Kenali Penyakit: Penyakit Jantung Reumatik (PJR)

Penyakit Jantung Reumatik (PJR) atau Rheumatic Heart Disease (RHD) merupakan kelainan katup jantung yang diakibatkan oleh demam reumatik akut sebelumnya. Penyakit ini umumnya menyerang anak sekolah usia 5-15 tahun. Demam reumatik akut sendiri merupakan salah satu penyebab utama penyakit jantung pada anak-anak hingga dewasa muda khususnya di negara berkembang yang memiliki keadaan sosial dan ekonomi yang buruk.

Sebagai penyebab dari penyakit jantung reumatik, demam reumatik timbul akibat infeksi  bakteri Streptococcus beta-hemolyticus Grup A yang sering berkembang biak dan membentuk koloni di area tenggorokan. Penyakit jantung rematik kemudian terjadi ketika terdapat peradangan dan jaringan parut pada katup jantung yang diakibatkan oleh demam reumatik. Lebih dari 60% penyakit demam reumatik akan berkembang menjadi penyakit jantung reumatik.

Penyakit jantung reumatik adalah komplikasi terberat dari demam reumatik akut yang menyebabkan penderita berisiko mengalami kerusakan jantung apabila terjadi infeksi demam reumatik akut secara berulang. Penyakit ini dipicu oleh demam reumatik berkelanjutan yang melibatkan kelainan pada katup dan endokardium, terutama menyerang katup mitral (75%), katup aorta (25%), namun jarang mengenai katup trikuspid dan tidak pernah menyerang katup pulmonal. Kerusakan yang ditimbulkan yaitu kerusakan katup jantung akan menyebabkan timbulnya kebocoran. Apabila terjadi berulang, penyakit ini dapat menyebabkan penebalan pada katup, pembentukan jaringan parut, dan dapat mengakibatkan celah pada katup lebih kecil daripada katup normal.

Gejala yang dialami oleh penderita antara lain sesak napas ringan-sedang, rasa tak nyaman di dada atau nyeri pada dada, pembengkakan, batuk dan sesak napas ketika sedang berbaring. Gejala lainnya yang sering dijumpai pada anak-anak yaitu cepat lelah sehingga menyebabkan anak tidak mau bermain bersama teman temannya. Hal ini juga dapat terjadi pada anak berusia remaja yang biasanya akan mengeluhkan lelah dan mengurangi aktivitasnya. Keluhan radang tenggorokan ditandai dengan nyeri dan batuk-batuk yang dapat menyebabkan anak tidak mau makan karena merasa sakit saat menelan juga dapat ditemui. Pada pemeriksaan fisik, penyakit ini paling sering ditandai dengan bising jantung dan detakan jantung di atas normal (>100x per menit). Wanita hamil dengan penyakit jantung reumatik umumnya mengalami gangguan irama jantung dan gagal jantung karena peningkatan volume darah menempatkan lebih banyak tekanan pada katup jantung.

Penanganan pasien penyakit jantung reumatik disesuaikan berdasarkan kerusakan pada jantung sehingga penderita dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menentukan metode pengobatan yang sesuai dengan kondisi jantung penderita. Adapun terapi pengobatan yang umumnya dilakukan berupa Terapi Antibiotik seperti Penisilin untuk memusnahkan bakteri Streptococcus beta-hemolyticus Grup A, Terapi Anti Inflamasi untuk menekan peradangan dari respon autoimun, serta terapi suportif untuk mengatasi gagal jantung kongestif. Setelah melewati fase akut, tujuan terapi diutamakan untuk pencegahan penyakit jantung reumatik berulang dan memantau kemungkinan komplikasi. Selain itu, pasien juga harus menjaga aspek diet dan mengontrol aktivitasnya. Pada kasus-kasus parah, penanganan melalui Terapi Operatif dapat dilakukan untuk mengganti atau memperbaiki katup jantung yang rusak.

Tindakan pencegahan yang paling penting yaitu menghindari risiko terkena demam reumatik melalui pengobatan radang tenggorokan dengan antibiotik yang tepat. Setelah pasien diidentifikasi menderita demam reumatik, penting untuk mencegah infeksi Streptococcus beta-hemolyticus Grup A tambahan karena hal ini dapat menyebabkan kerusakan tambahan pada katup jantung. Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah infeksi Streptoccocus tambahan adalah melalui pengobatan pasien dengan antibiotik yang paling efektif dalam mencegah infeksi lebih lanjut yakni Benzatin Penisilin G. Pengobatan antibiotik diberikan melalui injeksi intramuskular setiap 3-4 minggu selama beberapa tahun.

Pada negara-negara dimana penyakit jantung reumatik endemik, strategi utama untuk pengendalian dan pengawasan meliputi meningkatkan taraf hidup masyarakat, memperluas akses ke perawatan yang tepat, serta memastikan pasokan antibiotik yang terjamin kualitasnya secara konsisten untuk pencegahan infeksi primer dan sekunder.

Daftar Pustaka

Julius, W.D. (2016). Penyakit Jantung Reumatik. Jurnal Medula Unila, [online] 4(3). Available at: file:///C:/Users/asus/Downloads/1601-2313-1-PB.pdf [Accessed 28 Aug. 2021].

Majid, A. (2005). Fisiologi Kardiovaskular. Medan: Bagian Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, pp.7–16.

World Health Organization (WHO) (2020). Rheumatic Heart Disease. [online] Available at: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/rheumatic-heart-disease [Accessed 28 Aug. 2021].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online