Kenali Penyakit: Stunting

Apa itu Stunting?

Stunting (kerdil) adalah keadaan kurangnya panjang atau tinggi badan seorang balita dibandingkan dengan umurnya. Balita dikatakan stunting jika panjang atau tinggi badan melebihi minus dua pada nmedian standar pertumbuhan anak dari WHO.

Pada balita yang mengalami stunting akan cukup sulit untuk mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Jika stunting disertai dengan penambahan berat badan yang berlebihan di masa kanak-kanak daapat terjadi peningkatan risiko penyakit kronis terkait gizi di masa dewasa.

Penyebab Stunting

Stunting merupakan masalah kesehatan yang multifaktor. Faktor-faktor yang berperan dalam menyababkan stunting genetic, lingkungan, gangguan metabolisme, terhambatnya perkembangan selama masa kehamilan ibu, pemberian makanan/nutrisi yang tidak baik terutama ASI, infeksi dari Ibu (misalnya HIV) atau infeksi pada anak, gangguan pada sistem pencernaan, misalnya penyerapan nutrisi serta inflamasi/peradangan dan sistem imun.

  1. Status gizi dan kesehatan ibu sebelum, selama dan setelah kehamilan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan awal seorang anak. Selain itu, waktu kelahiran yaang pendek, kehamilan remaja yang  dapat mengganggu ketersediaan gizi (karena adanya persaingan pertumbuhan pada ibu) juga dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin
  2. Penyakit menular dapat berakibat jangka panjang untuk pertumbuhan dan bergantung pada tingkat keparahan, panjangnya dan kekambuhan penyakit tersebut, khususnya jika tidak ada cukup makanan untuk menunjang pemulihan.
  3. Infeksi berulang akibat paparan lingkungan yang terkontaminasi dan kurangnya higienitas dapat mengakibatkan terjadi malabsorbsi nutrisi dan berkurangnya kemampuan usus untuk berfungsi sebagai penghalang terhadap organisme penyebab penyakit.

Selain itu juga dapat disebabkan oleh kurangnya hubungan psikososial antara orangtua dan anak.

Dampak Stunting

Stunting berdampak bagi anak baik dalam jangka pendek ataupun panjang. Dalam jangka pendek perkembangan kognitif, motorik, dan verbal pada anak tidak optimal.  Dampak jangka panjangnya yaitu postur tubuh yang tidak optimal saat dewasa (lebih pendek), peningkatan risiko penyakit seperti obesitras, turunnya kesehatan reproduksi, kurang optimalnya pembelajaran di masa sekolah serta produktivitas dan kapasitas kerja yang tidak optimal.

Bagaimana Pencegahan terhadap Stunting?

Pencegahan stunting dapatb dilakukan dengan mengatasi faktor-faktor yang dapat menyebabkannya :

  1. Memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil
  2. Pemberian ASI ekslusif sampai usia bayi 6 bulan
  3. Memberikan gizi yang cukup dengan makanan pendamping ASI ketika bayi berusia lebih dari 6 bulan
  4. Memantau perkembangan dan pertumbuhan anak
  5. Meningkatkan penyuluhan PHBS, pola gizi seimbang, tidak merokok/mengonsumsi narkoba.
  6. Menjaga kebersihan lingkungan sekitar

Penatalaksanaan

  1. Memperbaiki gizi dengan pemberian makanan pendamping ASI yang berkualitas serta suplemen vitamin
  2. Melakukan stimulasi psikososial nuntuk mencegah gangguang perkembangan berlanjut
  3. Meningkatkan kebersihan lingkungan

Daftar Pustaka

Daniel J. Raiten, A. A. (2020, January 31). Exploring the Nutritional Ecology of Stunting: New Approach to Old Problem. Nutrients.

Kementrian Kesehatan RI. (2018, October). Situasi Balita Pendek (Stunting) di Indonesia. Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia.

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan. (2017, August). Intervensi Anak Kerdil (Stunting). Jakarta, DKI Jakarta, Indonesia.

World Health Organization. (2010). Nutrition Landscape Information System (NLIS) country profile indicators. Geneva, Switzerland.

World Health Organization. (n.d.). WHA Global Nutrition Targets 2025: Stunting Policy Brief.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online