Kenali Penyakit: Lupus Eritematosus Sistemik

Lupus Eritematosus Sistemik(LES) adalah penyakit autoimun ditandai adanya peradangan yang meluas, mempengaruhi tiap organ dalam tubuh. LES merupakan penyakit yang belum diketahui secara pasti penyebabnya, perjalanan penyakitnya beragam dan sering terjadi kekeliruam dalam mengenali penyakit LES.

 Penyebab

Penyebab LES belum spenuhnya diketahui hingga saat ini. Namun, penyebab LES diduga merupakan kombinasi faktor genetik, hormonal dan lingkungan.

  1. Faktor genetik. Riwayat keluarga berpengaruh, diketahui sekitar 30 variasi gen yang dikaitkan dengan LSE
  2. Faktor hormonal . Perempuan usia produktif lebih sering terjangkit LES, diduga karena peran hormon etrogen dan prolaktin.
  3. Faktor lingkungan. Infeksi, paparan sinar UV, stress psikologis, antibiotik (terutama kelompok penisilin dan sulfa). asap rokok, dan paparan kristal silika.

Gejala dan tanda

Gejala LES dapat terjadi secara tiba-tiba atau berangsur-angsur atau dapat bertahan lama atau bersifat sementara yang akan kambuh kemudian.

  1. Kelelahan merupakan gejala yang umum yang biasanya mengawali gejala lainnya.
  2. Penurunan berat badan akibat menurunnya nafsu makan ataupun gejala gastrointestinal.
  3. Demam uang biasanya disertai menggigil.
  4. Sensitif terhadap sinar matahari.
  5. Nyeri merupakan gejala yang paling sering terjadi, baik nyeri otot maupun nyeri sendi.

Pengobatan

LES belum bisa disembuhkan, namun pengobatan yang dilakukan adalah untuk mengurangi atau menghilangkan gejala penyakit dalam waktu yang lama. Mengurangi taraf gejala dan mencegah kerusakan organ penderita serta angka kelangsungan hidup.

  1. Terapi konservatif
  2. Terapi agresif

Deteksi dini lupus

Periksa Lupus Sendiri (SALURI)

Jika menjawab “YA” pada ≥4 pertanyaan, segera konsuktasi ke dokter

  1. Demam >30°C dengan sebab tidak jelas.
  2. Rasa lemah dan lelah berlebih.
  3. Sensitif pada sinar matahari.
  4. Rambut rontok.
  5. Ruam kemerahan di pipi.
  6. Ruam kemerahan di kulit.
  7. Sariawan tidak kunjung sembuh, terutama di atap rongga mulut.
  8. Nyeri dan bengkak >2 sendi dalam waktu yang lama.
  9. Ujung jari pucat hingga kebiruan saat udara dingin.
  10. Nyeri dada terutama saat berbaring dan menarik nafas.
  11. Kejang atau kelainan saraf lain.
  12. Kelainan hasil pemeriksaan laboratorium (anjuran dokter):
    1. Penurunan kadar sel darah merah/ sel darah putih/ pembekuan darah.
    1. Ditemukan darah/protein pada pemeriksaan urin.
    1. ANA dan/atau Anti ds-DNA positif.

Sumber:

Kementrian Kesehatan RI. 2017. InfoDATIN Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI, Situasi Lupus di Indonesia.  https://pusdatin.kemkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/Infodatin-Lupus-2017.pdf. Diakses 31 September 2021.

Rindhi, Dinda Welltsazia. 2014. http://eprints.undip.ac.id/44553/3/Dinda_Welltsazia_Rindhi_22010110120110_BAB2KTI.pdf. Diakses 31 September 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online