Kenali Penyakit: Sifilis

Penyakit ini termasuk salah satu penyakit infeksi yang menular melalui hubungan seksual. Pembagian sfilis secara umum dapat menjadi dua yaitu sifilis yang ditularkan dari ibu ke janin melalui plasenta (sifilis kogenital)dan sifilis yang terjadi akibat hubungan seksual atau jarum suntik yang tidak steril atau produk darah yang terkontaminasi (sifilis acquired). Penyakit ini disebabkan oleh suatu bakteri yang bernama Treponema pallidum.

Bentuk khas dari bakteri ini adalah berbentuk spiral. Bakteri ini akan masuk ke tubuh lewat selaput lendir atau kulit yang mengalami luka terbuka kemudian akan beredar ke dalam darah. Pada tahap awal infeksi, sifilis dapat disembuhkan, namun apabila dibiarkan dapat menjadi infeksi yang sistemik dan kronik. Infeksi sifilis secara umum terbagi menjadi sifilis stadium dini dan stadium lanjut. Sifilis primer, sekunder, dan laten dini termasuk dalam stadium dini. Sifilis tersier yang terbagi menjadi gumatous, sifilis kardiovaskular dan neurosifilis, serta sifilis laten lanjut termasuk dalam stadium lanjut.

Sifilis stadium primer. Muncul lesi awal atau luka berupa papul di daerah gentilalia kisaran tiga minggu setelah hubungan seksual. Sifilis sekunder timbul pada 2 sampai 6 bulan setelah terinfeksi dan 2 sampai 8 minggu. Ruam kemerahan pada kulit, selaput lendir, dan organ tubuh menjadi tanda tersering sifilis sekunder. Sifilis laten disebut juga asimtomatik atau tanpa gejala. Sifilis tersier terjadi sekitar 3 sampai 15 tahun setelah infeksi awal dan dapat terbagi menjadi neurosifilis, sifilis kardiovaskular, dan sifilis benigna lanjut. Ciri khas pada stadium ini dilihat adanya guma kronik, halus, mirip tumor yang meradang dan ukuran berbeda-beda.

Sebelum memberikan injeksi benzathin benzylpenicillin terlebih dahulu melakukan pengujian ada tidaknya alergi terhadap penisilin. Setelah dilakukan pengobatan harus kondisi pasien harus terus diperhatikan mengecek ada tidaknya infeksi kembali. Pada pasien sifilis dini yang telah mendapat pengobatan harus di evaluasi setelah 3 bulan pengobatan. Apabila tanda-tanda ataupun gejala klinis sifilis aktift atau kambu kembali maka dapat melakukan pengobatan ulang pasien pada seluruh stadium penyakit.

Daftar Pustaka

Efrida & Elvinawaty, 2014. Imunopatogenesis Treponema pallidum dan Pemeriksaan. Jurnal Fk Unad, pp. 572-587.

Suryani, D. P. A. & Sibero, H. T., 2014. SYPHILIS. J MAJORITY, pp. 7-16.

Pedoman Tata Laksana Sifilis untuk Pengendalian Sifilis Di Layanan Kesehatan Dasar. 2013. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online