Kenali Penyakit: Myositis

Myositis merupakan suatu kondisi dimana otot yang sehari-hari kita gunakan untuk beraktivitas mengalami peradangan. Beberapa hal dapat menyebabkan terjadinya penyakit ini, antara lain luka, infeksi, atau penyakit autoimun. Myositis dibagi menjadi dua jenis yang spesifik yaitu polymyositis, yang menyebabkan kelemahan pada otot-otot dekat batang tubuh dan dermatomyositis, yang menyebabkan kelemahan otot disertai ruam pada kulit.

Gejala

Myositis dapat dikenali dari gejala-gejalanya, antara lain

  • Kelelahan setelah berdiri atau berjalan
  • Mudah tersandung atau jatuh
  • Mengalami masalah saat menelan atau bernapas
  • Ruam pada kulit (dermatomyositis)
  • Penebalan di kulit tangan

Penyebab

Myositis dapat disebabkan karena kondisi peradangan pada otot. Penyebab myositis juga dapat dibagi menjadi beberapa kategori, antara lain :

  1. Kondisi peradangan. Kondisi peradangan yang terjadi pada tubuh dapat terjadi pada otot dan menyebabkan terjadinya myositis. Sebagian besar penyebab dari kondisi ini adalah penyakit autoimun, yaitu sel-sel imun menyerang jaringannya sendiri.
  2. Infeksi. Infeksi yang menyebabkan myositis umumnya berasal dari virus. Virus atau bakteri dapat menginfeksi jaringan otot secara langsung atau mengeluarkan zat-zat yang dapat merusak serabut otot.
  3. Obat-obatan. Ibarat pisau bermata dua, obat-obatan selain dapat menyembuhkan juga dapat memicu terjadinya penyakit akibat efek samping, salah satunya menyebabkan kerusakan otot. Konsumsi jangka panjang dari obat statin, colchicine, atau alpha-interferon dapat memicu terjadinya myositis.
  4. Cedera. Olahraga dengan intensitas dan frekuensi yang tinggi secara terus-menerus dapat menyebabkan nyeri otot, bengkak, dan kelelahan selama beberapa hari.

Diagnosis

Dokter dapat melakukan rangkaian pemeriksaan untuk mendiagnosis pasien myositis. Adapun tes yang dilakukan, antara lain :

  1. Tes darah. Beberapa ciri-ciri dapat ditemukan pada darah, seperti peningkatan enzim otot. Dapat juga melakukan tes antibodi untuk mendeteksi penyakit autoimun.
  2. MRI. Pemeriksaan MRI dapat melihat gambaran dari otot dan area yang mengalami perubahan struktur akibat myositis.
  3. Biopsi Otot. Dokter dapat melakukan sayatan pada otot yang diduga mengalami peradangan dan mengambil sedikit jaringan otot tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tindakan ini dinilai paling efektif untuk mendiagnosis penyakit myositis.

Pengobatan

Pengobatan myositis dapat dilakukan berdasarkan penyebabnya, pada kondisi peradangan yang memicu myositis dapat diberikan obat-obatan Prednisone, Azathioprine, atau Methotrexate. Myositis yang disebabkan oleh infeksi virus tidak terdapat pengobatan spesifik, tetapi pada infeksi bakteri dapat diberikan antibiotik.

Sumber :

Anon, 2021. Myositis | Polymyositis | Dermatomyositis. MedlinePlus. Diakses dari: https://medlineplus.gov/myositis.html  [Diakses pada 30 Agustus 2021].

Hoffman, M., Myositis: Symptoms and causes. WebMD. Diakses dari : https://www.webmd.com/a-to-z-guides/myositis-symptoms-treatments-prognosis  [Diakses pada 30 Agustus 2021].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online