Kenali Penyakit : Obesitas Pada Anak

Menurut World Health Organization (WHO), obesitas merupakan penumpukan lemak yang berlebihan dan dapat mengganggu kesehatan, karena adanya ketidakseimbangan asupan energi dengan energi yang digunakan dalam waktu yang lama. Pada tahun 2010 diperkirakan 43 juta anak di dunia mengalami obesitas dan kelebihan berat badan, 35 juta di antaranya merupakan anak yang tinggal di negara berkembang. Laporan WHO juga menyebutkan, pada tahun 2014 kondisi anak usia 5–19 tahun yang mengalami obesitas mencapai 39,0%, dengan jumlah anak perempuan lebih banyak mengalami obesitas dibandingkan anak laki-laki.

  1. Faktor Terjadinya Obesitas Pada Anak dan Masalah yang Dapat Terjadi

Masalah obesitas ini dapat terjadi akibat beberapa faktor. Dalam penelitian Haines, dikatakan bahwa riwayat obesitas pada orang tua memiliki hubungan terhadap kasus obesitas pada anak, jika salah satu dari ayah atau ibu seorang anak menderita obesitas, maka anaknya memiliki peluang mengalami obesitas juga sebesar 40-50%. Dan jika kedua orang tuanya menderita obesitas, maka peluangnya meningkat menjadi 70-80%.

Faktor selanjutnya yang dapat mempengaruhi timbulnya obesitas ialah faktor konsumsi makanan dan aktivitas fisik yang tidak seimbang. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan pola makan seperti kurangnya konsumsi serat, buah dan sayur, tingginya konsumsi garam, meningkatnya konsumsi makanan yang tinggi lemak seperti makanan siap saji, dan juga kebiasaan minum minuman kemasan yang manis. Selain itu, jarangnya melakukan aktivitas fisik di luar rumah, terutama pada masyarakat yang tinggal di perkotaan dan pada era perkembangan teknologi seperti sekarang, juga menjadi salah satu faktor terjadinya obesitas pada anak.

Obesitas anak dapat sangat mempengaruhi kesehatan fisik dan psikis anak-anak, anak-anak akan cenderung merasa kurang percaya diri sehingga dapat menyebabkan kinerja akademik mereka menjadi buruk. Obesitas yang dialami sejak dini pada usia anak-anak juga dapat berisiko untuk menjadi kasus obesitas pada usia dewasanya nanti. Kondisi obesitas yang timbul pada masa anak dan remaja bila berlanjut pada usia dewasa, akan sulit diatasi dengan diet dan olahraga saja. Hal ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan karena obesitas berpengaruh terhadap kondisi kesehatan dan tumbuh kembang anak. Selain itu, anak juga berpotensi untuk mengalami berbagai penyakit seperti darah tinggi ataupun kencing manis.

  • Tanda Terjadinya Obesitas Pada Anak

Kejadian obesitas ini dapat dengan mudah dikenali. Tandanya antara lain wajah anak tampak membulat, pipi tembam, dagu rangkap, leher yang cenderung pendek, dada terlihat lebih membusung, perut membuncit dengan dinding perut berlipat-lipat, kedua tungkai terlihat seperti huruf X dengan pangkal paha bagian dalam saling bersentuhan, serta pada anak laki-laki terlihat penis yang tampak kecil karena tertutupi oleh jaringan lemak.

Penilaian obesitas pada anak dapat dilakukan dengan menghitung indeks masa tubuh (IMT). Pengukuran IMT dilakukan dengan menghitung berat badan anak dalam kilogram dibagi tinggi badan anak dalam meter kuadrat (kg/m2). Anak termasuk dalam kategori obesitas jika IMT-nya berada diatas persentil 95 pada grafik tumbuh kembang berdasarkan usia dan jenis kelaminnya.

  • Penanganan Obesitas Pada Anak

Penanganan obesitas pada anak dapat dilakukan dengan bentuk terapi hingga mencapai kontrol berat badan dan pengurangan IMT secara tepat dan bertahap. Terapi ini juga harus mencakup pencegahan terhadap masalah jangka panjang yang dapat terjadi akibat obesitas pada masa kanak-kanak. Rencana perawatan dilakukan dengan menekankan pola diet yang sesuai target yang ingin diperoleh, membiasakan sarapan pada anak, melakukan latihan fisik yang rutin dan berkelanjutan, dukungan dari keluarga, tidur yang cukup, dan sebisa mungkin menghindari terjadinya perubahan drastis dalam berat badan.

Selanjutnya diperlukan juga untuk selalu menjaga pola hidup sehat, dengan mengurangi makanan yang manis yang kurang mengandung gizi, seperti makanan cepat saji ataupun minuman bersoda, dan memperbanyak konsumsi buah, sayuran, serta kacang-kacangan. The United States Dietary Guidelines for Americans juga merekomendasikan anak-anak sekolah untuk banyak melakukan aktivitas fisik paling tidak selama 60 menit setiap hari untuk menurunkan risiko terjadinya obesitas. Aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin ini tidak hanya dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga dapat menjaga kesehatan mental yang baik untuk perkembangan anak.

Daftar Pustaka

Aprilia, Ayu. (2015). Obesitas pada Anak Sekolah Dasar. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

Aulia Agristika. (2015). Komplikasi Obesitas Pada Anak dan Upaya Penanganannya. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

Kementrian Kesehatan RI. 2018. Epidemi Obesitas. Jakarta: Kemenkes RI. 

Mirna Candra D. (2015) Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Obesitas Pada Anak. Fakultas Kedokteran Universitas Lampung.

Sahoo, K., Sahoo, B., Choudhury, A. K., Sofi, N. Y., Kumar, R., & Bhadoria, A. S. (2015). Childhood obesity: causes and consequences. Journal of family medicine and primary care4(2), 187–192. https://doi.org/10.4103/2249-4863.154628

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online