Kenali Penyakit: Gonore (Gonorrhoea)

  1. Pengertian

Gonore atau yang lebih dikenal dengan kencing nanah merupakan infeksi menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada organ genitalia, saluran kemih , tenggorokan, mata, anus,  dan rektum. Infeksi ini disebabkan oleh bakteri bernama Neisseria gonorrhoeae. Pada wanita, bakteri ini dapat menyebabkan masalah kesehatan serius diantaranya penyakit radang panggul, kehamilan ektopik, dan infertilitas. Infeksi ini menyebabkan terjadinya epididimitis dan infertilitas pada pria, sedangkan pada bayi baru lahir dapat terjadi gonococcal ophthalmia yang menyebabkan kebutaan permanen bila tidak diobati. Selain itu penyakit gonore juga meningkatkan resiko untuk terserang Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/ AIDS).Penularan infeksi ini dapat terjadi dengan berhubungan seksual secara vaginal, anal atau oral. Seorang ibu hamil juga dapat menurubkan infeksi ini pada bayi yang dikandungnya.

  • Gejala

Gejala yang terjadi berbeda-beda untuk setiap individu baik wanita maupun pria. Biasanya, gonore menyebabkan infeksi saluran  Pada wanita, biasanya infeksi ini tidak menunjukkan gejala dengan hanya 50% wanita yang mengalami keluhan seperti keputihan, nyeri saat berhubungan seksual, rasa terbakar saat buang air kecil,atau nyeri bagian perut bawah. Gejala umum yang muncul pada pria, yaitu keluarnya nanah putih/kuning/hijau saat buang air kecil, rasa terbakar saat buang air kecil, atau nyeri tekan testis.

Baik pada pria maupun wanita N. gonorrhoeae dapat menyebabkan proktitis (radang rektum) dengan atau tanpa gejala (sekret dubur, tenesmus, dan nyeri). Meskipun pada pria biasanya akibat hubungan seks anal tanpa kondom, proktitis pada wanita dapat diperoleh melalui penyebaran perineum dari daerah serviks atau hubungan seks anal. Infeksi faring dengan N. gonorrhoeae umumnya tidak menunjukkan gejala, tetapi beberapa orang mengalami sakit tenggorokan atau nyeri saat menelan.

  • Diagnosis

Ada beberapa dasar penegakkan diagnosis gonore , yaitu anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium yang digunakan antara lain pemeriksaan pengecatan gram, kultur bakteri, tes oksidase dan tes fermentasi.

Pasien diminta untuk melakukan swab anus atau melalui urin pasien sebagai sampel pemeriksaan laboratorium.

  • Pengobatan

Gonore dapat  diobati dengan pemberian antibiotik dalam bentuk suntikan atau tablet dengan dosis tunggal. Centers for Disease Control (CDC) merekomendasikan pemberian Seftriakson 250 mg dosis tunggal secara intramuskuler dan Sefiksim 400 mg dosis tunggal secara oral sebagai regimen alternatif apabila terapi dengan seftriakson gagal. Pasa Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 5 Tahun 2014 penatalaksanaan gonore, yaitu :            

  • Pemberian farmakologi dengan antibiotik: Tiamfenikol, 3,5 gr per oral (p.o) dosis tunggal, atau ofloksasin 400 mg (p.o) dosis tunggal, atau Kanamisin 2 gram Intra Muskular (I.M) dosis tunggal, atau spektinomisin 2 gram I.M dosis tunggal.     
  • Pasien dianjurkan untuk tidak melakukan kontak seksual hingga dinyatakan sembuh dan menjaga kebersihan genital.        

Sebagai catatan untuk antibiotik ofloksasin, siprofloksasin dan tiamfenikol merupakan kontraindikasi pada kehamilan dan tidak dianjurkan pada anak dan dewasa muda.

  • Pencegahan

Pencegahan dan pengendalian gonore dapat dilakukan dengan berpantang, tidak berganti-ganti pasangan dalam hubungan seksual, atau penggunaan kondom lateks yang benar dan konsisten. Pasien harus menyadari pentingnya mengenali gejala sejak dini dan segera mencari perawatan. Edukasi untuk pasien tentang pentingnya memberi tahu pasangan tentang infeksi mereka dan mendorong pasangan untuk mencari perawatan.

Daftar Pustaka

  1. Montano M, Rarick M, Sebastiani P, Brinkmann P, Skefos J, and Ericksen R. HIV- 1 burden influences host response to co- infection with Neisseria gonorrhoeae in vitro. International Immunology 2005;18:125–37.
  2. S. E. Firdiana, M. Muslimin, and H. Farida. 2016. “PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SEFTRIAKSON DENGAN SIPROFLOKSASIN PADA KUMAN NEISSERIA GONORRHOEAE SECARA IN VITRO,” DIPONEGORO MEDICAL JOURNAL (JURNAL KEDOKTERAN DIPONEGORO), vol. 5, no. 4, pp. 1736-1742, Nov. 2016. https://doi.org/10.14710/dmj.v5i4.15944
  3. Stevens, Dennis L, Elaine C, Jong et all. 2012. Netters Infectious Disease. China. Saunders, Elsevier.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online