Kenali Penyakit: Penyakit Ginjal Kronik

Ginjal adalah salah satu organ yang penting sebab punya peran yang banyak bagi tubuh manusia. Ginjal memiliki 2 fungsi, yaitu fungsi ekskresi (pembuangan) dan non-ekskresi (selain pembuangan). Fungsi ekskresi diantaranya adalah menjaga keseimbangan mineral dan elektrolit dalam darah, mengatur homeostatis darah melalui keseimbangan asam- basa, membentuk dan mengontrol volume urin, dan mencegah terkumpulnya sampah dalam darah. Selain fungsi ekskresi, fungsi non-ekskresi ginjal adalah mengatur tekanan darah melalui kontraksi vaskular, merangsang pembentukan sel darah merah pada sumsum tulang, dan mengontrol gula darah yang berkaitan dengan pelepasan hormon insulin serta adrenalin.

            Dengan aktivitas ginjal yang sedemikian banyaknya, ginjal rentan untuk mengalami kerusakan. Salah satunya, adalah penyakit ginjal kronik atau publik biasanya menyebut dengan gagal ginjal kronik. Penyakit ginjal kronik disebabkan oleh terjadinya penurunan secara progesif fungsi ginjal dalam waktu kurang lebih 3 bulan. Penyakit ginjal kronik merupakan salah satu masalah kesehatan global dengan prevalensi dan derajat insidens yang tiap tahun semakin meningkat. Hal ini dikarenakan pada derajat awal PGK tidak menunjukkan gejala yang signifikan. Gejala klinis ini baru terlihat jika sudah mencapai derajat 3-4. Gejala klinis yang nampak adalah urin berwarna merah tua atau kecoklatan mirip teh, berbusa, dan berwarna keruh. Selain itu juga terdapat edema, nyeri di pinggang/perut, anemia, penurunan berat badan secara drastis, rasa mual, hingga hilangnya nafsu makan.

            Faktor yang mampu meningkatkan risiko terkena PGK adalah diabetes mellitus, obesitas, hipertensi, penyakit ginjal polikistik, nefritis interstitial kronis, glomerulonefritis kronis, dan riwayat penyakit ginjal pada keluarga (penyakit ginjal herediter).

            Sebelum terjadi PGK, masyarakat dapat melakukan beberapa pemeriksaan untuk menyelidiki serta mendiagnosis apakah mengalami PGK. Orang dengan gejala seperti yang telah disebutkan dapat melakukan beberapa pemeriksaan seperti, tes urine (melihat sel darah merah, sel darah putih, dan protein dalam urine), tes darah (memeriksa kadar ureum, kreatinin, protein, dan albumin), sinar X (melihat struktur ginjal), biopsi ginjal (memeriksa jaringan di bawah mikroskop dan dapat mendiagnosis radang ginjal)

Akan tetapi, PGK ini belum ada obat yang ampuh menyembuhkannya. Obat yang diberikan biasanya dipergunakan untuk memperlambat proses perkembangan kegagalan jaringan ginjal, komplikasi yang mungkin menyertai penyakit, dan mengendalikan gejala klinis yang dirasakan oleh pasien.  Untuk itu, akan lebih baik jika masyarakat mampu merawat ginjalnya agar tidak terkena PGK ini. Beberapa cara dapat dilakukan agar kesehatan ginjal terus terjaga, yaitu

  1. Olahraga secara teratur agar badan tetap aktif dan bugar
  2. Mengonsumsi makanan yang bernutrisi dan mengontol kadar gula dalam darah
  3. Memeriksa tekanan darah secara berkala
  4. Memeriksa berat badan secara berkala
  5. Menjaga asupan cairan tubuh agar cairan yang masuk dan keluar tetap seimbang
  6. Tidak mengonsumsi obat sembarangan tanpa resep dokter
  7. Tidak mengonsumsi rokok
  8. Hindari mengonsumsi makanan yang mengandung banyak garam
  9. Mulai mengganti gula yang indeks glikemiknya tinggi ke gula yang indeks glikemiknya rendah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online