Kenali Penyakit: Malnutrisi Energi Protein

Malnutrisi Energi Protein (MEP) atau Kurang Energi Protein (KEP) adalah satu dari sekian banyak penyakit mengenai gangguan pada gizi tubuh. Secara internasional penyakit ini disebut dengan Protein Energy Malnutrition (PEM). Biasanya, KEP banyak dijumpai di negara berkembang seperti di Benua Afrika di mana KEP dianggap kondisi yang tidak aneh dijumpai pada anak kecil dengan sebutan rambut merah atau kwashiorkor.

Adapun terjadinya KEP ini disebabkan oleh kurangnya asupan energi yang biasa dikonsumsi dalam bentuk nasi dan protein yang biasanya dikonsumsi dalam bentuk telur, daging, dan biji-bijian yang tidak mencukupi kebutuhan yang seharusnya dipenuhi.

Biasanya, diet yang tidak tepat dapat menjadi latar belakang munculnya kondisi KEP. Orang yang ingin menurunkan berat badan cenderung dengan cepat dengan mengurangi asupan makan terlalu drastis, cara ini salah karena akan membawa kepada kondisi KEP. Maka dari itu, diet perlu dilakukan dengan arahan yang benar agar dapat mencapai tujuan diet tanpa membawa tubuh pada kondisi KEP.

Selain karena memang konsumsi energi dan protein yang kurang, adapun KEP dapat terjadi karena kondisi tubuh yang memang tidak mampu untuk menyerap energi dan protein walaupun sudah dikonsumsi masuk ke dalam tubuh. Kondisi ini dapat dilatar belakangi oleh penyakit infeksi di antaranya cacar air, batuk rejan, TBC, malaria, diare, dan cacingan.

KEP terbagi menjadi dua jenis yakni KEP ringan dan KEP berat. Perlu diperhatikan bahwa KEP ringan sering hadir pada anak-anak di masa pertumbuhan. Hal ini biasanya ditandai dengan tumbuh kembang tubuh yang cenderung lebih lambat dari pada anak yang lain. Kondisi tubuh yang tidak optimal dapat menyebabkan pembengkakan pada tubuh anak (edema) karena adanya gangguan metabolisme. Tubuh pada kondisi KEP juga akan menyebabkan adanya kelemahan otot sehingga pencernaan pun terganggu sehingga dapat menyebabkan diare.

Adapun KEP berat meliputi kwashiorkor, marasmus, dan marasmik-kwashiorkor. Kwashiorkor adalah kondisi di mana tubuh kekurangan protein yang banyak terjadi pada anak usia 1 hingga 3 tahun. Kwashiorkor ditandai dengan pertumbuhan tubuh yang terhalang sehingga kaki tampak kurus dan bengkok, pembengkakan pada perut sehingga terlihat membuncit, warna rambut yang kemerahan, dan diiringi dengan lemahnya otot. Biasanya pada kwashiorkor ini juga penderitanya nampak kurang fokus dan sering melamun dan menangis.

Marasmus adalah kondisi kelaparan karena tubuh yang kekurangan energi. Penderita akan terlihat sangat kurus hingga hanya tampak seperti tulang yang dibungkus kulit. Banyak terjadi pada bayi yang masih dalam usia setahun pertama karena kurangnya konsumsi ASI. Bayi yang marasmus dapat terlihat sangat ringkih dengan berat badan yang sangat rendah, mudah terkena penyakit, karena tidak ada lemak di bawah kulit menyebabkan kulit tampak kering, wajah bayi juga dapat terlihat seperti orang tua karena kerutan kulit, rambut akan terlihat tipis dan mudah rontok.

Marasmik-kwashiorkor adalah gabungan dari marasmik dan kwashiorkor, yakni kondisi di mana tubuh kekurangan protein dan energi. Penderita yang umumnya anak-anak akan tampak sangat kurus disertai dengan rambut dan kulit yang rusak, otot yang lemah, dan pembengkakan pada tubuh.

Untuk menghindari KEP ringan maupun berat kita perlu memperhatikan asupan dan kondisi tubuh dari penyakit agar dapat memenuhi energi dan protein dengan sempurna. Asupan energi berupa kalori banyak dijumpai dalam bentuk nasi, ubi, dan kentang. Sedangkan untuk asupan protein dapat ditemukan dari daging, telur, susu, dan biji-bijian. Tak lupa untuk menjaga kebersihan untuk menjaga kondisi tubuh tetap optimal dari penyakit-penyakit infeksi.

Sumber :

Hidayanti I, Waryana, Susilo J. 2019. KAJIAN KEJADIAN KEP PADA BALITA BERDASARKAN KARAKTERISTIK KELUARGA DI DESA SENTOLO, SENTOLO, KULON POROGO. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online