Kenali Penyakit: Infeksi Virus Herpes Tipe 2

Pendahuluan

Herpes simplex genitalia merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan Herpes simplex virus (HSV) terutama tipe 2. Infeksi Herpes simplex virus (HSV) dapat berupa kelainan pada daerah orolabial atau herpes orolabialis serta daerah daerah genark diarital atermatelompok atermatelompok. Herpes simplex genital herpes merupakan salah satu Infeksi Menular Seksual (IMS) yang paling sering menjadi masalah karena sukar disembuhkan, sering berulang (rekuren), juga karena penularan penyakit ini dapat terjadi pada seseoranglatau seseorang seseoranglatau seseorang seseoranglatau seseorang lagati menu. penyebaran lesi kulit infeksi Herpes simplex genitals.

Patofisiologi

HSV merupakan virus DNA untai ganda dari famili Herpesviridae dan subfamili Alphaherpesvirinae dengan kemampuan biologis berupa neurovirulensi, latensi, dan reaktivasi Neurovirulensi adalah kemampuan menvasi dan bereplikasi dalam sistem saraf. Latensi adalah kemampuan membentuk dan mempertahankan infeksi latenpadaselsarafgangliaproksimalsampai ke lokasi infeksi. Infeksi mouth tarsal pale sering melibatkan trigeminal ganglion, sedangkan infeksi genitalia akan melibatkan akar saraf ganglion (S2-S5). Reaktivasi adalah kemampuan HSV laten untuk aktif kembali dan bereplikasi di daerah yang dipersarafi oleh ganglia tempat pembentukan infeksi latennya. Berbagai stimulation, seperti demam, trauma, emotional stress, sinar matahari, dan menstruasi dapat memicu reaktivasi. Pada HSV-1, reaktivasi lebih sering pada area lips, sedangkan pada HSV-2 lebih sering pada area genitals. Reaktivasi akan lebih sering dan lebih berat pada pasien imunokompromais dibandingkan pasien imunokompeten.

Cara Penularan : HSV ditularkan melalui kontak personal time. Infeksi terjadi melalui inokulasi virus ke permukaan mukosa yangrentan (misalnya orofaring, serviks, konjungtiva) atau melalui pori-pori kulit.1-3 HSV-1 ditular salkan terutama melalui kontak dengan saliva tak sivagansal saliva dengansal .

Klinis

Manifestasi klinis infeksi HSV tergantung usia, status imun pasien, lokasi anatomik yang terlibat, serta jenis antigen virus. Dari perjalanan klinisnya, infeksi HSV dapat dibagi menjadi infeksi primer dan rekuren. Introduction to Infeksi umumnya disertai dengan tanda sistemik, gejala lebih berat, dan tingkat komplikasi lebih tinggi. Episode rekuren biasanya lebih ringan dan lebih singkat.

Komplikasi

Berbagai komplikasi pada infeksi HSV, yakni:
1. Superinfeksi bakteri dan jamur
2. Balanitis
3. Kandidiasis vagina

4. Infeksi mata,
5. Infeksi kulit,.

6. Infeksi viseral.

7. Infeksi sistem saraf pusat, dapat berupa:

a. Meningitis aseptik
b. Ganglionitis dan meilitis

c. Encephalitis
8. Genital herpes dan kehamilan Genital herpes:.

9. Penyakit HSV neonatal

10. Koinfeksi dengan HIV:

Tatalaksana

Penatalaksanaan infeksi HSV dititikberatkan pada pemberian antiviral spesifik yang mempunyai aktivitas terhadap kedua serotipe virus. Dosis dan frekuensi terapi ditentukan oleh lokasi lesi dan kronisitasnya (primer atau reaktivasi). Infeksi HSV berat pada pasien imunokompromais serta ensefalitis HSV memerlukan asiklovir intravena dosis tinggi yang sering diberikan secara empiris. Untuk gejala konstitusional, seperti demam, dapat diberikan terapi simptomatik. Perawatan luka dan pengobatan infeksi bakterial sekunder juga diperlukan. Konsultasi dokter kulit perlu pada kasus dengan lesi atipikal.

Daftar Pustaka

Mittart A. Infeksi Herpes pada Pasien Imunokompeten. A Review. PKB “New Perspective of Sexually Transmitted Infection Problem. Surabaya,7-8 Agustus 2010. Accessed 5 Mei 2015.

Laurence K, Tidy C. Herpes Simplex Virus 1. J Clin Virol. 2012. Jan;53(1):6- 11.doi:10.1016/j.jvc.Accessed 5 Mei 2015

Terri S.I, Tillis, J Mc Dowell. Differential Diagnosis: Is It Herpes or Apthous. J. Contemporary Dental Practice.Vol. 3 No.1. Feb, 15, 2002. Web: www.thejcdp.com. Accessed 5 mei 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online