Kenali Penyakit: Ruptur Ligamen Lutut (ACL)

            Ligamen adalah pita jaringan ikat yang menghubungkan tulang dan otot serta organ lain. Ligamentum cruciatum anterior merupakan salah satu ligamen yang penting untuk menstabilkan sendi lutut. Kerusakan ligamen ini sering terjadi pada atlit. Ligamen ini merupakan pita kuat yang terbuat dari jaringan ikat dan serat kolagen yang berasal dari aspek anteromedial darah interkondilus dataran tinggi tibialis (betis) dan meluas ke tengah dan belakang untuk menempel pada bagian pinggir dari paha. 2 ligamen cruciatum tersebut ialah ACL dan PCL. Di bagian lutut ACL dan PCL membentuk huruf x dan mencegah gerakan maju atau mundur yang berlebihan dari tulang betis terhadap tulang paha selama penggunaan sendinya. Pada atlit robekan ACL adalah cedera yang sering kali terjadi. Ligamen termasuk ke dalam jaringan ikat padat teratur yang memiliki daya regang yang lebar. Ligamentum melekat pada tulang dan mengalami tarikan yang kuat secara berulang-ulang. Serat kolagen yang tersusun padat dan sejajar memberikan tahanan yang kuat terhadap gaya tarikan pada satu arah atau sumbu. Ligamen disusun oleh jaringan ikat seperti pita-pita berkas kolagen kuat yang berfungsi melekatkan tulang pada tulang dan untuk membatasi derajat gerak pada sendi.

            Robekan ACL bisa terjadi karena mekanisme nonkontak dan mekanisme kontak, seperti gaya rotasi melawan pukulan langsung ke lutut. Yang paling beresiko untuk terkena ACL dengan mekanisme nonkontak ialah pemain ski, pemain sepak bola, dan pemain bola basket, sedangkan dengan mekanisme kontak adalah pemain sepak bola.

            Cedera ligamen dapat diklasifikasikan seperti berikut ini (Fischer, 2014):

  1. Grade 1 : Ligamen sudah mengalami sedikit peregangan, tetapi masih bisa untuk melakukan fungsinya yaitu menjaga kestabilan sendi. Dan serabut mulai putus sedikit-sedikit, putusnya serabut ini disertai nyeri dan bengkak, namun tidak ada kesakitan yang berkepanjangan pada cedera ligamen Grade 1 ini.
  2. Grade 2 : Di grade 2 peregangan yang dialami ligamen sudah cukup lebar dan ligamen telah mengalami pengrobekan parsial. Dalam kondisi ini ligamen masih bisa sembuh tanpa operasi, namun fungsi ligamentum sudah mulai terbatas dan mulai terasa ketidakstabilan.
  3. Grade 3 : Grade 3 ialah bagian terparah. Ligamen tersebut sudah robek secara komplit. Robekan komplit dalam arti telah terbagi menjadi beberapa bagian (dalam hal ini 2 bagian). Akibatnya sendi pada lutut sudah tidak stabil dan tidak bisa melakukan fungsinya secara normal. Apabila sudah mencapai grade ini maka harus dilakukan tindakan operasi.

            Adapun pengobatan cedera ACL ini dapat dengan cara Rekonstruksi ACL. Rekonstruksi ACL adalah operasi penggantian ligamen anterior cruciate dengan cangkok jaringan untuk mengembalikan fungsi ligamen seperti sedia kala. Operasi ini biasa dilakukan dengan bantuan arthroscopy. Arthroscopy merupakan alat yang digunakan untuk memeriksa bagian dalam suatu sendi untuk melakukan tindakan diagnosis atau terapi yang bnerada di dalamsendi tersebut (Dorland W. N., 2002).

            Setelah rekonstruksi penderita akan melakukan rehabilitasi. Rehabilitasi merupakan pemulihan ke bentuk atau fungsi yang normal setelah terjadinya luka, sakit, atau pemulihan pasien yang sakit atau cedera pada tingkat apapun. Sehingga bagian tubuh yang tadinya cedera tidak bisa langsung dipakai untuk melakukan aktifitas seperti sedia kala. Nantinya bisa apabila telah melalui beberapa proses (bertahap).

Sumber:

           Ashari R, 2018, Penatalaksanaan Cedera Ligamen Lutut Dalam Upaya Meningkatkan Status Fungsional. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

            Evans J, Nielson J, 2021, Anterior Cruciate Ligament Knee Injuries, NCBI (online). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499848/.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online