Kenali Penyakit : Nefroblastoma

Nefroblastoma atau yang lebih diketahui dengan Tumor Wilms (WT) adalah masalah keganasan pada ginjal akibat kanker atau tumor yang paling sering terjadi pada anak-anak balita umur 3 sampai 5 tahun. Penyakit ini mempunyai tingkat kejadian hingga 6% jika dibandingkan dengan masalah keganasan lainnya. Nama yang dikenal sebagai tumor wills terinspirasi dari nama orang yang pertama kali mendeskripsikan tumor ini yaitu Max Wilms, seorang ahli bedah asal Jerman.

Untuk secara keseluruhan keganasan pada anak, tumor ini menduduki peringkat kelima, sedangkan untuk keganasan intrabdomen tumor ini menduduki peringkat kedua. 1 dari 10.000 kelahiran mendertia tumor wilms dengan menggunakan risiko acak. Tingkat kejadian pada anak umur dibawah 15 tahun diketahui sebanyak tujuh kasus per satu juta anak. Dijumpai adanya komparasi rasio sebanyak 1,25:1 antara ras berkulit gelap dengan ras berkulit terang. Akan tetapi tidak dijumpai adanya komparasi tingkat kejadian antara laki-laki dan perempuan.

Pemicu terjadinya Tumor Wilms sampai sekarang belum ditemukan dengan jelas. Akan tetapi, terdapat beberapa asumsi yang diketahui merupakan pemicu terjadinya tumor wilms. Penyakit genetik atau penyakit keturunan melalui orang tua dan tidak tentu dicurigai merupakan penyebab dari tumor wilms. Sindrom Beckwith-Wiedemann, Sindrom WAGR, Sindrom Denys-Drash, kelainan lubang kencing pada penis, testis tidak turun, dan mutase trisomy 18 merupakan beberapa diantara sindrom terkait tumor wilms.

Tumor wilms diduga terjadi pada saat janin. Normalnya, sisa pembentukan ginjal akan menghilang pada minggu ke-36 janin. Akan tetapi, janin dengan tumor wilms akan lahir bersama dengan sisa pembentukan ginjal yang masih ada dan selanjutnya akan berkembang menjadi tumor.

Yang paling sering terjadi pada kasus tumor wilms yaitu ditemukannya massa di perut atau abdomen yang tidak memiliki tanda. Massa ini dapat membesar dengan cepat pada sebagian kasus sehingga jika pecah maka pasien akan mengalami demam, nyeri, darah tinggi (hipertensi), serta kekurangan darah (anemia). Sedangkan untuk 20 sampai 30 persen kasus ini akan terasa sakit pada daerah perut atau abdomen, kencing berdarah baik banyak maupun sedikit, atau perasaan lelah dan tidak nyaman. Kenaikan aktivitas ginjal yang mengakibatkan terjadinya darah tinggi atau hipertensi juga terjadi pada 25 pasien per 100 kasus tumor wilms. Akibat tidak tersaringnya darah menuju vena di ginjal (vena renalis) atau vena terbesar atau vena kava inferior atau karena adanya tekanan dari massa di perut pada organ-organ disekitarnya akan mengakibatkan keluhan tidak khas seperti pembesaran perut (abdomen), pembesaran organ hati, dan gagal jantung.

Terdapat beberapa stadium tingkatan tumor wilms. Dimulai dari stadium 1 sampai 5 hingga stadium berulang. Pada stadium pertama, tumor dapat diambil semuanya dan hanya dijumpai di ginjal. Setelah menjalar ke jaringan diluar ginjal yakni ke pembuluh darah, jaringan lemak, atau jaringan lain, maka ini sudah memasuki stadium kedua. Selanjutnya, pada stadium ketiga tumornya sudah menjalar di dalam ruang perut (abdomen) dan sudah ada penjalaran sel kanker  ke kelenjar getah bening dan pembuluh darah. Pada stadium ini tumor sudah tidak bisa diambil semuanya lagi. Apabila penjalaran sel kanker sudah jauh ke hati, tulang, tulang belakang, otak, paru, dan panggul maka sudah masuk ke stadium keempat. Dan stadium terakhir yaitu stadium kelima. Sel tumor sudah ditemukan di kedua ginjal pada stadium ini. Untuk pasien yang sudah sembuh, tumor dapat muncul lagi pada stadium rekuren.

Pasien yang menderita tumor wilms dapat diperiksa dengan pemeriksaan radiografi, USG, MRI, dan tes CT. Pengobatan utama yang dapat dilakukan yaitu kemoterapi dan pembedahan ginjal. Tipe, banyaknya kemoterapi, dan tatalaksana sehabis terapi bisa dipengaruhi oleh stadium tumor dan subtipe struktur jaringan tumor.

Salah satu pengobatan terpenting pada tumor wilms yaitu kemoterapi. Takaran obat yang diberikan berdasarkan pada stadium tumor pasien dan berat badannya. Dactinomycin, carbo platin, vineristine, etoposide, doxorubicin, dan cyclophosphamide adalah contoh obat antikanker yang bisa diberikan pada kemoterapi pasien tumor wilms. Sedangkan pada pasien dengan tumor yang muncul lagi setelah sembuh, maka bisa dilakukan tipe dan takaran obat sesuai dengan sebelumnya.

Selain kemoterapi, pembedahan ginjal atau nefrektomi adalah pengobatan terpenting untuk pasien dengan tumor wilms. Stadium tumor wilms dan tatalaksana pasca pembedahan pun bisa diketahui secara akurat dan tepat jika pembedahan dilakukan dengan benar.

Referensi:

  1. Hanxiang Liu, Chaozhi Tang, Yi Yang, “Identification of Nephrogenic Therapeutic Biomarkers of Wilms Tumor Using Machine Learning”, Journal of Oncology, vol. 2021, Article ID 6471169, 14 pages, 2021.https://doi.org/10.1155/2021/6471169
  2. Sutedja Tirawan, Supriana Nana. (2017). Radioterapi pada Wilms’ Tumor. Journal of the Indonesian Radiation Oncology Society. Departemen Radioterapi RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo. FKUI.
  3. http://telemedicina.med.muni.cz/pediatric-oncology/ index.php?pg=special-section–renal-tumors-wilms- tumor-nephroblastoma, diakses pada tanggal 30 Agustus 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online