Kenali Penyakit: Limfoma

Taukah Anda apa itu limfoma? Limfoma atau yang biasanya dikenal oleh masyarakat sebagai kanker kelenjar getah bening merupakan penyakit keganasan yang terjadi pada sistem limfatik atau pertahanan tubuh. Limfoma merupakan salah satu penyakit yang jumlah kasusnya terus meningkat setiap tahunnya. Namun, kesadaran masyarakat terhadap gejala dari penyakit ini masih tergolong cukup rendah. Limfoma terjadi akibat sel imun atau sel kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi tubuh menjadi tidak normal sehingga sel imun yang tidak normal dalam hal ini adalah limfosit yang akan menyebar dan membentuk suatu benjolan yang dikenal sebagai tumor.

Limfoma terbagi menjadi dua jenis yaitu limfoma Hodgkin (LH) dan limfoma non-Hodgkin (LNH). Kasus yang lebih sering terjadi adalah LNH yaitu dengan 90% kasus limfoma merupakan LNH. LNH ini sering ditemukan pada pasien usia lebih dari 60 tahun, sedangkan LH kasusnya lebih jarang terjadi dan biasanya ditemukan pada pasien usia 15–34 tahun dan lebih dari 50 tahun. Perbedaan dari dua jenis limfoma ini berada pada mutasi (perubahan genetik) sel imunnya, pada LH terjadi mutasi pada sel limfosit B dan merupakan jenis limfoma yang paling memungkinkan untuk disembuhkan, sedangkan pada LNH terjadi mutasi sel limfosit B dan T dan merupakan tumor yang ganas.

Limfoma lebih sering terjadi pada pria dibandingkan pada wanita, selain itu terdapat pula faktor genetik pada pasien yang memiki keluarga dengan riwayat kanker yang sama. Paparan zat kimia beracun seperti pestisida herbisida dan pewarna rambut juga dapat meningkatkan risiko terjadinya limfoma. Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah seperti yang terjadi pada penderita HIV juga merupakan salah satu faktor risiko dari limfoma.

Gejala yang dialami oleh penderita limfoma yaitu adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening, biasanya berada di daerah leher, lipatan paha, dan ketiak, kemudian terjadi demam dengan suhu naik-turun dan berulang yang disertai keringat dingin berlebih pada malam hari. Selain itu terjadi penurunan berat badan, hilangnya selera makan, sesak napas, batuk, dan adanya ruam yang gatal tanpa sebab juga merupakan gejala dari limfoma. Untuk menentukan apakah seorang menderita limfoma atau tidak dapat dilakukan beberapa tes seperti biopsi kelenjar getah bening yaitu dengan mengambil sedikit jaringan kelenjar getah bening kemudian diperiksa dibawah mikroskop sehingga dapat menentukan jenis limfoma (LH atau LNH). Pemeriksaan lanjutan untuk menentukan stadium limfoma dapat dilakukan dengan tes darah, tes sumsum tulang belakang, X-ray, MRI scan, dan tomografi untuk memberi gambaran mengenai dada dan perut, dan pengambilan cairan lumbal (tulang belakang bagian pinggang) untuk memeriksa cairan otak.

Terapi pada pengobatan limfoma ini disesuaikan dengan jenis limfoma, stadium, usia, keadaan umum pasien, serta sifat tumornya. Contohnya pada pasien  limfoma non-Hodgkin (LNH) indolen stadium I dan II dapat diberikan terapi berupa iradiasi atau kemoterapi, sedangkan pada pasien limfoma non-Hodgkin (LNH) indolen stadium III dan IV dapat diberikan kemoterapi intensif yang diikuti dengan stem cell resque atau raditerapi paliatif untuk mengurangi nyeri pada tumor yang besar. Pada limfoma Hodgkin dapat diberikan terapi berupa kemoterapi dan radioterapi.

Jumlah kasus limfoma memang tergolong lebih rendah dibandingkan kasus kanker lainnya, tetapi kita harus tetap mengetahui apa saja gejala dari limfoma ini sehingga jika terdeteksi lebih dini akan mendapatkan perawatan yang lebih maksimal pula. Dari yang sudah kita ketahui bahwa LNH lebih sering terjadi dan juga dapat menyerang pada usia muda sehingga tentu kita harus lebih waspada terhadap limfoma dengan senantiasa menjaga serta mengontrol kesehatan tubuh kita.

Daftar Pustaka

InfoDatin Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan Indonesia. 2015. Data dan Kondisi Penyakit Limfoma di Indonesia. Jakarta Selatan: InfoDatin Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI.

Jamil A, Mukkamalla SKR. Lymphoma. [Updated 2021 Jul 21]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560826/

Komite Nasional Penanganan Kanker. 2015. Paduan Nasional Penanganan Kanker Limfoma Non-Hodgkin.

Maya, I Putu Gede Nova Indra dan Ni Luh Made Rasmawati. 2017. Limfoma Hodgkin. Responsi Kasus. Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

Mengko, Steward Keneddy dan Bakti Suraso. 2009. Patogenesis Limfoma Non Hodgkin Ekstra Nodal Kepala dan Leher. Jurnal THT-KL Volume 2 (halaman 32–47). Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga/RSUD Dr. Soetomo Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online