Kenali Penyakit: Sindrom Nefrotik

Definisi

Sindrom nefrotik adalah kelainan ginjal yang ditandai tingginya kadar protein pada urin (lebih dari 40 mg/m2 per jam). Kondisi ini dapat menyebabkan hipoalbuminemia (kurang dari 30 g/L). Pada sindrom nefrotik terjadi peningkatan permeabilitas akibat kerusakan membrane basal glomerulus ginjal sehingga dapat menyebabkan terjadinya hiperlipidemia, edema, dan berbagai komplikasi lainnya.

Penyebab

Penyakit menular terutama pada saluran napas bagian atas menjadi faktor pemicu pada hampir setengah kasus sindrom nefrotik. Reaksi alergi menjadi faktor pemicu pada sepertiga kasus dan faktor pemicu lainnya seperti gigitan serangga, dan pengobatan psikologis pada kasus yang jarang.

Penyebab sindroma nefrotik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

  1. Penyebab primer : perubahan minimal nefropati, glomerulosclerosis fokal, membranous nefropati, nefropati herediter.
  2. Penyebab sekunder
  3. Diabetes mellitus
  4. Imun : lupus eritematosus, antibodi vaskulitis, Antineutrophil Cytoplasmic Antibody (ANCA), penyakit Burrger, sindrom Goodpasture, dan lainnya
  5. Infeksi : HIV, virus hepatitis B, HIV, hepatitis C, cytomegalovirus, toksoplasmosis, parvovirus B1, amiloidosis dan paraproteinemia, serta preeklamsia

Penyebab tersering pada anak-anak adalah  glomerulonefritis (GN) perubahan minimal. Pada orang kulit putih, sindrom nefrotik paling sering disebabkan oleh nefropati membranosa sedangkan pada orang kulit hitam (Afrika) penyebab paling umumnya adalah glomerulosklerosis segmental fokal.

Gejala

Tanda dan gejala sindrom nefrotik meliputi:

  • Pembengkakan parah (edema), terutama di sekitar mata Anda dan di pergelangan kaki dan kaki Anda
  • Urin berbusa, akibat kelebihan protein dalam urin Anda
  • Penambahan berat badan karena retensi cairan
  • Kelelahan
  • Kehilangan selera makan

Komplikasi

Pada sindrom nefrotik, protein albumin yang harusnya disaring oleh ginjal malah keluar melalui urin. Protein albumin berfungsi untuk membuang cairan berlebih. Ketika kadar albumin rendah dalam darah, cairan dapat menumpuk di tubuh dan menyebabkan pembengkakan pada kaki. Masalah pembekuan darah, infeksi, penumpukan kolestrol juga dapat terjadi pada penderita sindrom nefrotik. Penumpukan kolestrol ini dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

Komplikasi lain yang mungkin terjadi pada sindrom nefrotik adalah tromboemboli vena yang disebabkan oleh hilangnya faktor pembekuan dalam urin, infeksi yang disebabkan oleh hilangnya imunoglobulin dalam urin (terutama pada anak-anak dan orang yang mengalami kekambuhan sindrom nefrotik), dan gagal ginjal akut (beresiko tinggi pada orang yang lebih tua, anak-anak, dan orang dengan edema dan proteinuria yang lebih dalam).

Pengobatan

Sejauh ini, belum ada obat khusus yang dapat menyembuhkan sindrom nefrotik. Dokter biasanya memberikan obat berdasarkan penyebab masalah ginjal untuk meringankan gejala yang dirasakan.

  1. Obat untuk mengontrol tekanan darah dan kolesterol dapat membantu mencegah terjadinya serangan jantung atau stroke.
  2. Obat untuk membantu tubuh membuang kelebihan air dapat membantu mengontrol tekanan darah (mengurangi pembengkakan).

Daftar Pustaka

Ashfaq, A. (2020). Nephrotic Syndrome. American Kidney Fund. Retrieved 16 March 2021, from https://www.kidneyfund.org/kidney-disease/other-kidney-conditions/rare-diseases/nephrotic-syndrome/

Kodner, C. (2009). Nephrotic syndrome in adults: Diagnosis and management. American Family Physician, 80(10).

Nephrotic Syndrome – diagnosis & treatment. (2020). Mayo Clinic. Retrieved 16 March 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nephrotic-syndrome/diagnosis-treatment/drc-20375613

Tapia C, Bashir K. Nephrotic Syndrome. [Updated 2021 Aug 10]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470444/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online