Kenali Penyakit: Pneumonia Aspirasi

Pneumonia Aspirasi atau yang dikenal juga sebagai Mendelson’s Syndrome merupakan suatu keadaan dimana masuknya isi ovaring atau cairan ke dalam larynx dan saluran pernapasan bawah. Cairan tersebut berupa sebuah sekret  orofaringeal atau dapat juga isi lambung. Penyakit ini mengacu pada sebuah cedera pada paru akut inhalasi setelah terjadinya aspirasi isi dari lambung steril.

Pneumonia aspirasi menjadi salah satu dari sekian banyak penyebab kematian secara umum pada pasien yang menderita disfagia yang diakibatkan karena gangguan neurologis, muntah berkepanjangan, obstruksi lambung, dan gangguan motolitas esofagus.

Penyebab terjadinya sindroma pneumonia aspirasi ada 3 macam:

  1. Pneumonia kimiawai yang disebabkan oleh aspirasi dari asam lambung.
  2. Pneumonia bakterial yang disebabkan oleh dari bakteri dan oropharingeal.
  3. Exogenous lipoid pneumonia yang disebabkan oleh aspirasi minyak berupa vegetable oil maupun mineral oil.

Beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko dari pneumonia aspirasi:

  1. Mengalami Kejang
  2. Memiliki penyakit Demensia
  3. Gangguan dari pengonsumsian alkohol
  4. Muntah yang berkepanjangan
  5. Menderita penyakit Parkinson

Menurut penelitian, pneumonia aspirasi merupakan penyumbang 5-15% dari total pneumonia yang diderita masyarakat. Kasus dari pneumonia aspirasi sendiri jarang disadari oleh masyarakat dan tingkat kejadiannya pun sulit untuk memastikannya.

Gejala klinis dari pneumonia aspirasi ini berupa demam, sesak, batuk, kesulitan saat menarik dan membuang napas secara dalam, dan yang paling khas terdapat sputum yang berwarna kemerahan atau dapat juga berwarna kehijauan, dam sputum tersebut memiliki bau. Pada pasien pneumonia aspirasi gangguan menelan dapat diketahui apabila pasien mengeluarkan makanan maupun cairan lewat hidung, biasanya pasien juga akan mengeluh terasa nyeri pada saat menelan makanan seperti ada benda asing yang menyangkut pada tenggorokan, dan terkadang terdengar bunyi pada saat sesudah makan.

Diagnosis pnemonia aspirasia dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu, pemeriksaan fisik, CT Scan pada dada kultur sputum, dan pemeriksaan darah. Namun, biasanya pada praktek umum, pneumonia aspirasi hanya akan diperiksa secara diagnosis umum dan pemeriksaan fisik saja.

Beberapa komplikasi dari penyakit pneumonia aspirasi:

  1. Terjadinya gagal nafas dan sirkulasi
  2. Syok septic dan sepsis
  3. Abces, effusi pleura, dan empyema

Pemberian obat-obatan pada pasien pneumonia respirasi, biasanya akan diberikan antibiotik berupa ampisilin-sulbaktam atau kombinari dari  amoksilin dan metronidazol. Apabila pasien menderita alergi penisilin, dapat digantikan dengan klindamisin. Namun, apabila sudah di rawat di rumah sakit, biasanya akan diberikan antibiotik kombinasi dari piperasilin-tazobaktam dan vankomisin yang paling banyak digunakan.

Pencegahan agar tidak terjadi pneumonia aspirasi lebih lanjut dapat dilakukan dengan cara:

  1. Kepala tempat tidur pasien ditinggikan sekitar 45 derajat.
  2. Selalu memantau status oksigen pasien
  3. Melakukan pengisapan pada rongga mulut pasien yang dilakukan rutin pada pasien yang mengalami kesulitan menelan.

Referensi:

Raghavendra R. Sanivarapu, Joshua Gibson. 2021. Aspiration Pneumonia. StatPearls: NCBI

dr. Ida Bagus Gde Sujana, Sp. An, M.Si. 2016. Pneumonia Aspirasi. FK UNUD: RSUP Sanglah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online