Kenali Penyakit: Pityriasis Rosea

Pengertian Penyakit

Pityriasis rosea (PR) yang juga dikenal sebagai Pityriasis circinata, Roseola annulata, atau Herpes tonurans maculosus adalah penyakit kulit dengan ciri khas “Herald’s patch”, yaitu ruam merah atau merah muda yang bersisik dan sedikit menonjol. Ruam yang pola penyebarannya terlihat seperti “pohon natal” ini dapat disertai rasa gatal ataupun tidak. Nama Pityriasis rosea sendiri mempunyai arti “sisik berwarna mawar”. Pembentukan ruam pada kulit biasanya berlangsung selama 6—8 minggu. (Litchman, Nair, & Le, 2021)

Pityriasis rosea termasuk ke dalam kelompok penyakit papuloskuamosa, yaitu salah satu jenis penyakit radang kulit. Penyakit Pityriasis rosea pertama kali dikemukakan oleh Robert Willan pada tahun 1798, tetapi saat itu penyakit ini dikenal dengan terminologi lain. (Mahajan, Relhan, Relhan, & Garg, 2016)

Penyebab

Penyebab utama Pityriasis Rosea masih belum diketahui secara pasti. Saat ini, herpes virus (HHV) 6 dan 7 menjadi virus yang paling dicurigai sebagai sumber gejala penyakit Pityriasis Rosea. Namun, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengonfirmasi hal ini. (T, et al., 2002)

Tanda dan Gejala

Ketika seseorang terjangkit penyakit Pityriasis rosea, ia pertama-tama akan merasa tidak enak badan selama 1—2 hari. Gejala yang timbul dapat berupa sakit tenggorokan, sakit kepala, bengkak di leher, kelelahan, demam, nafsu makan hilang, pegal-pegal, mual, dan sulit tidur. Barulah timbul satu bercak yang cukup besar, yaitu herald/mother patch atau medallion lesion pada perut, dada, atau punggung yang akan membesar selama 2 minggu. Setelah itu, ruam dan bentol kecil akan muncul pada perut, dada, dan punggung dan dapat ke seluruh tubuh menyebar selama 10—14 hari. Akan tetapi, ruam dan bentol ini akan hilang dengan sendirinya setelah 6—8 minggu hingga 5 bulan atau lebih. Pada orang berkulit cerah, herald patch cenderung berbentuk oval, berwarna merah muda atau salmon, dan bersisik putih di tengahnya. Sementara itu, pada orang berkulit gelap, herald patch akan berwarna ungu atau cokelat tua dan ruamnya berbentuk bentol. (American Academy of Dermatology Association (AAD), n.d.)

Pengobatan

Ruam Pityriasis rosea dapat menghilang tanpa diobati dalam waktu 6—8 minggu, tetapi butuh 5 bulan atau lebih lama supaya kulit betul-betul menjadi bersih. Di samping itu, pasien sering meminta obat gatal seperti krim hydrocortisone, salep triamcinolone, antihistamin, dan fototerapi UVB. Terkadang muncul titik-titik hitam kecil di bekas ruam yang biasanya dialami orang berkulit gelap. Titik-titik hitam kecil ini dapat hilang dengan sendirinya setelah 6—12 bulan. (American Academy of Dermatology Association (AAD), n.d.)

Daftar Pustaka

American Academy of Dermatology Association (AAD). (n.d.). PITYRIASIS ROSEA: DIAGNOSIS AND TREATMENT. Retrieved September 2, 2021, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/pityriasis-rosea-treatment

American Academy of Dermatology Association (AAD). (n.d.). PITYRIASIS ROSEA: SIGNS AND SYMPTOMS. Retrieved September 2, 2021, from https://www.aad.org/public/diseases/a-z/pityriasis-rosea-symptoms

Litchman, G., Nair, P. A., & Le, J. K. (2021). Pityriasis Rosea. In StatPearls [Internet]. StatPearls Publishing.

Mahajan, K., Relhan, V., Relhan, A. K., & Garg, V. K. (2016). Pityriasis Rosea: An Update on Etiopathogenesis and Management of Difficult Aspects. Indian Journal of Dermatology, 61(4), 375–384.

T, W., T, K., SE, J., EA, A., JM, O., & JB, B. (2002). Pityriasis rosea is associated with systemic active infection with both human herpesvirus-7 and human herpesvirus-6. J Invest Dermatol(119), 793–797.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online