Kenali Penyakit: Hipoglikemia Ringan

Di dalam tubuh setiap individu tentunya membutuhkan glukosa. Keadaan dimana kadar glukosa plasma lebih rendah dari angka 45 mg/dl – 50 mg/dl dikenal dengan istilah hipoglikemia. Ada bermacam-macam literatur yang mengklasifikasikan nilai kadar gula darah, menurut Smeltzer et al (2010) hipoglikemia terjadi apabila kadar glukosa  50-60 mg/dl, menurut Wiliams & Hopper (2007)  50 mg/dl, dan menurut Dunning (2009)  54 mg/dl. Namun, berdasarkan perkembangan ilmu pengetahuan dengan banyaknya riset yang dilakukan, ditetapkan nilai  70 mg/dl ialah nilai rujukan yang digunakan dalam mendefinisikan hipoglikemia. Hipoglikemia akut dapat dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu ringan, sedang, dan berat yang dibedakan dari gejala klinis yang timbul.

Hipoglikemia terjadi saat kandungan gula dalam darah turun drastis yang umumnya disebabkan karena pola makan yang tidak baik, contohnya pada individu yang mengurangi porsi makan sampai terlalu sedikit, kekurangan karbohidrat karena menerapkan diet rendah karbohidrat, ataupun kebiasaan menunda-nunda makan. Selain itu aktivitas fisik yang berlebihan tanpa diselingi makan dan minum yang cukup juga menjadi salah satu penyebab hipoglikemia. Dampaknya, seseorang mungkin mengalami gejala klinis hipoglikemia ringan, seperti lelah, pusing, pucat, gemetar, berkeringat, merasa lapar, sulit berkonsentrasi, dan jantung berdebar-debar. Saat terjadi hipoglikemia, tubuh akan merespon dengan reaksi sympathoadrenal-sympathetic neural dimana tubuh akan berekasi untuk mensekresi hormone epinephrine, noreprinefrine, glucagon, kortisol, dan hormone pertumbuhan. Dilepaskannya hormone epinefrin akan mengakibatkan reaksi takikardia pada jantung, tremor, dan berkeringat dingin. Hormon epinephrine akan bekerja untuk meningkatkan gluconeogenesis di ginjal yang memungkinkan untuk meningkatkan produksi glukosa hingga 25% dari kebutuhan tubuh. Penanganan hipoglikemia ringan  bisa dengan cara mengonsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula yang tergolong tinggi untuk menaikkan kadar gula darah. Untuk penderita diabetes, umumnya dokter akan menganjurkan selalu siap sedia permen jika hendak bepergian, sehingga apabila kadar gula darah rendah, maka dapat dengan cepat mengonsumsi permen tersebut untuk menaikkan kadar gula darah dengan cepat. Tidak hanya permen, dapat juga mengonsumsi jus buah maupun soft drink. Untuk langkah pencegahan terjadinya hipoglikemia, kita dapat melakukan beberapa cara, seperti selalu bawa cemilan dan minuman manis, membatasi konsumsi minuman alkohol, apabila hendak berolahraga, hendaknya konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat terlebih dahulu, makan secara teratur, dan konsumsi camilan dengan kandungan karbohidrat sebelum tidur untuk mencegah gula darah turun drastis saat keadaan tidur.

Referensi :

P2PTM Kemenkes RI., 2017. Apakah itu hipoglikemia dan bagaimana hal itu dapat dicegah dan dikelola. [Online]

Available at: http://www.p2ptm.kemkes.go.id

[Accessed 31 Agustus 2021].

Smeltzer, S. C., Bare, B. G., Hinkle, J. L. & Cheever, K. H., 2010. Brunner & Suddarth’s Textbook of Medical-Surgical Nursing. 12th ed. Philadephia: Wolters Kluwer Health; Lippincott Wiliams & Wilkins.

Somadji, D. W., 2009. Hipoglikemia Iatrogenik. In: A. W. Sudoyo, et al. eds. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jakarta: InternaPublishing, pp. 1892-1893.

Trisha, D., 2009. Care of People With Diabetes. A Manual of Nursing Practice. 3th ed. United Kingdom: Blackwells Publishing.

Williams, L. S. & Hopper, P. D., 2007. Understanding Medical Surgical Nursing. 3th ed. Philadephia: Davis Company.

Willy, T., 2019. Hipoglikemia. [Online]

Available at: https://www.alodokter.com

[Accessed 31 Agustus 2021].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online