Kenali Penyakit: Iritis

Iritis adalah peradangan yang terjadi pada iris. Iritis termasuk ke dalam uveitis anterior, dimana uveitis itu sendiri adalah perdangan pada salah satu atau beberapa bagian pada uvea: iris (anterior), badan siliaris (intermediet), koroid (posterior). Uveitis anterior terdiri dari iritis dan iridosiklitis. Iritis adalah ketika peradangan terbatas pada iris dan iridosiklitis adalah apabila badan siliaris juga terjadi peradangan. Uveitis posterior meliputi koroiditis dan korioretinitis. Keadaan ini bukanlah suatu keadaan yang darurat pada mata. Apabila mendapatkan penanganan dan tindak lanjut yang tepat, maka akan bisa lekas membaik.

Kasus iritis yang terjadi sebagian besar tidak diketahui jelas apa penyebabnya, sedangkan 20% karena cedera akibat benda tumpul. Selain karena hal tersebut, faktor resiko iritis juga bisa terjadi karena disebabkan oleh penyakit sistemik: rheumatoid arthritis (peradangan sendi), kolitis ulseratif (peradangan usus besar), sindrom Reiter, sarkoidosis (peradangan pada berbagai bagian tubuh), dan ankylosing spondylitis (peradangan sendi pada tulang belakang); infeksi (sifilis, tuberkulosis, penyakit Lyme, toksoplasmosis, herpesvirus, cytomegalovirus); dan karena efek samping obat-obatan tertentu (rifabutin, cidofovir, sulfas, moksifloksasin). Iritis dapat terjadi di berbagai usia, namun umumnya terjadi pada usia 20-59 tahun.

Gejala yang timbul pada seseorang yang menderita iritis atau uveitis anterior lainnya antara lain penurunan fungsi penglihatan, nyeri mata, kemerahan, robek, dan mata sensitif terhadap cahaya. Semua pasien dengan uveitis harus dirujuk ke dokter mata. Untuk mendapatkan pengobatan dan penyembuhan yang terbaik. Perawatan lanjutan segera dilakukan dalam rentang waktu 24 jam ke dokter mata. Apabila tidak diobati segera atau tidak mendapatkan perawatan tindak lanjut yang tepat, maka dapat terjadi komplikasi yang meliputi penurunan ketajaman penglihatan dan/atau kebutaan, glaukoma, katarak, dan pupil yang tidak teratur.

Mengingat penyebab iritis yang beragam, riwayat mata, medis, dan keluarga yang menyeluruh termasuk trauma, infeksi, atau pengobatan baru-baru ini penting untuk evaluasi yang tepat. Tinjauan lengkap sistem juga penting karena keluhan gejala sistemik dapat mengingatkan penyedia layanan kesehatan tentang perlunya pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan fisik harus mencakup pemeriksaan penlight, ketajaman penglihatan, dan pembacaan tekanan intraokular.

Pengobatan iritis terutama ditujukan untuk mengurangi peradangan dan nyeri serta mencegah komplikasi. Pengobatan lini pertama apabila iritis terjadi karena trauma/cedera akan menggunakan sikloplegia topikal (melebarkan pupil, mencegah badan siliar dan spasme pupil) dan steroid topikal (mengurangi peradangan). Bergantung pada penyebabnya, sebagian besar pasien merespon pengobatan dengan baik dan dapat mempertahankan penglihatan penuh seperti sebelumnya. Namun, setidaknya 10-30% pasien mungkin memerlukan pengobatan di luar steroid untuk mencegah kehilangan penglihatan. Sedangkan apabila iritis terjadi karena faktor nontrauma maka bisa dilakukan dengan pemeriksaan slit-lamp dan uji laboratorium untuk membantu diagnosis penyebab yang mendasari. Radiografi dada juga dapat dipertimbangkan jika sarkoidosis atau tuberkulosis sebagai penyebab yang mendasari. Pengobatan didasarkan pada penyebab yang mendasari tetapi biasanya tetes steroid topikal dengan atau tanpa sikloplegia.

REFERENSI

Gilani, C. J., Yang, A., Yonkers, M., & Boysen-Osborn, M. 2017. Differentiating Urgent and Emergent Causes of Acute Red Eye for the Emergency Physician. The western journal of emergency medicine. 18(3): 509–517. https://doi.org/10.5811/westjem.2016.12.31798

Mahabadi N, Kim J, Edens MA. 2021. Iritis. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK430909/

Richard P, Usatine, et al. 2013. Color Atlas of Family Medicine 2ed. United States: McGraw-Hill Education

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online