Kenali Penyakit: Sindrom Horner

Sindrom Horner pertama kali ditemukan pada tahun 1854 oleh ahli fisiologi Prancis Claude Bernard dan ditegakkan oleh dokter spesialis mata negara Swiss Johann Friedrich Horner pada tahun 1869. Sindrom Horner merupakan kelainan yang berikatan kuat dengan struktur-struktur mata seperti kelopak mata, pupil, dan bola mata. Tanda-tanda yang terjadi pada pasien sindrom Horner meliputi banyak kejadian seperti kelopak mata atas yang terkulai, kelainan kontraksi pupil, masuknya bola mata dan lain-lain. Untuk lebih tepatnya, sindrom Horner didefinisikan sebagai sindrom langka yang disebabkan oleh terganggunya saraf yang berjalan dari otak ke wajah. Sindrom Horner juga memiliki nama lain seperti Bernard’s syndrome, Bernard Horner’s syndrome dan Horner’s ptosis. Sindrom Horner dapat menyerang segala makhluk hidup tanpa melihat umur. Untuk penderita sindrom Horner yang masih belum dewasa atau anak-anak biasanya merupakan bawaan dari keluarga atau disebut sindrom Horner Kongenital. Terdapat penelitian yang menggunakan 73 pasien anak yang terkena sindrom Horner, menunjukkan 42% mendapatkan kelainan tersebut oleh kongenital dan 42% diperoleh setelah melakukan prosedur bedah dada,leher, atau sistem saraf pusat lainnya.

 Gejala yang dialami oleh orang yang terkena ada berbagai macam, tetapi paling sering terlihat di mata dan biasanya hanya terjadi pada satu sisi pada wajah. Gejala-gejala yang dapat terjadi antara lain :

  • Tidak adanya keringat pada salah satu sisi wajah
  • Bentuk pupil yang tidak sama besar (contohnya pupil kanan lebih besar dari pupil kiri)
  • Pupil tidak beradaptasi dengan cepat di ruang gelap sehingga terjadi kendala untuk melihat di ruang gelap
  • Ptosis (salah satu kelopak mata atas terkulai)
  • Inverse ptosis (kelopak mata bawah yang sedikit naik)
  • Pada bayi (kurang dari 1 tahun) kemungkinan mata yang terkena memiliki warna iris lebih terang

Penyebab dari sindrom Horner adalah kerusakan saraf-saraf yang membantu mengontrol wajah. Adapun saraf-saraf yang mengalami gangguan pada sindrom ini adalah :

  • Sindrom horner sentral (neuron tingkat pertama)

Terletak pada hipotalamus belakang. Sindrom Horner ini akan menghasilkan sifat ipsilateral atau sisi yang sama terhadap lesi. Rusaknya saraf ini bisa dikarenakan  stroke, tumor, kista, dan trauma pada bagian leher.

  • Sindrom Horner Preganglionik (neuron tingkat kedua)

Neuron ini dimulai dari tulang belakang sampai ke sisi leher. Dari penelitian yang menggunakan 450 pasien dengan sindrom Horner, 44% dinyatakan terdapat lesi pada preganglionik dan di penelitian lainnya sindrom horner preganglionik disebabkan oleh keganasan tumor (paru dan kanker payudara).

  • Sindrom Horner Postganglionik (neuron tingkat ketiga)

Neuron ini berjalan dari leher ke wajah dan otot-otot yang mengontrol iris dan kelopak mata. Kerusakan pada neuron ini dikarenakan cedera pada sisi samping leher, pusing kepala yang berlebihan, tumor yang berada di kepala.

            Diagnosa pasien sindrom horner perlu dilakukan untuk membedakan dengan penyakit yang mirip dengan kelainan ini seperti Adie syndrome dan Wallenberg syndrome. Salah satu tes untuk mendiagnosanya adalah tes farmakologi, tes ini menggunakan kokain. Pada mata normal larutan kokain akan mengakibatkan dilatasi pupil sekitar 0,6-4,0 mm. Sedangkan pada pasien yang terkena sindrom Horner, pupil akan berdilatasi lebih kecil. Untuk sindrom Horner, belum ada pengobatan yang ditujukan khusus untuk kelainan tersebut. Tetapi hal-hal yang menyebabkan sindrom Horner tersebut yang akan diobati.

Daftar Pustaka

Kanagalingam, S., & Miller, N. R. (2015). Horner syndrome: Clinical perspectives. Eye and Brain, 7, 35–46. https://doi.org/10.2147/EB.S63633

Bernstein, S., 2020. Horner Syndrome. WebMD. Tersedia di: https://www.webmd.com/eye-health/horner-syndrome [Diakses pada 1 september 2021]

Wells, D., 2018. What is Horner’s Syndrome?. Healthline. Tersedia di : https://www.healthline.com/health/horners-syndrome [Diakses pada 1 september 2021]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online