Kenali Penyakit: Hernia Inguinalis

Hernia Inguinalis merupakan penyakit akibat kelainan dinding perut bawaan lahir ataupun didapatkan dari faktor eksternal yang menyebabkan penonjolan pada saluran inguinalis, di pangkal paha atau selangkangan. Penonjolan tersebut diakibatkan oleh adanya organ perut yang terselip ke saluran tersebut. Banyak penelitian menunjukkan bahwa genetik berperan besar dalam penyakit ini. Hal ini disebabkan pasien dengan riwayat keluarga pengidap hernia memiliki empat kali lebih besar risiko terkena dibandingkan pasien yang tidak memiliki riwayat. Namun, sebagian besar orang dewasa juga dapat mengalami hernia inguinalis akibat faktor eksternal seperti peningkatan tekanan intra-abdomen akibat obesitas, batuk kronis, angkat beban berlebih, dan mengejan karena sembelit. Berdasarkan presentasi kasus, laki-laki menyumbang sekitar 90% dari semua hernia inguinalis dan wanita sekitar 10%. Umumnya wanita lebih sering mengalami hernia femoralis dibandingkan hernia inguinalis.

Kemampuan dinding perut menahan peningkatan tekanan intra-abdomen bergantung pada kekuatan serat jaringan ikat kolagen. Pada tubuh manusia terdapat beberapa jenis jaringan ikat kolagen, tetapi pada jaringan ikat perut didominasi kolagen tipe I dan kolagen tipe III. Kolagen tipe I merupakan bentuk kolagen paling matang dan stabil. Sedangkan, kolagen tipe III merupakan bentuk isoform yang belum matang sehingga daya tahannya lebih rendah. Dari hasil penelitian, pasien yang mengalami hernia biasanya mempunyai matriks ekstraseluler jaringan ikat pada dinding perut dengan konsentrasi kolagen tipe III yang lebih tinggi. Dengan demikian, ketahanan dinding perut terhadap tekanan menurun dan memungkinkan terjadi hernia inguinalis. Penurunan kolagen tipe I pada jaringan ikat berhubungan dengan kecacatan primer dalam sintesis kolagen seperti Martan Syndrome, Ehlers-Danlos Syndrome dan Osteogenesis Imperfecta.

Penyakit ini ditandai dengan gejala yang bermacam-macam. Umumnya, pasien datang dengan keluhan tonjolan, rasa nyeri, dan sensasi terbakar di daerah selangkangan. Selain itu, ada pula yang mengatakan kondisi tersebut akan memburuk saat melakukan aktivitas fisik dan batuk rasa nyeri. Kemusdian, rasa nyeri tersebut dapat menjalar ke bawah kaki atau skrotum (kantong buah pelir). Kadang-kadang hernia inguinalis juga timbul dengan rasa sakit yang parah akibat penyumbatan saluran inguinalis. Untuk mendiagnosis hernia inguinalis, tata laksana pemeriksaan yang sagat penting adalah pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dilakukan dengan mengamati pada daerah inguinalis dan melihat apakah bentuknya simetris atau tidak.  Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan dengan meraba kanalis inguinalis, di daerah pangkal paha. Apabila dari hasil pemeriksaan fisik masih belum dapat mendiagnosis hernia inguinalis, maka dapat dilakukan pemeriksaan radiologis.

Setelah pasien sudah dipastikan menderita henia inguinalis, pasien dapat melakukan operasi pembedahan seperti operasi bedah terbuka dan laparoskopi. Operasi bedah terbuka dilakukan dengan menyayat di pangkal paha pada pasien dan memposisikan organ yang tesangkut ke tempat awalnya. Sedangkan pada operasi laparoskopi dilakukan dengan membuat sayatan kecil (sekitar 5-10 mm) di perut. Kemudian, dari sayatan tersebut akan dimasukkan selang dengan kamera dan lampu kecil di bagian ujungnya. Lalu, di sayatan lainnya menjadi tempat masuknya alat bedah yang akan dipakai. Semua gejala hernia inguinalis harus diperbaiki secepat mungkin. Sebagian hernia dengan tanpa atau gejala yang tidak mengganggu dapat ditunggu terlebih dahulu dan diawasi. 

Referensi:

Hammoud M, Gerken J. 2021. Inguinal Hernia. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK513332/

Jones DB, Fischer JE. 2013. Master Techniques in Surgery: Hernia. Lippincott Williams & Wilkins: USA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online