Kenali Penyakit : Mastitis

Busui (ibu yang sedang menyusui) rentan terkena berbagai macam penyakit yang tidak hanya merugikan busui sendiri, tetapi juga merugikan si buah hati. Salah satu penyakit yang patut diwaspadai adalah mastitis.

Mastitis adalah peradangan yang terjadi di payudara, dapat disertai atau tidak disertai infeksi. Mastitis juga biasa disebut mastitis laktasional/mastitis puerperalis karena biasanya menyertai laktasi. Terkadang, hal ini dapat menjadi fatal apabila tidak diberi tindakan yang tepat. Dapat timbul komplikasi berat dari mastitis seperti abses payudara (pengumpulan nanah lokal di dalam payudara). Jika sudah fatal, beban penyakit semakin berat dan biaya pengobatan makin besar.

Penyebab mastitis adalah stasis ASI dan infeksi. Stasis ASI, biasanya merupakan penyebab utama, dapat disertai atau berkembang menuju infeksi. Berdasarkan pengamatan klinis yang dilakukan Gunther (1958) disimpulkan 2 hal, yaitu mastitis disebabkan oleh stagnasi (tidak mengalirnya) ASI di dalam payudara dan pengeluaran ASI yang efisien dapat mencegah keadaan tersebut. Gunther juga menyebutkan bahwa infeksi diakibatkan oleh stagnasi ASI, ASI yang tidak dapat mengalir menjadi tempat pertumbuhan bakteri.

Gejala mastitis yang harus diperhatikan dapat dilihat dalam tabel berikut.

Payudara memar kemerahanTerdapat benjolan menyakitkanSering merasa lelah
Sering terasa gatalUkuran salah satu payudara lebih besarPembengkakan kelenjar getah bening di ketiak atau leher
Terasa perih saat menyusuiPuting payudara mengeluarkan nanahDemam

            Jika Anda atau orang yang Anda kenal mengalami gejala di atas, jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter. INGAT! Jangan melakukan diagnosa sendiri dan mengobati diri sendiri hanya dengan modal pengetahuan yang didapat dari internet. Bijaklah dalam menangani penyakit dan konsultasikan pada ahlinya.

Ada beberapa jenis tata laksana untuk mastitis. Pastikan Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu dan mengikuti arahan dokter.

  • Tata laksana suportif, dimulai dengan memperbaiki teknik menyusui ibu. Busui dianjurkan agar lebih sering menyusui dimulai dari payudara yang bermasalah. Jika payudara yang bermasalah terasa sangat nyeri saat menyusui, dapat dimulai dari sisi payudara yang sehat, lalu segera dipindahkan ke payudara yang bermasalah. Busui yang tidak dapat melanjutkan menyusui harus memerah ASI dari payudara yang bermasalah dengan tangan atau pompa. Berhenti menyusui dengan cepat berisiko lebih besar terhadap terjadinya abses dibanding yang melanjutkan menyusui. Busui juga dapat memberi pijatan lembut pada payudara dengan minyak. Busui harus cukup istirahat dan menjaga pola makan, serta tentu harus mendapat dukungan dari keluarga dan mendapat perawatan di rumah sakit jika busui mengalami sakit berat.
  • Tata laksana lain adalah penggunaan obat-obatan, ibu dengan mastitis dianjurkan untuk mengkonsumsi beberapa obat sesuai indikasi.
  • Analgesik diberikan untuk mengurangi rasa nyeri pada mastitis. Analgesik yang disarankan adalah obat antiinflamasi seperti ibuprofen.
  • Antibiotik harus segera diberikan jika tidak nampak perbaikan gejala dalam 12-24 jam atau jika ibu tampak sakit berat. Jenis antibiotik yang biasa digunakan adalah dikloksasilin atau flukloksasilin 500 mg setiap 6 jam secara oral. Antibiotik diberikan paling sedikit selama 10 – 14 hari. Dilarang menghentikan antibiotik jika Anda merasa hampir sembuh. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya mastitis berulang. Namun, perlu diingat bahwa pemberian antibiotik yang cukup lama dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi jamur pada payudara dan vagina.
  • Pemantauan/respon klinik dilakukan jika gejala tidak berkurang dalam beberapa hari, bahkan setelah pemberian antibiotik. Pemeriksaan lanjut dapat diperlukan untuk mengidentifikasi kuman-kuman yang resisten, adanya abses, atau massa padat. Pemeriksaan USG diperlukan jika terjadi mastitis berulang lebih dari dua kali di tempat yang sama.

Daftar Pustaka

Alaisiry, Ema. 2013. Buku Indonesia Menyusui. (Diakses melalui laman             https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/mastitis-pencegahan-dan-penanganan)

World Health Organization. 2000. Mastitis: Causes and Management. (Diakses     melalui laman             http://apps.who.int/iris/bitstream/handle/10665/66230/WHO_FCH_CAH_00.1            3_ind.pdf;jsessionid=47E571A36AA72DB3D0139EC43702F00C?sequence=       2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online