Kenali Penyakit : Karsinoma Renal

Karsinoma sel renal adalah tumor menular (sangat ganas) yang berasal dari epitel tubulus proksimal. Sebutan lain dari karsinoma sel renal adalah adenokarsinoma ginjal, hipernefroma, dan tumor Grawitz. Hasil data statistik yang dilakukan oleh Rebecca L Siegel, Kimberly D Miler, dan Ahmedin Jemal pada tahun 2020 menunjukkan bahwa karsinoma sel renal merupakan jenis kanker yang paling sering terjadi di ginjal yang ditemui pada usia 50—70 tahun di mana angka kejadian pada pria lebih banyak daripada wanita dengan perbandingan 2:1.

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti dari karsinoma sel renal. Dalam jurnal Renal cell carcinoma: Review of etiology, pathophysiology, and risk factors (2016), dipaparkan bahwa demografi, merokok, kurangnya aktivitas fisik, paparan agen industri atau lingkungan, dan komorditas, seperti hipertensi dan hiperglikemia, merupakan faktor-faktor yang meningkatkan risiko seseorang terkena karsinoma sel renal. Juga, jurnal yang berjudul Renal Cell Cancer (2021) menambahkan usia lanjut, obesitas, hipertensi, gagal ginjal kronis, cuci darah, penyakit polikistik ginjal, ras Afrika-Amerika, anemia sel sabit, dan batu ginjal.

Lebih dari 50% pasien dengan karsinoma sel renal tidak menunjukkan adanya gejala berdasarkan jurnal Renal Cell Carcinoma: Diagnosis and Management (2019). Namun, hasil penelitian dengan metode literature review and pilot questionnaire generation yang dilakukan oleh Gale Harding, David Cella, Don Robinson Jr, Parthiv J Mahadevia, Jason Clark, dan Dennis A Recivki menunjukkan bahwa pusing, kelelahan, nyeri, kurangnya nafsu makan, mual, dyspnea, flu, diare, sembelit, sakit kepala, dan mulut kering merupakan gejala yang paling sering dilaporkan di antara pasien karsinoma sel renal.

Pengobatan karsinoma sel renal disesuaikan dengan stadiumnya. Nefrektomi (operasi untuk menghilangkan satu atau dua ginjal) menjadi pengobatan pilihan pada renal stadium I yang berukuran kurang dari 7cm dan terbatas pada ginjal, sedangkan radiofrequency ablation atau cryotherapy dilakukan pada pasien dengan karsinoma bilateral dan kortikal kecil. Untuk stadium II, pengobatan pilihannya adalah nefrektomi radikal laparoskopi. Untuk stadium III, nefrektomi radikal terbuka merupakan standar perawatan. Sementara, karsinoma sel renal stadium IV sudah tidak dapat disembuhkan. Pengobatan yang dilakukan pada pasien tersebut hanya untuk meredakan rasa sakit (paliatif), di antaranya dengan emboliasi tumor dan terapi radiasi sinar eksternal, serta memperpanjang kelangsungan hidup, yaitu dengan imunoterapi dan kemoterapi.

Daftar Pustaka:

Siegel, R. L., Miller, K. D., & Jemal, A. (2020). Cancer statistics, 2020. CA: a cancer journal for clinicians70(1), 7–30. https://doi.org/10.3322/caac.21590

Petejova, N., & Martinek, A. (2016). Renal cell carcinoma: Review of etiology, pathophysiology and risk factors. Biomedical papers of the Medical Faculty of the University Palacky, Olomouc, Czechoslovakia160(2), 183–1

Garfield K, LaGrange CA. Renal Cell Cancer. [Updated 2021 Aug 9]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470336/

Gray, R. E., & Harris, G. T. (2019). Renal Cell Carcinoma: Diagnosis and Management. American family physician99(3), 179–184.

Harding, G., Cella, D., Robinson, D., Jr, Mahadevia, P. J., Clark, J., & Revicki, D. A. (2007). Symptom burden among patients with renal cell carcinoma (RCC): content for a symptom index. Health and quality of life outcomes5, 34. https://doi.org/10.1186/1477-7525-5-34

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online