Kenali Penyakit: Fibrosarkoma

Fibrosarkoma ini termasuk ke dalam salah satu jenis tumor yang langka dan jarang ditemui tetapi tumor ini bersifat sangat ganas dimana berasal dari salah satu jenis sel yang ada di dalam tubuh yaitu sel mesenkim fibroblast. Fibrosarkoma ini biasanya menyerang jaringan lunak tubuh yang berdekatan dengan tulang maupun langsung di dalam tulang. Fibrosarkoma ini biasanya sering terjadi di bagian paha, lutut, dan tulang kering, tetapi juga dapat ditemui di bagian tubuh lain seperti kepala, leher, dan payudara. Fibrosarkoma ini juga dapat dibagi menjadi 2 macam yaitu fibrosarkoma bawaan dan fibrosarkoma dewasa dimana fibrosarkoma bawaan bersifat lebih jinak karena jarang menyebar ke jaringan atau organ lain. Apabila dilihat dari tingkat keganasannya, fibrosarkoma ini juga dapat dibagi menjadi low grade fibrosarcoma dan high grade fibrosarcoma. Pembagian ini berguna dalam penentuan penanganan dan pengobatan yang akan dilakukan nantinya.

Untuk penyebab dari fibrosarkoma ini belum dapat diketahui secara pasti, namun diduga fibrosarkoma ini dapat disebabkan dari perubahan genetik berupa perpindahan bagian kromosom tubuh yang bisa terjadi akibat paparan radiasi seperti radiasi sinar X dan sinar gamma. Selain itu juga bisa disebabkan dari infeksi seperti virus, senyawa yang memicu kanker, dan kondisi-kondisi genetik bawaan yang dapat meningkatkan resiko terjadinya fibrosarkoma seperti sindrom Werner, retinoblastoma, dll.

Fibrosarkoma ini biasanya ditemukan di jaringan lunak yang terletak di dalam sehingga untuk gejalanya sendiri yaitu pembengkakan agak sulit untuk diamati dan sering juga tidak menimbulkan rasa sakit. Maka itu, gejala dan tanda dari fibrosarkoma ini biasanya sering tidak dirasakan. Akan tetapi, lama-kelamaan gejala dan tanda fibrosarkoma ini akan semakin tampak tergantung pada lokasi dari tumornya sendiri. Selain itu juga ada gejala dan tanda lain yang tampak seperti anoreksia, penurunan berat badan, dan kesulitan menggerakkan bagian tubuh yang terdapat tumor serta pembengkakan yang terasa lunak dan masih dapat digerakkan yang tampak sesuai dengan lokasi tumor. Disebabkan gejala dan tanda dari fibrosarkoma ini tidak terlalu khas, maka dapat juga dilakukan pemeriksaan radiologi seperti MRI untuk memperkuat diagnosis dan menentukan stadium tumor.

Untuk penanganan dari fibrosarkoma ini seperti kebanyakan dari penyakit tumor lainnya biasanya berupa tindakan pembedahan (operasi) dan kemoterapi. Untuk tindakan pembedahan dilakukan tergantung dari lokasi, ukuran, dan tingkat keganasan dari tumor itu sendiri. Kemoterapi bekerja dengan cara menargetkan dan membunuh sel tumor itu sendiri terutama apabila tumornya dapat menyebar ke jaringan lain, tetapi metode kemoterapi ini biasanya tidak dijadikan pengobatan standar untuk fibrosarkoma ini disebabkan fibrosarkoma termasuk salah satu jenis tumor yang sudah tahan terhadap sebagian besar agen kemoterapi. Dalam menjalani proses kemoterapi biasanya penderita fibrosarkoma juga diikuti dengan proses pengobatan. Pengobatan yang biasanya dipakai dalam fibrosarkoma ini adalah jenis antrasiklin seperti doksorubisin.

Daftar Pustaka

Augsburger D, dkk. (2017). Current Diagnostics and Treatment of Fibrosarcoma – Perspectives  for Future Therapeutic Targets and Strategies. Oncotarget 8 (61)

Rengkung T.G, Muhammad A.M, dan Roberthy D.M. (2020). The Recurrent of Fibrosarcoma in Deltoid Sinistra of a Man 61 Year Old. Jurnal Medical Profession (MedPro) 2 (3): 212-215

Sofyan M.S, dkk. (2020). Fibrosarcoma pada Anjing Golden Retriever di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Airlangga. ARSHI Vet Lett 4 (2): 33-34

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online