah yang dipompa keluar dari jantung jumlahnya menurun. Ini juga menyebabkan kebutuhan darah di seluruh bagian tubuh tidak dapat terpenuhi.

Penyebab Takikardia Ventrikular sering sulit untuk dikenali, tetapi umumnya gangguan ini disebabkan oleh gangguan jantung yang memang sudah ada sebelumnya dan sering juga terjadi karena penyakit jantung koroner. Gangguan dari dalam jantung itu sendiri bisa menjadi penyebabnya, seperti kardiomiopati atau penyakit otot jantung, serangan jantung, gagal jantung, miokarditis atau peradangan otot jantung, sampai cacat jantung bawaan.

Namun, ada juga penyebab lain yang diperoleh dari aktivitas di luar tubuh manusia yang dapat menyebabkan Takikardia Ventrikular, misalnya mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti obat dekongestan dan obat menguruskan badan, mengonsumsi obat-obatan terlarang seperti kokain atau metamfetamin, mengonsumsi makanan atau minuman dengan kandungan kafein dan alkohol yang tinggi, berolahraga yang terlalu berat, stress, bahkan bisa jadi keadaan emosional yang intens. Secara keseluruhan kegiatan tersebut bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit ini.

Untuk mengatasinya sejak dini, ada beberapa gejala yang menandai Takikardia Ventrikular. Gejala tersebut bisa berupa jantung berdebar yang membuat perasaan tidak nyaman, sesak napas, dada terasa nyeri atau tertekan, pening atau terasa melayang, dan penurunan kesadaran.

Penting untuk diketahui, penyakit ini sangat perlu diwaspadai karena dapat berkembang dan memperburuk keadaan seperti menjadi ventrikel fibrilasi, yaitu suatu kondisi yang berbahaya dan bisa menyebabkan kematian.

Oleh karena itu, penanganan Takikardia Ventrikular harus dilakukan sesuai sengan kondisi dan tingkat keparahannya. Tindakan yang dapat diakukan dokter jantung untuk menangani penyakit ini dapat berupa pemberian obat antiaritmia, seperti Verapamil atau Amiodarone. Obat diberikan dengan harapan tidak terjadi lagi pengulangan gangguan yang serupa.

Selain itu, ablasi jantung juga bisa dilakukan. Prosedur ini digunakan jika terdapat jalur listrik yang menyebabkan detak jantung penderita meningkat ketika terapi obat antiaritmia tidak manjur. Kemudian ada pilihan lain seperti pemasangan alat Implantable Cardioverter Defibrilator (ICD). ICD adalah alat bantu untuk mengormalkan irama jantung seperti biasanya. Alat ini dipasangkan di dalam dada atau area perut untuk penderita dengan kardiomiopati noniskemik, gagal jantung, dan fraksi ejeksi 35% atau kurang.

Singkatnya, Takikardia Ventrikular adalah penyakit yang sangat berbahaya yang bisa berakibat kematian. Oleh karena itu, penting sekali untuk menjaga kesehatan jantung sejak dini dengan melakukan aktivitas dengan teratur dan cukup serta diiringi dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang bergizi seimbang.

Referensi

Foth C, Gangwani MK, Alvey H. Takikardia Ventrikel. 2021. Di: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. Dikutip dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532954/

Koplan, B. A., & Stevenson, W. G. 2009. Ventricular tachycardia and sudden cardiac death. Mayo Clinic proceedings, 84(3), 289–297.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online