Kenali Penyakit: Pitiriasis Alba

Pitiriasis alba berasal dari bahasa latin pitiriasis yang berarti skuama atau sisik halus dan alba yang berarti putih adalah suatu penyakit kulit penyakit kulit jinak yang umumnya menyerang anak-anak dan remaja berusia 3-16 tahun. Kelainan pada kulit ini juga dapat terjadi pada semua ras tetapi pada umumnya banyak dijumpau pada anak-anak yang memiliki warna kulit yang lebih gelap dan juga penyakit ini tidak tergantung pada musim tetapi berdasarkan pengamatan yang dilakukan jumlah penderitanya didapatkan lebih banyak pada musim panas. Untuk penyebab dari pityriasis alba, tidak ada penyebab yang spesifik dari penyakit ini yang telah teridentifikasi serta penyakit ini juga tidak menular. Banyak penelitian yang sudah di lakukan untuk membuktikan secara langsung penyebab dari penyakit ini, beberapa di antaranya menyimpulan bahwa penyakit ini disebabkan oleh faktor yang berhubungan dengan patogen seperti peradangan pada kulit (dermatitis), infeksi dari bakteri dan jamur, dan juga proses paska peradangan. Ada juga yang mengatakan bahwa penyebab dari penyakit ini karena turunnya jumlah melanosit atau sel penghasil pigmen yang memberikan warna pada kulit. Penyebab lainnya juga bisa dikarenakan gigitan dari serangga atau iritasi bahan kimia. Kondisi ini juga sering terjadi pada anak yang memiliki peradangan pada kulit yang atopik atau eksim, dapat juga pada anak-anak yang sering mandi menggunakan air panas serta paparan sinar matahari tanpa tabir surya yang terus menerus.

Gejala klinis dari penyakit ini biasanya adanya kelainan abnormal pada jaringan kulit yang biasanya tidak memiliki keluhan, kalau pun adanya keluhan biasanya seperti rasa gatal di area kulit atau rasa seperti terbakar yang tidak terlalu mengganggu penderitanya. Awal mula dari penyakit ini adalah area kulit yang mengalami kelainan akan berwarna merah atau merah muda yang terlihat sangat jelas dengan bentuk dan posisi yang tidak beraturan pada kulit, dan kulit akan menjadi bersisik halus yang disertai kering pada permukaan kulit. Perlahan-lahan warna kemerahan pada kulit akan menghilang dan meninggalkan warna kulit menjadi putih atau pucat (hipopigmentasi). Pada penderita anak-anak lokasi dari kelainan ini biasanya terdapat pada muka terutama pada bagian disekitar pipi, dagu, mulut dan dahi. Kulit yang Abnormal ini juga dapat ditemukan pada alat gerak seperti tangan, leher, badan, dan bahu. Penyakit ini biasanya menetap selama beberapa bulan bahkan bisa sampai setahun lebih  dan juga dapat muncul Kembali dengan beberapa jarak waktu tertentu, contohnya pada anak-anak yang letak posisi dari penyakit ini berada pada muka rata-rata timbul lagi setelah 1 tahun atau lebih. Untuk mendiagnosis dari penyakit ini dokter akan membuat diagnosis berdasarkan keadaan dari kulit seluruh badan hingga kulit pada kepala dan dilanjutkan dengan melakukan biopi kulit lebih lanjut untuk diteliti.

Pengobatan pada penyakit kulit ini meliputi perawatan kulit secara menyeluruh, menggunakan perlindungan terhadap sinar matahari seperti penggunaan tabir surya, serta pentingnya edukasi yang tidak hanya diberikan kepada penderita melainkan juga kepada orang tuanya bahwa kelainan ini tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya tanpa diobati jika tidak memiliki keluhan. Terkadang pengobatan pada penyakit ini membutuhkan waktu yang cukup lama karena bagaimanapun juga kelainan pigmentasi pada kulit membutuhkan proses yang memakan waktu untuk memperbaikkinya. Mempertimbangkan besar kecilnya dari manfaat penggunan suatu obat yang akan digunakan untuk pengobatan merupakan hal yang penting yang perlu dilakukan karena pada usia anak-anak sangat rentan terhadap beberapa penggunaan obat.

Pemberian krim obat pelembab yang aman untuk pasien yang usianya berada di bawah 2 tahun. Cara pertama pengobatannya ialah dengan imunomodulator yaitu pemberian krim salep tacrolimus 0,1% atau krim pimecrolimus 1% yang digunakan pada kasus kelainan genetik, dan biasanya pimecrolimus 1% diberikan pada kurun waktu kurang lebih 3 bulan. Ada juga bentuk pengobatan lainnya yaitu kotikosteroid yang merupakan pemberian obat steroid flucinolone, hidrokortison dan desonid untuk pencegahan terhadap infalmasi. Jenis pengobatan kortikosteroid memerlukan perhatian khusus untuk anak-anak yang berusia dibawah 2 tahun. Ada juga penggunaan obat emolien yang bisa digunakan dalam bentuk lotion, krim ataupun salep, penggunaan steroid topical untuk menghilangkan kemerahan pada kulit dan rasa gatal, dan penggunaan obat lainnya yang dianjurkan oleh dokter.

Pencegahan yang bisa dilakukan untuk penyakit ini bisa dengan menjaga kesehatab tubuh yang baik serta meningkatkan kekebalan imunitas tubuh dengan cara memenuhi kebutuhan gizi tubuh yang cukup, menghindari penggunaan pakaian sintesis, menghindari penggunaan asupan makanan asam yang berlebihan, memeriksa setiap tambalan terlebih dahulu, hindari permukaann kulit terpapat sinar matahari menghindari penggunaan obat-obatan tropis maupun herbal dalam bentuk apa pun yang belum terkonfirmasi penggunaannya pada kulit, serta menghindari konsumsi alkohol dan merokok.

Sumber :

Yulyana, Cyntia dan Yulianti, Linda. 2009. Pitiriasis Alba : Kelainan Hipopigmentasi Pada Dermatitis Atopik. Ebers Papyrus Vol. 15 No.1.

Miazek, Nina, dkk. 2015. Pityriasis Alba—Common Disease, Enigmatic Entity : Up-to-Date Review of the Literature. Pubmed.

Givler, Donald N., Basit,Hajira, dan Amy Givler. 2021. Pityriasis Alba. Pubmed.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online