Kenali Penyakit: Perforasi Usus

Definisi

Perforasi adalah ancaman area pencernaan dan berindikasi untuk memerlukan pembedahan. Bedah yang dilakukan untuk mengatasi perofrasi adalah laparatomi eksplorasi. Perofrasi usus adalah bentuk penembusan dari dinding usus halus, usus besar, dan lambung akibat isi usus bocor kedalam rongga perut. Perinotis berasal dari perofrasi yang menembus rongga peritoneum (selaput yang melapisi dinding abdomen bagian dalam) akibat dari inflamasi, infeksi, iskemia, dan trauma.

Penyebab

Penyebab umum dari perofrasi usus adalah penyakit apendisitis (Usus buntu) dan divertikulitis . Apendisitis dapat menyerang orang pada umur berapapun, untuk diverticulitis lebih sering mengenai usia lansia. Kedua proses penyakit ini biasanya dianggap sebagai hasil feses yang terperangkap dalam struktur ujung yang buta, sehingga menyebabkan peningkatan tekanan intraluminal, stasis, dan infeksi yang mengarah ke abses lokal atau perforasi. Penyakit radang usus seperti penyakit crohn, ulkus gaster, keganasan pada saluran cerna, sindroma arteri mesentrika superior, trauma, dan colitis ulserativa juga dapat menyebabkan perforasi, terutama pada penyakit crohn, yang ditandai dengan peradangan ketebalan penuh pada dinding usus.

Gejala

Gejala disertai dengan nyeri perut hebat yang selalu meningkat dengan adanya pergerakan seperti mual, muntah, dan pada keadaan lanjut disertai dengan demam dan mengigil.

Pengobatan

Setelah penilaian awal selesai dan perforasi usus dicurigai, manajemen dapat dilakukan. Banyak, tetapi tidak semua memerlukan pembedahan. Namun, semua kasus harus dievaluasi oleh ahli bedah. Pengobatan awal meliputi istirahat usus, cairan intravena, antibiotik spektrum luas intravena, dan pemeriksaan perut yang sering. Kasus yang disertai peritonitis lebih mungkin memerlukan pembedahan. Perforasi terkendali dapat dikelola secara konservatif dengan drainase pengumpulan cairan yang dipandu radiologi intervensi. Namun, kegagalan manajemen konservatif dengan persistensi gejala dan/atau perkembangan sepsis memerlukan intervensi bedah bagaimanapun, eksplorasi laparoskopi telah muncul sebagai pilihan yang layak untuk mengidentifikasi dan mengobati sumber perforasi. Reseksi atau perbaikan situs berlubang dengan atau tanpa drainase dan pengalihan biasanya dilakukan.

Daftar Pustaka

Hafner Jessica, Tuma Faiz, Hoilat J. Gillies, Marar Omar. Intestinal Perforation. StatPearls Publishing, August 13, 2021. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK538191/

Jones Mark W., Kasyhap Sarang, Zabbo Christopher P., Bowel Perforation. StatPearls Publishing, July 18, 2021. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK537224/

Pouli Styliani, Kozana Androniki, Daskalogiannaki Maria, Raissaki Maria. Gastrointestinal perforation: Clinical and MDCT Clues For Identification of Aetiology. Insights Imagining Publishing February 21 2020. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7035412/

Warsinggih. Perforasi Gastrointestinal. Makassar: Universitas Hasanuddin, 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online