Kenali Penyakit: Insufisiensi Vena Kronik

Definisi

Insufisiensi vena kronik atau chronic venous insufficiency (CVI) merupakan stadium lanjutan dari penyakit venosa dimana terjadi gangguan aliran balik darah dari tungkai ke jantung yang dapat terjadi pada vena superfisialis maupun profunda. Hal ini dapat terjadi jika katup vena tidak dapat berfungsi dengan baik sehingga akan mengakibatkan terjadinya gangguan sirkulasi aliran darah pada vena di daerah tungkai. CVI sendiri sering dikaitkan dengan penyakit varises yaitu kondisi dimana vena terlihat membesar dan tampak kebiruan di bawah permukaan kulit. CVI sendiri banyak terjadi pada negara-negara barat ataupun negara industri dimana ini dikaitkan dengan gaya hidup serta aktivitas para penduduknya. Pravelensinya lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria dimana perbandingannya bisa mencapai 3:1. Gangguan vena ini dapat berlangsung secara progresif bahkan bisa sampai beberapa tahun, dimana terjadi pada ekstremitas bawah ditandai dengan keluhan seperti nyeri pada tungkai bawah, perubahan kulit, bengkak, ulserasi dan edema.

Penyebab

Penyebab penyakit ini seperti yang dijelaskan sebelumnya, diakibatkan oleh adanya disfungsi pada katup vena yang mengakibatkan terjadinya gangguan sirkulasi darah pada vena tungkai. Selain itu, penyebab CVI dapat dibedakan menjadi CVI primer dan sekunder, dimana CVI yang primer disebabkan kelemahan intrinsik dari dinding katup yaitu daun katup yang terlalu panjang (elongasi) atau daun katup yang menyebabkan dinding vena menjadi terlalu lentur tanpa sebab yang pasti, sedangkan CVI yang sekunder disebabkan oleh kondisi patologis yang didapat dimana adanya penyumbatan pada trombosis vena dalam yang menimbulkan gangguan kronis pada katup vena. Terdapat pula berbagai faktor resiko yang dapat meningkatkan terjadinya gangguan ini seperti usia (di atas 30 tahun), jenis kelamin, riwayat varises dalam keluarga, obesitas, menopause, kehamilan, flebitis, dan riwayat cedera pada tungkai. Selain itu terdapat juga faktor lain seperti faktor lingkungan atau perilaku yaitu berdiri dan duduk yang terlalu lama.

Gejala dan Tanda

Gejala dan tanda yang biasanya terjadi pada penderita CVI yaitu tungkai terasa nyeri dan berat, pergelangan kaki yang terlihat membengkak, terjadi perubahan warna kulit, terjadi pelebaran vena di dekat permukaan kulit (varises), munculnya spider veins pada tungkai yang terkena, kemerahan serta kering dan gatal pada daerah kulit yang sering disebut dermatitis, dapat terjadi kram terutama saat pergerakan tiba-tiba seperti gerakan berdiri, luka pada kaki, dan kaki yang terasa lemah.

Pengobatan

Penatalaksanaan CVI dapat dilakukan dengan terapi konservatif untuk membantu mengurangi gejala dan mencegah komplikasi sekunder serta progesivitas penyakit dan juga dapat pula dilakukan dengan interverensi aktif yang meliputi teknik non-bedah dan teknik bedah. Teknik non-bedah dapat dilakukan melalui skleroterapi yaitu prosedur dalam mengobati kelainan pembuluh darah terutama varises dan terapi ablasi yaitu penggunaan energi termal dalam bentuk radiofrequency atau laser untuk mengobliterasi vena. Sedangkan teknik bedah dapat dilakukan melalui stripping yaitu pengambilan seluruh atau sebagian batang utama vena safena, melalui ligasi vena dan phlebectomy, dan melalui cryosurgery.

Daftar Pustaka

Campbell, B. 2006. Varicose Veins and Their Management. BMJ Journal 333(7562) :       287-292.

Eberhardt, R.T dan J.D. Rafetto. 2014. Chronic Venous Insufficiency. AHA Journal :        333-346.

Kartika, R.W. 2015. Gangguan Vena Menahun. CDK-224 Journal 42(1) : 36-41.

Youn, Y.J. dan J. Lee. 2019. Chronic Venous Insufficiency and Varicose Veins of the Lower         Extremities. KJIM Journal 34(2) : 269-283.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online