Kenali Penyakit: Kesehatan Populer

Obesitas

Obesitas adalah kejadian yang diakibatkan oleh penumpukan lemak berlebihan. Keadaan ini ialah kelainan pada pengaturan nafsu makan dan pengelolaan energi dalam tubuh karena beberapa faktor. Obesitas dapat mengganggu kesehatan. Adapun penentuan status gizi untuk mengelompokkan kelebihan berat badan dan obesitas adalah menggunakan IMT atau indeks massa tubuh (Akbar, 2021).

  1. Penyebab Obesitas

Obesitas terjadi ketika makanan, yaitu sumber energi, yang dikonsumsi sehari-hari melebihi jumlah energi yang diperlukan tubuh. Berikut ini beberapa faktor penyebab obesitas menurut Kementerian Kesehatan RI (2018), yaitu:

  1. Faktor genetik, yaitu peluang seorang keturunan menjadi obesitas ialah 40-50% jika salah satu orang tuanya menderita obesitas. Sedangkan, peluang keturunan menjadi obesitas adalah 70-80% jika kedua orang tuanya mengalami obesitas.
  2. Faktor lingkungan. Faktor ini terjadi melalui ketidakseimbangan antara dua hal meliputi pola makan dan pola aktivitas fisik. Pola makan dengan jumlah asupan energi berlebih mengakibatkan obesitas. Pola aktivitas fisik yang kurang bergerak mengakibatkan tidak maksimalnya energi yang keluar sehingga juga menyebabkan obesitas.
  3. Faktor obat-obatan. Beberapa obat dapat menyebabkan meningkatnya nafsu makan, seperti pada terapi asma dan alergi yang digunakan dalam waktu yang lama. Hal ini dapat mengakibatkan obesitas.
  4. Faktor hormonal. Hormon-hormon tertentu juga berperan dalam keadaan obesitas, salah satunya ialah hormon leptin.
  • Gejala dan Tanda Obesitas

Berikut ini beberapa gejala dan tanda obesitas menurut Sari, dkk. (2019) :

  1. Perut yang membuncit dan berlipat
  2. Dada mengembung disertai payudara membesar oleh kandungan lemak
  3. Umumnya kedua tungkai berbentuk X dan bagian dalam kedua pangkal paha saling menempel
  4. Leher pada umumnya pendek
  5. Dagu rangkap
  • Pengelolaan Obesitas

Dalam mengelola obesitas, prinsipnya ialah mengatur keseimbangan energi antara energi yang masuk dan energi yang dibutuhkan. Menurut Kementerian Kesehatan RI (2018), terdapat beberapa pola yang dapat diperhatikan dalam pengelolaan obesitas, seperti sebagai berikut :

  1. Pola makan, meliputi jenis, jumlah, jadwal, dan pengolahan bahan makanan. Jumlah bahan makanan sumber karbohidrat setara dengan protein. Jumlah sayur dan atau buah setidaknya harus setara dengan jumlah karbohidrat ditambah dengan protein.
  2. Pola aktivitas fisik, meliputi peningkatan aktivitas fisik pada gerakan yang berkelanjutan dan gerakan dengan tingkat kekuatan rendah hingga sedang. Hal ini dapat meningkatkan pengeluaran energi agar seimbang dengan pemasukan sumber energi dari makanan.
  3. Pola tidur atau istirahat, meliputi penyesuaian waktu, yaitu sekitar 6-8 jam, dan kualitas tidur seseorang agar tidak mengganggu keseimbangan hormon yang memicu keadaan obesitas.

Referensi:

Akbar, H. 2021. Pemberian Edukasi Mengenai Obesitas pada Remaja di Madrasah Aliyah Negeri 1 Indramayu. Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ)2(1), 1-6.

Kementerian Kesehatan RI. 2018. FactSheet Obesitas Kit Informasi Obesitas.pdf (pp. 1–8).

Sari, I. M., dkk. 2019. Hubungan Obesitas dengan Kondisi Jaringan Periodontal Masyarakat di Wilayah Puskesmas Ranggo NTB. Skripsi thesis, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online