Kenali Penyakit: Pityriasis Versicolor

Pityriasis Versicolor atau dikalangan umum sering dikenal dengan penyakit panu, panau, tinea versikolor, dermatomikosis furfurasera, kromofitosis, tinea flava, liver spots, akromia parasitika, hodi-potsy, dan Kleineflechte merupakan infeksi dari jamur yang akan menggangu pigmen dari kulit yang akan menimbulkan bercak dengan warna yang lebih gelap ataupun lebih terang dibandingkan kulit, selain itu juga akan terdapat ciri kulit bersisik ketika mengalami penyakit ini, selain itu pada kasus panu juga akan dirasakan bahwa kulit menjadi kering dan gatal. Penyakit ini sering dijumpai mengenai tubuh pada bagian atas, tetapi juga sering ditemukan pada ketiak, tungkai atas, leher, muka, dan kulit kepala.

Penyakit Pityriasis Versicolor disebabkan oleh jamur yang menginfeksi tubuh manusia, pada awalnya digolongkan pada genus jamur Pityrosporum , akan tetapi sekarang sudah diakui bahwa nama genus tersebut tidak valid, sehingga telah dilakukan klasifikasi ulang dalam Malassezia. Jamur ini sebenarnya hidup di dalam tubuh manusia sebagai flora normal atau organisme yang memang hidup pada tubuh manusia tanpa menimbulkan penyakit, tetapi pada keadaan tertentu organisme seperti jamur Malassezia ini dapat menyebabkan penyakit pada tubuh. Hal ini disebabkan adanya ketidakseimbangan antara tubuh dan juga jamur itu sendiri. Dibawah kondisi yang sesuai akibat ketidakseimbangan, M. furfur berubah bentuk dari bentuk normal ke bentuk miselial yang bersifat dapat menyebabkan penyakit.

Faktor- faktor yang menyebabkan ketdakseimbangan antara jamur dan juga manusia dapat dibagi menjadi dua, yaitu faktor dalam dan juga faktor luar, dimana faktor dalam, antara lain produksi dari kelenjar sebacea dan kelenjar keringat, malnutrisi, genetik, pemakaian obat-obatan, dan faktor immunologi. Di lain sisi untuk faktor luar adalah suhu, kebersihan dan juga kelembapan dari kulit, dimana suhu dan kelembapan kulit memiliki peran yang penting untuk menggangu keseimbangan antara jamur dan tubuh manusia.

Penyakit panu atau Pityriasis Versicolor memang lebih sering ditemukan ditempat-tempat yang memiliki kelembapan yang stabil, sehingga kasus ini sering ditemukan di Indonesia yang merupakan negara tropis dan memiliki kelembapan yang sesuai. Penyakit ini biasanya sering menyerang orang dengan kelompok usia 13-24 tahun. Penyakit ini biasanya terjadi karena aktivitas pada tubuh manusia secara individual, meskipun ada beberapa kasus penularan dari orang lain.

Pada kasus panu dapat diberikan pengobatan baik berupa obat salep maupun obat minum, untuk panu dengan infeksi ringan biasanya diberikan jenis obat salep.

            Jenis pengobatan salep, yaitu

  1. Salenium sulfat
  2. Larutan natrium tiosulfit
  3. Imdzole krim
  4. Katekanazol shampoo
  5. Bedak Kocok sulfur presipatum

Jenis obat minumnya, yaitu

  1. Intracoazole

Dosis : 200 Mg setiap hari, di konsumsi selama tujuh hari

  • Ketokonazole

Dosis : 200 Mg setiap hari selama sepuluh hari dan sebagai obat dengan dosis tunggal 400 Mg

  • Fluconazole

Dosis : 200 Mg Setiap hari selama 7 hari

            Namun, pengobatan diatas perlu untuk didiskusikan lagi dengan dokter yang telah melihat bagaimana kondisi infeksi panu yang diderita , sehingga akan didapatkan jenis pengobatan yang tepat .

            Pencegahan pada penyakit panu ini dapat dilakukan dengan beberapa cara yang secara garis besar dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan pada tubuh, tetapi dapat diuraikan menjadi.

  1. Menjaga kesehatan dan kebersihan kulit dengan mandi minimal 2 kali dalam sehari.
  2. Menggunakan pakaian yang dapat menyerap keringat, apalagi di dalam cuaca yang panas maupun lembab.
  3. Dapat menggunkan sabun antiseptik.
  4. Mengkonsumsi makanan yang seimbang dalam konsumsi sehari-hari.

Daftar Pustaka

Fitiniani, AD. 2014. PERBEDAAN ANGKA KEJADIAN PITYRIASIS VERSICOLOR PADA SISWA KELAS OLAHRAGA DAN SISWA KELAS NON OLAHRAGA DI SMAN 2 NGAGLIK, SLEMAN, YOGYAKARTA. Yogyakarta : Universitas Islam Indonesia

Mustofa, A., Budiastuti, A., & Farida, H. (2014). PREVALENSI DAN FAKTOR RESIKO TERJADINYA PITYRIASIS VERSICOLOR PADA POLISI LALU LINTAS KOTA SEMARANG. Semarang : Universitas Diponegoro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online