Kenali Penyakit: Fraktur Klavikula

Fraktur merupakan tulang yang terputus/patah dan dapat ditentukan sesuai luas dan jenisnya. Sedangkan klavikula adalah tulang selangka. Jadi Fraktur klavikula adalah patahnya tulang pada tulang selangka. Seseorang dapat menderita fraktur jika tulang terkena stress yang besar lebih dari yang dapat diserapnya. Fraktur dapat disebabkan oleh pukulan yang keras, jatuh dengan tumpuan bahu, gerakan putaran yang mendadak dan kontraksi otot yang yang berlebih. Meskipun tulang patah, jaringan sekitarnya juga akan terpengaruh dan mengakibatkan pembengkakan pada jaringan lunak, kerusakan saraf dan pembuluh darah, perdarahan ke otot dan sendi, sendi bergeser, dan tendon robek.

Gejala yang dapat ditimbulkan dari fraktur klavikula antara lain :

  • Deformitas : Pembengkaan pada lokasi fraktur yang berasal dari perdarahan lokal dapat menyebabkan perubahan bentuk.
  • Pembengkakan : pembengkakan dapat muncul kapan saja akibat dari cairan serosa yang berkumpul pada lokasi fraktur dan juga bocornya darah ke jaringan sekitar.
  • Memar : Memar karena perdarahan di dalam kulit(pada lokasi yang cedera).
  • Spasme otot : kontraksi otot yang tidak diinginkan berfungsi untuk mengurangi gerakan dari pecahan fraktur.
  • Nyeri : Jika persyarafan masih baik, nyeri akan terasa, tingkat dan keparahan dari nyeri berbeda pada setiap penderita. Nyeri biasanya terasa terus-menerus , jika fraktur dimobilisasi dapat meningkat.
  • Ketegangan : Ketegangan terasa karena cedera yang terjadi.
  • Kehilangan fungsi : Fungsi hilang karena nyeri yang disebabkan fraktur atau bisa juga karena fungsi pengungkit lengan pada tungkai yang terkena hilang. Kelumpuhan dari cedera saraf dapat terjadi.
  • Gerakan tidak normal dan krepitasi (suara pada persendian) : Terjadi karena pecahan fraktur yang bergesekan.
  • Perubahan neurovaskular(sistem saraf dan pembuluh darah) : Terjadi karena kerusakan saraf perifer dan juga struktur perdarahan. penderita biasanya merasakan kesemutan dan tidak teraba nadi pada daerah fraktur yang dialami.
  • Syok : serpihan pecahan fraktur tulang dapat merobek pembuluh darah. Perdarahan yang banyak dapat mengakibatkan syok.

Pengobatannya

Fraktur Klavikula 1/3 Tengah

Fraktur klavikula 1/3 tengah non displaced (Remuk berkeping tetapi tidak keluar dari tempat semula) lebih baik diterapi dengan tidak dioperasi. Biasanya berlanjut dengan penyatuan yang baik, dengan kemungkinan di bawah 5% tidak menyatu dan dapat kembali normal. Pengaturan pengobatan tanpa operasi meliputi pemakaian simple sling pada fraktur agar nyaman. Sling boleh dilepas setelah nyeri tidak terasa lagi (biasanya setelah 1-3 minggu), pasien disarankan untuk mulai melatih lengannya untuk bergerak. Penggunaan simple splintage pada fraktur yang dipendekkan lebih dari 2 cm dapat menyebabkan risiko terjadinya penyatuan yang tidak sempurna simptomatik terutama nyeri dan tidak ada tenaga saat bahu bergerak dan peningkatan insiden tidak menyatu. Maka dari itu pada fraktur klavikula akut dikembangkan teknik fiksasi internal jika mengalami pemendekan dan pergeseran berat. Metode yang biasa digunakan contohnya fiksasi intramedular dan pemasangan plat.

Fraktur Klavikula 1/3 Distal

Fraktur 1/3 distal klavikula kebanyakan mengalami sedikit pergeseran dan terletak diluar sendi. Ligamentum korakoklavikula yang utuh mencegah pergeseran yang jauh dan biasanya manajemen tanpa operasi dipilih. Penanganannya adalah menggunakan sling selama 2-3 minggu sampai nyeri tidak terasa lagi, lalu dilanjutkan dengan mobilisasi dalam batas nyeri.

Fraktur klavikula 1/3 distal displaced(Remuk berkeping keluar dari tempat semula) memiliki hubungan dengan robeknya ligamentum korakoklavikula. Fraktur ini memiliki tingkat tidak menyatu yang tinggi jika ditangani dengan tidak dioperasi. Direkomendasikan pembedahan untuk penstabilan fraktur. Teknik operasi yang biasa digunakan contohnya fiksasi plat hook, plate dan screw korakoklavikular, teknik sling dan penjahitan dengan graft ligamen Dacron dan locking plates klavikula.

Fraktur Klavikula 1/3 Proksimal

Kebanyakan fraktur ini jarang terjadi diluar sendi. Penanganan yang biasanya diambil adalah tanpa operasi kecuali jika struktur mediastinal terancam pergeseran fraktur. Pusat pada fraktur ini memiliki hubungan dengan perubahan penyakit yang dapat terjadi, contohnya perpindahan implan ke rongga antara paru paru, kebanyakan terjadi pada penggunaan K-wire. Terdapat Metode lain yang dapat digunakan contohnya penjahitan dan teknik graft, dan juga locking plates.

DAFTAR PUSTAKA

Andara, R. 2020. Perbandingan Luaran Klinis Jangka Pendek (Skor Ases) Pada Penderita Fraktur Klavikula Yang Dilakukan Open Reduction Internal Fixation (ORIF) Dengan Non Operatif Di RSUP H. Adam Malik Medan. Medan: USU.

Bentley, T.P., Hosseinzadeh, S. Clavicle Fractures. [Updated 2021 Aug 9]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507892/

Karna, M. B. 2018. Fraktur Klavikula. Denpasar: Universitas Udayana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online