Kenali Penyakit: Parotitis

            Parotitis (MUMPS) biasa dikenal dengan penyakit Gondongan merupakan penyakit virus akut dan menular yang menyerang kelenjar ludah terutama kelenjar parotis yang terletak diantara telinga dan rahang. Parotitis terdapat dua jenis yaitu parotitis unilateral dan parotitis bilateral. Paramyxovirus adalah virus jenis RNA yang menyebabkan parotitis, virus ini dari genus Rubulavirus subfamily paramysovirinae, dan family Paramyxoviridae. Virus ini dapat menyebar lewat kontak langsung, airborne droplet, dan benda/bahan yang tercemar oleh saliva yang infeksius. Mekanisme terjadinya parotitis ini adalah masuknya paramyxovirus melalui kontak langsung sehingga virus ini dapat masuk ke saluran pernapasan, virus memiliki masa inkubasi 14-24 hari yang terletak di saluran pernapasan kemudian akan masuk ke aliran darah dan menuju ke organ-organ lain termasuk selaput otak,  pankreas, payudara, gonad, thyroid, jantung, hati, otak, dan ginjal. Setelah masa inkubasinya selesai, virus akan bermultiplikasi atau memperbanyak diri di dalam sel epitel saluran pernapasan, setelah itu virus menuju ke kelenjar ludah terutama kelenjar parotis. Gejala awal dari penyakit ini ditandai dengan perasaan lesu, terdapat rasa nyeri pada otot daerah leher, nafsu makan menurun, sakit kepala, anorexia, suhu tubuh meningkat sekitar 38,5⁰ – 39,5⁰ C, sakit pada saat menelan, dan terjadi pembengkakan pada kelenjar parotis yang awalnya satu (unilateral) kemudian keduanya (bilateral). Bengkaknya kelenjar parotis dapat mereda secara perlahan-lahan sekitar 3-7 hari, tetapi bisa juga dalam jangka waktu yang lebih lama.

            Parotitis merupakan penyakit yang dapat menyerang kelenjar maupun jaringan lain karena virus menyebar ke aliran darah. Ketika penanganan parotitis tidak dilakukan dengan baik, maka dapat menimbulkan banyak komplikasi pada organ tubuh seperti orchitis, epidedemytis, oophoritis, pancreatitis, arthritis, myokarditis, kelainan pada mata, nefritis, ketulian, embriopati parotitis, dan meningitis, selain itu terdapat komplikasi pada ginjal dan hati. Agar tidak terkena penyakit parotitis ini terdapat dua cara pencegahan yaitu pencegahan pasif dan pencegahan aktif. Pencegahan pasif tidak efektif dalam mencegah parotitis maupun komplikasinya, pencegahan ini menggunakan gamma-globulin. Sedangkan, pencegahan aktif dengan memberikan vaksin yang sudah dilemahkan atau dirubah sifatnya yaitu vaksin parotitis epidemika yang hidup. Vaksin ini diberikan pada anak berumur 15 bulan. Parotitis dapat sembuh atau hilang sendiri karena penyakit ini bersifat self-limited biasanya berlangsung dalam satu minggu. Untuk pengobatan parotitis tidak terdapat terapi yang spesifik, sehingga pengobatannya simptomatis (sesuai gejala yang dirasakan) dan supportif. Dengan cara perbanyak istirahat sesuai dengan kebutuhan, pada saat makan kemampuan mengunyah disesuaikan, pemberian obat kortikosteroid selama 2-4 hari untuk mencegah terjadinya orchitis (komplikasi organ lain).

Daftar Pustaka

Apriasari, M. L., & Soenartyo, H. (2009). Mumps Unilateral Pada Pasien Remaja. Oral

            Medicine Dental Journal, 1(2), 2-6.

Nurleli.2019.Pengetahuan Ibu Tentang Parotitis Epidemika (Gondongan/Mumps) Pada Anak

            Di Lingkungan 2 Kelurahan Dataran Tinggi. Volume III. Jurnal Kesehatan Bukit

            Barisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online