Kenali Penyakit: Epispadia

Apa itu epispadia?

Epispadia merupakan kelainan kongenital yang berupa tidak ditemukannya dinding urethral pada aspek dorsal, sehingga tampak kanal yang disebut meatus, berada di bagian punggung genitaliam bukan diujung. Berbeda dengan hipospadia, yang lubang tampak berada di ventral.  Kelainan ini dapat terjadi baik pada laki-laki maupun perempuan, tetapi lebih sering ditemukan pada laki-laki.

Epispadia bukanlah kelainan kongenital yang kerap terjadi. Malah terkesan langka, dengan probabilitas 1 dari 10,000 kelahiran untuk laki-laki dan 1 dari 160,000 hingga 480,000 untuk wanita.

Apa saja jenis Epispadia dan tata laksananya?

  • Primary Epispadia

Primary epispadia adalah jenis epispadia yang terjadi sendiri, tidak melibatkan kelainan organ apapun. Epispadia jenis ini sangatlah langka dengan probabilitas kejadian adalah 1 dari 117,000 kelahiran untuk laki-laki dan 1 dari 400,000 kelahiran untuk perempuan.

  • Exstrophy-Epispadia Complex

Epispadia ini adalah jenis epispadia yang lebih sering terjadi. Epispadia jenis ini hadir bersamaan dengan kondisi lain yang melibatkan kelainan pembentukan dinding abdomen, panggul, saluran kemih, dan terkadang tulang belakang dan usus. Epispadia yang disertai dengan kondisi tersebut dinamakan dengan Epispadia-Exstrophy Complex.

  • Epispadia pada laki-laki
  • Epispadia glanular    : tipe epispadia paling umum dengan kanal meatus berada di atas kepala penis.
  • Epispadia penile        : kanal meatus berada di batang penis.
  • Epispadia penopubis: kanal meatus dekat dengan panggul.

Bagaimana Epispadia bisa terjadi?

Belum banyak peneliti yang bisa memastikan secara rinci bagaiman epispadia bisa terjadi. Tetapi, epispadia diyakini terjadi ketika bayi dalam kandungan memiliki kelainan pada membran kloaka yang seharusnya akan berkembang menjadi sistem pencernaan, saluran kemih, dan organ reproduksi pada saat masih di kandungan.

Apakah epispadia bisa terdeteksi saat masa kehamilan?

Sayangnya, tidak bisa. Sangat sulit untuk mendeteksi epispadia menggunakan USG. Epispadia langsung dapat dilihat saat bayi lahir oleh dokter ataupun perawat.

Bagaimana tata laksana Epispadia?

Untuk tata laksana, dokter dapat melakukan tindakan operasi yang bertujuan untuk memenuhi fungsi maksimal kantung kemih, ginjal, dan membuat alat kelamin luar yang dapat diterima baik secara fungsi dan penampilan. Ada baiknya perbaikan genitalia bagi pasien epispadia untuk segera melakukan operasi secepat mungkin. Tetapi, tindakan operasi dikhawatirkan dapat menghadirkan komplikasi seperti peningkatan risiko keganasan bila mengidap batu kantung kemih, fistula, dan infeksi.

Berikut adalah beberapa metode operasi yang dapat dilakukan:

  • Urethroplasty dengan rekonstriksi fungsional dan kosmetik pada alat kelamin luar untuk bayi laki-laki berumur 6 – 18 bulan.
  • Modified Cantwell-Ransley repair: dengan cara melakukan prosedur untuk memobilisasi plat uretra ke aspek ventral genital dengan metode glanuloplasty.
  • Youngs-Dees-Leadbette procedure: rekonstriksi leher kantung kemih. Dapat dilakukan pada anak laki-laki berumur 4 – 5 tahun.
  • Perbaikan uretra menggunakan jaringan lemak pada pubis dibarengi rekonstriksi klitoris dan leher kantung kemih bagi perempuan.

REFERENSI

Reynard, J., et al. (2013). Oxford Handbook of Urology 3rd Edition. UK: Oxford University Press.

Anand, S., Lotfollahzadeh, S.. (2021). Epispadias. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing. [retrieved from]https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK563180/

Cleveland Clinic. Multispeciality Academic Medical Center, 2021, https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21551-epispadias Diakses pada 1 September 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online