Kenali Penyakit: Hipotiroid

Hipotiroid (hypothyroidism) merupakan penyakit yang disebabkan oleh kadar hormon tiroid di bawah normal (defisiensi hormon tiroid)1 . Penyakit ini memiliki 2 jenis, yaitu hipotiroid primer serta hipotiroid sentral (hipotiroid sekuder dan hipotiroid tersier)1. Hipotiroid primer terjadi saat seseorang kehilangan atau mengalami kerusakan permanen pada tiroidnya akibat beberapa faktor, seperti autoimun tiroiditis (contohnya pada penyakit Hashimoto dan troiditis kronis), defisiensi yodium, dan paparan radiasi lingkungan (bencana nuklir)2. Hipotiroid primer menjadi penyebab dari hampir 99% kasus hipotiroidisme. Hipotiroid sentral terjadi akibat adanya penyakit pada kelenjar hipotalamus atau cacat/defek pada molekul TSH2. Screening yang umumnya dilakukan pada pasien yang mengalami hipotiroid primer adalah dengan mengukur level serum TSH. Namun pada pasien dengan hipotiroid sentral, umumnya dilakukan pengecekan pada T4 bebas.

Faktor Risiko

Hipotiroid dapat disebabkan oleh beberapa faktor1, yaitu:

  1. Penggunaan obat-obatan, seperti thalidomide, oral tyrosine kinase inhibitors, rifampin, dan obat-obatan lainnya yang dapat memengaruhi kerja dari kelenjar tiroid.
  2. Terapi Thyroid Radioactive Iodine (RAI)
  3. Operasi tiroid
  4. Radioterapi pada area kepala dan leher
  5. Tiroiditis postpartum
  6. Penyakit pada kelenjar pituitari otak
  7. Perkembangan abnormal pada kelenjar tiroid
  8. Dapat terjadi pada segala usia, tetapi paling sering terjadi pada usia 30-50 tahun2

Gejala dan Tanda

Seseorang yang mengalami hipotiroid dapat mengalami gejala dan tanda3 berupa:

  1. Kulit kering dan kasar serta rambut kasar, kering, dan rapuh. Kuku tipis, rapuh, 
  2. Sensitif terhadap suhu dingin (ditandai dengan kaki atau tangan dingin)
  3. Otot terasa lemah dan sendi kaku. Beberapa orang juga bisa merasakan nyeri pada otot dan sendinya.
  4. Gangguan pada sistem reproduksi, seperti abnormalitas pada siklus menstruasi (menstruasi berkepanjangan dan berat serta siklus menstruasinya lebih pendek) dan libido menurun pada laki-laki maupun perempuan
  5. Mengalami kelelahan, sulit berkonsentrasi, dan mudah lupa
  6. Kadar kolesterol dan trigliserida meningkat

Pengobatan

  1. Pengobatan pada pasien dengan autimmune hypothyroidism
  2. Penggantian hormon tiroid untuk mencapai kadar serum TSH dengan peningkatan konsentrasi hormon tiroid
  3. Menggunakan Dehydroepiandrosterone (DHEA) sebagai suplemen yang bermanfaat dalam pengobatan beberapa autoimun
  • Pengobatan pada pasien tanpa nonautoimmune hypothyroidism
  • Diet cukup vitamin dan mineral yang diperlukan untuk memproduksi dan mengaktivasi hormon tiroid, seperti seng (Zinc), selenium, vitamin B, dan vitamin D. contoh makanannya adalah seafood (terutama kerang), daging sapi, ayam, kacang, bayam, kacang-kacangan, telur, ragi
  • Mengonsumsi suplemen Zinc, Copper, Selenium, vitamin C, vitamin E
  • Mengonsumsi obat yang dapat menambah hormon tiroid seperti Levothyroxine

Daftar Pustaka

  1. Patil, N., Rehman, A., dan Jialal, I. 2021. Hypothyroidism.             <https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK519536/>. diakses pada tanggal 31      Agustus 2021.
  2. Brent, G. dan Weetman, A. 2020. Williams Textbook of Endocrinology. Edisi XIV.             Elsevier,inc.<https://www.clinicalkey.com/service/content/pdf/watermarked/3-s2.  0-B97803235559680001           39.pdf?locale=en_US&searchIndex=>. Diakses pada           tanggal 31 Agustus 2021.
  3. Christianson, A. 2020. Textbook of Natural Medicine. Edisi V.             <https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/B9780323430449001825>.      Diakses pada tanggal 31 Agustus 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online