Kenali Penyakit: Spondilitis Tuberculosis

            Spondilitis tuberkulosis (TB) atau yang biasa disebut Pott’s Disease merupakan infeksi pada tulang belakang yang disebabkan oleh bakteri penyebab TBC, yaitu Mycobacterium tuberculosis. TBC sendiri merupakan penyakit yang sudah dikenal sejak tahun 1000 hingga 600 SM sebagai “Yakshama” dalam literatur medis India kuno. TBC umumnya menginfeksi paru-paru, namun pada beberapa kasus dapat menyebar ke orang-organ lain diluar paru, salah satunya tulang belakang yang kemudian menyebabkan spondilitis tuberculosis.  Secara epidemiologi, tuberkulosis merupakan penyakit infeksi pembunuh nomor satu di dunia. Sekitar 5% kasus tuberculosis di Indonesia mengalami spondilitis tuberculosis.

            Beberapa faktor risiko yang menyebabkan terjadinya Spondilitis tuberculosis diantaranya kontak erat atau paparan yang lama dengan pasien yang terinfeksi TB (tuberculosis), adanya kondisi imunodefisiensi (defek sistem imun yang disebabkan mutasi pada kode genetik sistem imun tubuh, contohnya pada pasien HIV atau pecandu alkohol), hidup di daerah dengan penduduk berlebih, malnutrisi, usia lanjut, dan kondisi sosial ekonomi yang rendah.

            Gejala klinis dari spondilitis tuberculosis dapat bervariasi pada setiap orang, bergantung pada durasi penyakit, keparahan penyakit, lokasi lesi dan adanya komplikasi lain. Gejala mungkin saja tidak muncul pada sebagian orang, namun gejala-gejala yang dapat muncul diantaranya :

  1. gejala umum dari spondilitis TB yaitu kehilangan berat badan, anoreksia atau gangguan makan, dan terjadi demam serta berkeringat di malam hari
  2. nyeri pada area punggung yang semakin memberat saat bergerak, batuk, maupun mengangkat beban,
  3. gangguan bentuk tulang belakang seperti bungkuk, adanya pembengkakan atau benjolan pada tulang punggung, dan postur tubuh yang kaku,
  4. kelemahan atau lumpuh pada kaki, tangan, gangguan sensoris, mati rasa, hingga gangguan berkemih apabila penyakit sudah mengenai sistem saraf,
  5. pembentukan abses dingin atau cold abscess di sekitar lesi (wilayah tulang vertebral yang terkena). Abses dingin merupakan abses tanpa rasa nyeri dan tanda adanya inflamasi.

            Spondilitis tuberculosis dapat menyebabkan gangguan saraf atau defisit neurologis apabila terjadi komplikasi. Paraplegia (kelumpuhan pada kedua kaki) merupakan komplikasi yang sering terjadi akibat adanya kompresi mekanis pada vertebra. Komplikasi lain adalah kifosis, yaitu kelainan tulang belakang yang membuat punggung bagian atas secara tidak normal terlihat membulat atau bengkok. Hal ini dapat menyebabkan kompresi atau tertekannya spinal chord, yang dapat menyebabkan terjadinya kelumpuhan.

Pemeriksaan rutin yang biasa dilakukan untuk menentukan adanya infeksi dari bakteri Mycobacterium tuberculosis adalah dengan menggunakan uji tuberkulin atau Mantoux test. Uji tuberkulin adalah tes yang dapat mendeteksi infeksi tanpa menginfestasi penyakit. Pemeriksaan laju endap darah (LED) juga dilakukan, sama halnya dengan pemeriksaan radiologi pada tulang belakang.

            Penderita spondilitis tuberculosis akan diberikan terapi menggunakan pengobatan antituberkulosis, dimana obat yang diberikan adalah rifampicin (R), isoniazid (H), pirazinamid (Z),  dan etambutol (E). Regimen yang diberikan adalah OAT (Obat Anti-Tuberkulosis) kategori 1 (2RHZE/4H3R3). WHO merekomendasikan pengobatan tuberkulosis spondilitis dilakukan selama 9 bulan, namun dapat dilakukan lebih lama bergantung pada hasil dari evaluasi patologi dan radiologi penyakit.

Sumber

Paramarta, I. Gede Epi, et al. “Spondilitis Tuberkulosis.” Sari Pediatri 10.3 (2016): 177-83.

Tuli SM. Historical aspects of Pott’s disease (spinal tuberculosis) management. Eur Spine J [Internet]. 2013 Jun 17;22(S4):529–38. Available from: http://link.springer.com/10.1007/s00586-012-2388-7

Rajasekaran S, Soundararajan DCR, Shetty AP, Kanna RM. Spinal Tuberculosis: Current Concepts. Glob Spine J. 2018;8(4_suppl):96S–108S.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online