Kenali Penyakit : Hipertensi Primer

Hipertensi merupakan penyakit yang banyak diderita oleh orang Indonesia. Dari tahun ke tahun, penderita hipertensi di Indonesia kian meningkat. Selain itu, masih banyak juga penderita hipertensi yang tidak mengetahui akan penyakit ini bahkan ada yang mengetahui, tetapi menganggap penyakit ini sepele. Nyatanya, hipertensi dapat menimbulkan penyakit penyerta serta komplikasi. 54% penyakit stroke terjadi karena hipertensi dan 47% penyakit jantung iskemia juga terjadi karena hipertensi.

Banyak orang menganggap hipertensi hanya ada satu. Namun, hipertensi memiliki dua jenis yang berbeda, yaitu hipertensi primer atau hipertensi esensial dan hipertensi sekunder. Sebagian besar literatur menyatakan bahwa 90% penderita hipertensi mengalami hipertensi primer. Hipertensi primer merupakan keadaan dimana tekanan darah seseorang melebihi 140/90mmHg atau bahkan lebih. Biasanya hipertensi primer ini menyerang orang berusia 18 tahun keatas dengan penyebab yang tidak diketahui secara pasti. Untuk melakukan pengukuran pada hipertensi primer ini akan dilakukan pemeriksaan sebanyak dua kali atau lebih kemudian diambil rata-ratanya.1

Klasifikasi gipertensi menurut JNC-7 2003

KategoriTekanan darah sistolik (mmHg) Tekanan darah diastolik (mmHg)
Normal<120dan<80
Pra-hipertensi120-139Atau80-89
Hipertensi tingkat 1140-159Atau90-99
Hipertensi tingkat 2>160Atau>100
Joint National Committee on Prevention Detection, Evaluation,and Treatment or High Pressure VII/JNC-VII. 2003
  1. Penyebab Hipertensi Primer

Hipertensi primer masih belum diketahui pasti apa saja penyebabnya. Namun, sejumlah studi menetapkan beberapa hal sebagai penyebab dari hipertensi primer, diantaranya:

  • Genetik : Biasanya, jika seseorang memiliki orang tua yang menderita hipertensi, maka akan besar kemungkinan bagi orang tersebut untuk menderita hipertensi pula.
  • Jenis kelamin dan usia : untuk laki-laki yang berusia antara 35-50 tahun serta wanita yang telah menopause akan memiliki resiko yang lebih tinggi dalam menderita hipertensi.
  • Pengkonsumsian garam dan lemak yang tinggi
  • Obesitas : seseorang dengan berat badan yang 25% melebihi berat badan ideal akan memiliki resiko menderita hipertensi yang lebih tinggi.
  • Pengonsumsian alkohol serta kebiasaan merokok : bahan atau zat yang terkandung dapat memicu perkembangan hipertensi.
  • Stress : saat stress, hormon adrenalin seseorang akan meningkat dan menyebabkan jantung memompa darah lebih cepat dan berakibat terhadap peningkatan tekanan darah.2
  • Gejala Hipertensi Primer

Hipertensi sering juga disebut The Silent Killer. Hal ini tentu saja dikarenakan banyak orang yang tidak mengetahui bahwa ia menderita hipertensi sedangkan hipertensi dapat menyebabkan berbagai komplikasi. Kebanyakan orang yang mengeluh sakit kepala akan mulai berkonsultasi ke dokter. Sakit kepala dapat dikategorikan sebagai gejala yang paling umum sehingga pasien mencari pertolongan medis. Gejala yang dapat menyebabkan hipertensi, diantaranya:

  • Sakit kepala,
  • Telinga berdengung,
  • Jantung berdebar-debar,
  • Pusing,
  • Mudah Lelah,
  • Penglihatan kabur, dan
  • Mimisan.3
  • Pengobatan Hipertensi Primer

Biasanya dalam mengobati hipertensi ada yang dinamakan terapi non farmakologis dan terapi farmakologis.

  1. Terapi non farmakologis
  2. Menghentikan kebiasaan merokok,
  3. Menghentikan konsumsi alkohol,
  4. Menurunkan berat badan menuju ke berat badan ideal,
  5. Menekan asupan garam dan lemak yang berlebih, dan
  6. Meningkatkan aktivitas fisik.
  7. Terapi farmakologis

Terapi farmakologis dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan anti hipertensi seperti amlodipin maupun nifedipin. Bila gejala yang dirasakan tidak nyaman, segerakan berobat ke dokter!2

Referensi:

1.  Mohani, Chandra Irwanadi. Hipertensi Esensial dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid I Edisi VI. Jakarta: FK UI; 2006.

2. Bianti Nuraini. 2015. Risk Factors of Hypertension. J MAJORITY; 4(5): 12-13.

3. Hasbi Taobah Ramdani, Eldessa Vava Rilla, Wini Yuningsih. 2017. Hubungan Tingkat Stres Dengan kejadian Pada Penderita Hipertensi. Jurnal Keperawatan ‘Aisyiyah; 4(1): 38.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online