Kenali Penyakit: Glomerulonefritis Akut

Tahukah Anda dengan penyakit glomerulonefritis akut? Glomerulonefritis akut merupakan glomerulonefritis yang proses perkembangan kelainannya itu cepat. Glomerulonefritis sendiri merupakan sebutan untuk macam-macam penyakit ginjal yang glomerulusnya atau tempat penyaringan kencingnya mengalami proliferasi (perbanyakan dan pertumbuhan) dan inflamasi (reaksi tubuh terhadap benda asing yang ditandai dengan panas, bengkak, nyeri, dan gangguan fungsi organ tubuh) karena proses imunologis atau proses pertahanan tubuh terhadap penyakit.

Glomerulonefritis akut lebih banyak menyerang pria daripada wanita dengan rasio pria-wanita 2 banding 1. Di antara beberapa penyebab infeksi (masuknya penyakit), Post-Streptococcal Glomerulonephritis (PSGN) atau glomerulonefritis pasca-streptokokus adalah yang paling umum terjadi terutama pada anak-anak di negara berkembang. Post-Streptococcal Glomerulonephritis (PSGN) atau glomerulonefritis pasca-streptokokus merupakan penyakit setelah masuknya bakteri streptokokus beta hemolitikus (penghancuran dinding sel darah merah dengan sempurna) grup A. Glomerulonefritis akut bisa muncul bersamaan dengan sindrom nefritik akut atau peradangan ginjal yang ditandai dengan timbulnya kencing berdarah, pembengkakan, darah tinggi, dan ketidakmampuan ginjal untuk menjalankan fungsinya secara tiba-tiba. Hal tersebut terjadi akibat cedera pada glomerulus oleh berbagai agen infeksi, seperti virus atau bakteri, serta dapat juga karena penyebab non-infeksi seperti Henoch-Schonlein Purpura (HSP).

Sebagian besar bentuk glomerulonefritis dianggap gangguan yang bertingkat naik, yang tanpa pengobatan tepat waktu, berkembang menjadi glomerulonefritis kronis (ditandai dengan penurunan laju filtrasi atau penyaringan glomerulus). Pengobatan glomerulonefritis akut terbagi menjadi dua kategori, yaitu perawatan suportif seperti kontrol tekanan darah dan dialisis (cuci darah) segera. Pengobatan ini biasanya menyelamatkan nyawa, tetapi tidak mencoba untuk membalikkan proses terjadinya penyakit yang mendasarinya. Pengobatan khusus bertujuan untuk mencegah dan membalikkan peradangan glomerulus dan pada akhirnya untuk mempertahankan fungsi ginjal. Pengobatan tersebut seringkali sangat beracun dan bergantung pada penekanan dari seluruh sistem kekebalan tubuh tidak spesifik atau tidak khusus. Pentingnya terapi suportif pada glomerulonefritis akut tidak dapat terlalu ditekankan. Kontrol tekanan darah ketat, penggunaan diuretik (obat pendorong produksi air seni) yang tepat, dan kontrol hiperkalemia (berlebihan kalium dalam darah), uremia (berlebihan urea dalam tubuh) dan kelebihan cairan, jika perlu ditangani dengan dialisis. Kontrol tekanan darah sangat penting bukan hanya dalam jangka pendek tetapi juga nanti untuk setiap pasien lain dengan gangguan ginjal ringan atau proteinuria (adanya protein dalam air seni), dengan Angiotensin Converting Enzyme (ACE) inhibitors atau penghambat enzim angiotensin pengubah yang memiliki tempat tertentu untuk efek tambahan dari antiproteinuric dan antifibrotic.

DAFTAR PUSTAKA

Bhalla, K., Gupta, A., Nanda, S., & Mehra, S. 2019. Epidemiology and clinical outcomes of       acute glomerulonephritis in a teaching hospital in North India. Journal of family medicine and primary care8(3), 934–937. https://doi.org/10.4103/jfmpc.jfmpc_57_19

Kazi, A. M., Hashmi, M. F. 2021. Glomerulonephritis. Diakses pada 31 Agustus 2021 dari https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560644/

Rachmadi, D. 2013. Diagnosis dan Penatalaksanaan Glomerulonefritis Akut. Bandung: FK Universitas Padjajaran.

Vinen, C. S., Oliveira, D. B. G. 2003. Acute glomerulonephritis. Postgraduate Medical Journal; 79: 206-213.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online