Kenali Penyakit: Gastrointestinal Stromal Tumor (GIST)

Gastrointestinal Stromal Tumor atau yang dapat disebut GIST merupakan salah satu jenis tumor langka yang terdapat pada saluran pencernaan. Berdasarkan American Cancer Society dan National Cancer Institute per Januari 2021, GIST hanya terjadi pada 1% dari seluruh kasus tumor saluran pencernaan dengan sekitar 4000 hingga 6000 orang dewasa di Amerika terdiagnosa dengan GIST tiap tahunnya. GIST berbeda dari jenis tumor lainnya dikarenakan GIST berasal dari sel-sel unik yang disebut “the interstitial cells of Cajal”. Sel tersebut dikenal sebagai “pacemakers” atau “alat pacu” sistem pencernaan yang berfungsi sebagai pengatur pergerakan makanan yang melewati lambung dan usus.

            GIST dapat ditemukan dan berkembang di daerah manapun di sepanjang saluran pencernaan, akan tetapi umumnya terjadi pada lambung (± 60%) atau usus halus (± 35%). Sisanya sekitar 5% dapat ditemukan pada usus besar, rektum, anus, dan esophagus. Apabila dibiarkan hingga stadium akhir, maka tak jarang GIST dapat menyebar hingga ke jaringan lunak, tulang, hati (liver), bahkan paru-paru.

            Sampai saat ini, penyebab pasti GIST belum diketahui. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat mempengaruhi GIST dapat terjadi, antara lain: Usia, Jenis Kelamin, dan Genetik. GIST lebih sering terjadi pada laki-laki diatas umur 50 tahun, walaupun tidak menutup kemungkinan GIST juga dapat terjadi pada perempuan ataupun orang dibawah 50 tahun. Lalu, GIST sebenarnya tidak diwariskan dalam keluarga, akan tetapi ada beberapa syndrome yang dapat diwariskan seperti neurofibromatosis type 1 dan Carney-Stratakis dyad yang dapat meningkatkan risiko GIST.

            Sekitar 30% pasien GIST mungkin tidak mengalami gejala hingga berada dalam stadium lanjut. Gejala yang paling sering dikeluhkan biasanya adalah perdarahan yang berkaitan dengan posisi, ukuran, dan stadium tumor. Perdarahan tersebut lah yang akan menyebabkan gejala-gejala lain, seperti: anemia, darah dalam tinja, muntah yang kadang disertai darah, nyeri pada perut, benjolan di perut, lelah dan lemas, demam dan berkeringat di malam hari, serta penurunan berat badan. Ketika dokter mencurigai adanya GIST pada pasien berdasarkan gejala, umur dan kesehatan umum, dan hasil tes medis pasien sebelumnya, maka dokter dapat menyarankan berbagai uji/tes tertentu untuk memastikan diagnosa.

            Uji/tes tersebut antara lain, ialah:

            Ultrasound Scan, Endoskopi (dokter akan memeriksa kelainan di dalam lambung dan usus halus melalui endoskop yang dimasukkan ke mulut dan melewati kerongkongan), Endoskopi Ultrasound (menunjukkan ukuran dan posisi tumor), Biopsi (sampel jaringan tumor diperiksa lebih jauh), CT(Computerised Tomography) Scan (melihat secara tiga dimensi bagian dalam usus), MRI Scan (melihat secara detail kondisi usus dan area sekitar tumor), dan PET (Position Emission Tomography) Scan. Tes yang sering digunakan ialah CT Scan karena merupakan tes terbaik untuk mendiagnosa dan memantau GIST.

            Treatment yang dapat diberikan ke penderita GIST bergantung pada beberapa faktor, seperti: tipe dan stadium tumor, kemungkinan efek samping, preferensi pasien, dan kondisi kesehatan umum pasien. Dokter juga harus memperhatikan beberapa faktor pada tumor agar dapat menyarankan treatment yang tepat untuk pasien, antara lain: ukuran, jumlah sel yang membelah, genetic makeup, dan apakah tumor tersebut sudah menyebar dan pecah (baik akibat operasi atau tidak).

            Saat ini kemoterapi dan radioterapi sudah tidak efektif untuk mengobati GIST. Salah satu treatment yang dapat dilakukan ialah Operasi Pembedahan. Tumor akan diangkat oleh dokter bedah dengan aman sekaligus memperhatikan daerah di sekitar tumor tersebut. Metode ini juga dapat dilakukan untuk memastikan suatu GIST bersifat jinak ataupun ganas. Namun apabila tumor telah menyebar, seringkali tidak dapat disembuhkan. Maka dari itu, telah ditemukan suatu jenis terapi yang secara khusus menargetkan sel-sel tumor agar terhambat dalam hal tumbuh dan berkembang yang disebut targeted therapy. Terapi ini seringkali dikombinasikan dengan Operasi Pembedahan untuk hasil maksimal pada penderita GIST.

            Contohnya pada penderita GIST dengan risiko tinggi untuk kambuh kanker. Setelah risiko kekambuhan ditentukan oleh dokter, pasien dengan tumor berisiko tinggi untuk kambuh seperti ukuran besar, jumlah sel yang aktif membelah, dan adanya rupture dapat diberikan oral form (melalui mulut) dari targeted therapy berupa konsumsi Imatinib (Glivec) selama 3 tahun untuk meningkatkan peluang kesembuhan. Apabila treatment tersebut tidak ampuh, boleh dilakukan operasi pembedahan apabila sebelumnya merespon baik pada Glivec. Terapi lainnya juga dapat dilakukan seperti peningkatan dosis Glivec, ataupun peralihan ke targeted therapy lain, seperti Regorafenib (Stivarga) dan Sunitinib (Sutent). Maka dari itu, follow up ke dokter untuk penderita GIST sangatlah penting dilakukan minimal 3-6 bulan sekali tergantung risiko kasus.

Reference List

American Society of Clinical Oncology (2020). Gastrointestinal Stromal Tumor – GIST. [online] Cancer.Net. Available at: https://www.cancer.net/cancer-types/gastrointestinal-stromal-tumor-gist/view-all [Accessed 31 Aug. 2021].

Digestive Centre. (n.d.). GIST (Gastrointestinal Stromal Tumour). [online] Available at: https://digestivecentre.com.sg/conditions/gastrointestinal-stromal-tumourgist/ [Accessed 31 Aug. 2021].

Sebastian, J. and Sobarna, L.F. (2018). GASTROINTESTINAL STROMAL TUMOR. Medicinus, [online] 4(9), pp.293–296. Available at: https://ojs.uph.edu/index.php/MED/article/download/1188/436 [Accessed 31 Aug. 2021].

Soh, T. (2017). What Are GISTs? [online] Oncocare Cancer Centre. Available at: https://oncocare.sg/en/blogs/what-are-gists/ [Accessed 31 Aug. 2021].

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online