Kenali Penyakit: Parafimosis

Parafimosis merupakan suatu kelainan yang terjadi pada kulup penis yang menyebabkan kulup penis yang ditarik ke belakang tidak dapat kembali pada posisi semula. Kasus ini terjadi pada penis yang belum disunat dan dapat menyerang pada pria dengan segala usia. Meskipun begitu parafimosis lebih banyak menyerang pria pada usia anak-anak dan lansia. Kelainan ini dapat membuat penderita merasa sakit dan bengkak pada bagian ujung penis. Kondisi ini harus secepatnya ditangani untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.

            Parafimosis ini sebetulnya termasuk kondisi yang jarang terjadi. Seorang pria akan lebih mudah terkena penyakit ini bila memiliki faktor risiko seperti kebiasaan menarik kulup penis, usia yang masih anak-anak atau sudah lanjut usia, terdapat infeksi pada penis, menindik penis, dan terdapat cedera di sekitar alat kelamin. Seorang pria dapat menarik kulup ketika sedangan melakukan aktivitas tertentu seperti saat pemasangan kateter, menjalani pemeriksaan penis oleh dokter, buang air kecil, mebersihkan penis, dan saat berhubungan seksual.

            Gejala yang dialami oleh penderita jika terkena parafimosis adalah perasaan sakit pada ujung penis dan juga bengkak. Perubahan warna ujung penis menjadi biru atau merah tua  juga dapat terjadi karena aliran darah ke penis yang terhalang. Selain itu penderita akan kesulitan saat hendak buang air kecil.

            Dalam mengobati penyakit ini, usia dan tingkat keparahan parafimosis yang terjadi akan sangat berpengaruh pada langkah penanganannya. Penyakit ini dapat dideteksi dengan prosedur yang sederhana yaitu dengan cara mengompres bagian penis yang bengkak dengan es, mengeluarkan kumpulan darah, dan menyuntikkan obat hyaluonidase yang dapat mengurangi bengkak pada penis. Keadaan parafimosis ini dapat diobati dengan mengurangi kulit kulup zakar. Sedangkan pada kasus anak-anak pada beberapa keadaan perlu dilakukan khitan.

            Namun apabila parafimosis yang terjadi pada pasien sudah cukup parah, prosedur yang dapat dilakukan oleh dokter diantaranya:

  1. Penyuntikan Penis

Tujuannya adalah untuk mengeluarkan cairan yang terperangkap di dalam penis. Proses penyuntikkan ini akan mengecilkan ukuran kepala penis yang akan memudahkan kulup kembali ke posisi semula.

  • Penyayatan Kulup

Kulup yang tersangkut dapat dilakukan penyayatan dengan tujuan mengurangi tekanan dan bengkak yang terjadi. Prosedur ini dilakukan oleh dokter dengan membuat sayatan kecil pada kulup dan mengembalikan posisi kulup seperti semula.

  • Sunat

Sunat dilakukan dengan prosedur pemotongan dan pengangkatan seluruh kulup pada penis. Prosedur ini harus dilakukan jika parafimosis yang terjadi sudah sangat parah. Selain sebagai pengobatan, sunat juga dilaksanakan untuk mencegah terulangnya parafimosis pada pasien.

            Penyakit parafimosis tentunya dapat dicegah. Selain melakukan sunat, menjaga kebersihan penis dengan rutin membasuh penis menggunakan air hangta, atau membersihkan penis dengan sabun yang berbahan lembut merupakan salah satu cara utama dalam mencegah penyakit ini dapat terjadi. Selain itu hal-hal yang dapat menghindari diri dari terkena parafimosis diantaranya adalah tidak menarik atau membuka kulup pada bayi maupun balita.

Daftar Pustaka

Choe, J. (2000). Paraphimosis: Current Treatment Options. Am Fam Physician.

Bragg BN, Kong EL, Leslie SW. Paraphimosis. [Updated 2021 Aug 12]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459233/

Dobanovacki D, Lucić Prostran B, Sarac D, Antić J, Petković M, Lakić T. Med Pregl. 2012 Jul-Aug

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online