Kenali Penyakit: Kudis Atau Skabies

Definisi

Kudis atau skabies merupakan kondisi kulit yang terjadi karena infestasi tungau Sarcoptes scabiei (Departemen Parasitologi FKUI, 2017). Kudis merupakan satu dari sekian penyakit pada kulit yang paling umum ditemui (WHO, 2020). Seseorang dapat tertular kudis apabila melakukan kontak langsung dengan orang yang terinfestasi (dengan atau tanpa gejala), seperti melalui sentuhan, berjabat tangan, serta kontak seksual ataupun kontak tidak langsung (Garcia, LS, 2016). Tungau ini akan membuat terowongan dan hidup serta bertelur di lapisan kulit bagian atas sehingga menimbulkan berbagai gejala. Pada tahun 2017, kudis termasuk dalam Neglected Tropical Disease (WHO, 2020).

Kudis terjadi secara global dengan lebih dari 200 juta orang diperkirakan terpengaruhi setiap saatnya. Prevalensi kudis adalah sekitar 0.2% hingga 71%. Tingkat penyakit kudis tinggi terjadi di negara dengan iklim tropis yang panas, terutama pada orang yang yang miskin dan hidup berkelompok (penduduk yang padat), seperti panti asuhan, pesantren, dan panti jompo, lingkungan yang kumuh, serta akses pengobatan yang terbatas (WHO, 2020).  

Penyebab

            Kudis atau skabies disebabkan oleh infestasi tungau Sarcoptes scabiei. Infestasi berbeda dari infeksi. Infestasi adalah bertahannya tungau pada kulit. Tungau tersebut akan membuat terowongan pada kulit sebagai sarang dan tungau betina akan bertelur (Ridley, JW, 2012).

Penularan kudis mampu terjadi secara langsungl maupun tidak:

  • Kontak langsung: Penularan ini terjadi karena kontak secara langsung dengan orang yang terinfestasi skabies, seperti melalui bersentuhan, berjabat tangan, dan hubungan sexual (Garcia, LS, 2016).
  • Kontak tidak langsung: Penularan ini terjadi karena kontak dengan barang-barang orang yang terinfestasi skabies, seperti pakaian dan seprai (Gilson RL, Crane JS, 2021).

Tanda dan Gejala

Gejala penyakit kudis muncul setelah 2-6 minggu pada orang yang belum pernah terkena penyakit ini dan muncul lebih cepat (1-4 minggu) pada orang yang pernah terkena penyakit ini sebelumnya (CDC, 2010). Gejala yang sering ditemukan pada pasien kudis adalah:

  • Gatal, terutama di malam hari
  • Timbul ruam, bisa seperti jerawat
  • Pada permukaan kulit tampak seperti adanya terowongan kecil, tetapi jarang ditemukan (CDC, 2010). 

Bagian kulit yang rentan untuk timbul gejala adalah:

  • Sela-sela jari
  • Punggung tangan
  • Siku
  • Ketiak
  • Pangkal paha
  • Sekitar payudara
  • Pusar
  • Penis
  • Tulang belikat
  • Pinggang
  • Bokong (Garcia, LS, 2016)

Apabila pasien menggaruk bagian yang gatal, dapat terjadi perdarahan, infeksi bakteri, dan impetigo (Garcia, LS, 2016 dan WHO, 2020). Pasien immunocompromised, termasuk pasien dengan HIV/AIDS, dapat terjadi kudis berkrusta. Kudis berkrusta adalah infestasi yang banyak dari tungau, dapat ratusan hingga jutaan tungau. Pada pasien kudis berkrusta, ditemui vesikel, kerak yang, tebal, dan tidak ditemui rasa gatal (WHO, 2020).

Pengobatan

Pengobatan kudis akan membunuh tungau beserta telurnya. Pengobatan kudis dapat menggunakan beberapa jenis obat. Pengobatan kudis diberikan melalui resep dokter (CDC, 2018). Obat oles untuk mengobati kudis adalah permethrin dan crotamiton (Gilson RL, Crane JS, 2021). Obat oral, yaitu ivermectin, juga dapat digunakan (WHO, 2020).  Saat seseorang didiagnosis kudis, pasien dan orang yang melakukan kontak erat dengan pasien juga diobati. Jika gejala gatal masih ada setelah pengobatan, pengobatan ulang mungkin dibutuhkan (CDC, 2018).

Pencegahan kudis dilakukan dengan menghindari kontak baik secara langsung maupunl secaral tidakl langsung dari orang yang terinfestasi. Seprai, pakaian, handuk yang digunakan dicuci dengan air panas (setidaknya 75 derajat Celcius) dan dikeringkan dengan cara panas kering. Barang yang tidak dapat dicuci disimpan dalam kantong plastik dan ditutup beberapa hari hingga seminggu (Gilson RL, Crane JS, 2021).

Daftar Pustaka

Departemen Parasitologi FKUI. 2017. Parasitologi Kedokteran Edisi Keempat. Jakarta: Badan Penerbit FKUI

Garcia, Lynne Shore. 2016. Diagnostic Medical Parasitology 6th Edition. Washington DC: ASM Press.

Ridley, JW. 2012. Parasitology for Medical and Clinical Laboratory Professionals. US: Delmar, Cengage Learning.

CDC Global HealthDivision of Parasitic Diseases and Malaria. 2010. Scabies-Disease. From: https://www.cdc.gov/parasites/scabies/disease.html

CDC Global HealthDivision of Parasitic Diseases and Malaria. 2018. Scabies-Treatment. From: https://www.cdc.gov/parasites/scabies/treatment.html

WHO. 2020. Scabies. From: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/scabies

Gilson RL, Crane JS. Scabies. [Updated 2021 Aug 9]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544306/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online