Kenali Penyakit : Meniere’s Disease

Meniere’s disease atau penyakit Meniere adalah sebuah penyakit yang terjadi karena adanya kelainan pada telinga dalam, dimana telinga bagian dalam sendiri berperan dalam pendengaran dan menjaga keseimbangan tubuh. Penyakit ini dinamakan berdasarkan nama dokter dari Prancis, Prosper Meniere.

Menurut The National Institute of Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), sekitar 45.500 orang didiagnosis dengan penyakit Meniere setiap tahunnya. Penyakit ini paling sering terjadi pada orang-orang yang berusia antara 40 – 50 tahun. Meniere’s disease umumnya hanya menyerang salah satu telinga, namun 10-20% kasus juga terjadi pada kedua telinga.

Ada beberapa kemungkinan penyebab terjadinya Meniere’s disease, salah satunya karena ketidaknormalan cairan di telinga dalam. Pada telinga bagian dalam, terdapat saluran yang saling berhubungan satu sama lain, disebut labirin. Di dalam labirin ini, terdapat struktur yang berfungsi untuk pendengaran (koklea) dan keseimbangan (vestibular). Selain itu, labirin juga berisi cairan, disebut cairan endolimfe yang berfungsi memicu pengiriman sinyal untuk keseimbangan dan gelombang suara ke otak. Jika cairan endolimfe jumlahnya terlalu banyak, maka akan terjadi gangguan pada fungsi pendengaran dan keseimbangan sehingga timbul Meniere’s disease. Para peneliti juga mengemukakan kemungkinan penyebab lain dari penyakit Meniere seperti kondisi autoimun (ketika sistem kekebalan tubuh menyerang sel tubuh sendiri), alergi, dan keturunan (genetik).

Meniere’s disease menyebabkan timbulnya beberapa gejala, yaitu :

  1. Pusing seperti merasa berputar-putar (vertigo), sering terjadi dan berhenti tiba-tiba dan dapat berlangsung selama 20 menit hingga 2 jam atau lebih. Jika berat, vertigo dapat diikuti rasa mual hingga muntah.
  2. Telinga berdenging (tinnitis), berlangsung dalam hitungan detik hingga menit.
  3. Kehilangan pendengaran, keluhan ini biasanya hilang timbul, tetapi pada kasus yang berat dapat terjadi kehilangan pendengaran permanen seiring berjalannya waktu.
  4. Tekanan di telinga dalam, seolah-olah ada rasa penuh di telinga.

Gejala-gejala di atas biasanya terjadi saat serangan dan dapat berlangsung sekitar 20 menit hingga 1 hari.

Pengobatan dari Meniere’s disease dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain :

  1. Terapi tanpa obat-obatan, seperti :
  2. diet rendah garam untuk membantu mengontrol volume dan tekanan dari cairan di telinga bagian dalam
  3. gaya hidup sehat dengan menghindari konsumsi alkohol, rokok, dan rajin berolahraga
  4. Terapi dengan obat-obatan :
  5. obat diuretik untuk membantu mengurangi tekanan cairan endolimfe di telinga dalam
  6. obat anti emetik atau anti mual untuk membantu mengurangi mual dan muntah yang menyertai vertigo
  7. Rehabilitasi vestibular untuk membantu mengurangi gejala vertigo
  8. Operasi / pembedahan, dilakukan jika gejala vertigo yang terjadi sudah parah dan belum ada tanda pemulihan dari beberapa pengobatan yang sudah dilakukan sebelumnya. Salah satunya adalah prosedur kantung endolimfatik untuk mengurangi cairan berlebihan di telinga bagian dalam.

Sumber :

Sabig, L., 2018. Tatalaksana Non Intervensional Pasien Dengan Penyakit Meniere. Medica Hospitalia: Journal of Clinical Medicine, 5(1)

Koenen, L. and Andaloro, C., 2019. Meniere Disease. StatPearls Publishing LLC. Available at: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK536955/.

Bhargava, Hansa D. 2020. Meniere’s Disease. [online]. https://www.webmd.com/brain/what-is-meniere-disease [diakses 28 Agustus 2021]

National Institute on Deafness and Other Communication Disorders. 2017. Meniere’s Disease. [online]. https://www.nidcd.nih.gov/health/menieres-disease [diakses 28 Agustus 2021]

Janelle, Martel dan Seunggu Han. 2018. Meniere’s Disease. [online]. https://www.healthline.com/health/menieres-disease#symptoms [diakses 28 Agustus 2021]

Mayo Clinic Staff. 2020. Meniere’s disease. [online]. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menieres-disease/symptoms-causes/syc-20374910 [diakses 28 Agustus 2021]

Basura, Gregory J., et al, 2020. Clinical practice guideline: Ménière’s disease. Otolaryngology–Head and Neck Surgery162(2_suppl), pp.S1-S55.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online