Kenali Penyakit: Episkleritis

Apa Itu Episkleritis?

Episkleritis adalah peradangan pada episkleritis yaitu lapisan superfisial (di atas) sklera yang menyebabkan rasa tidak nyaman yang ringan. Penyakit episkleritis dapat terjadi 10 hari sampai 3 minggu. Pada umumnya episkleritis dapat sembut total, namun sering terjadi berulang. Ada 2 tipe episkleritis, yaitu diffuse episcleritis atau simple episcleritis dan nodular episcleritis. Episkleritis cenderung dialami pada usia muda (30-40 tahun). Episkleritis lebih banyak dialami oleh wanita.

Penyebab

Penyebab pastinya belum diketahui yang biasa disebut penyakit idiopatik. Namun, bisa dihubungkan dengan penyakit lokal atau sistemik seperti penyakit gout, rosacea,  psoriasis, herpes zoster, sifilis, tuberkulosa, rheumatoid arthritis, atopi,  dan systemic lupus erythematosus. Ada juga dugaan bahwa episkleritis merupakan reaksi toksik, alergik, infeksi, dan faktor hormonal terutama pada wanita.

Gejala

  • Mata tampak merah
  • Iritasi ringan
  • Rasa tidak nyama pada mata
  • Mata terasa seperti berpasir
  • Rasa seperti terbakar
  • Seperti ada benda asing di mata
  • Fotofobia (takut cahaya) ringan
  • Lakrimasi (mengeluarkan air mata)

Pengobatan

  • Episkleritis biasanya dapat sembuh sendiri dalam waktu 1-2 minggu, namun bisa terjadi lebih lama  pada episkleritis nodular.
  • Jika tidak ada penyakit sistemik bisa diberikan terapi air mata buatan penyejuk setiap 4-6 jam sampai kamerahan pada mata berkurang.
  • Jika ada kelainan lokal atau sistemik, maka diperlukan terapi yang lebih spesifik, seperti doxycycline 100 mg 2 kali sehari untuk rosacea; terapi antimikroba untuk sifilis, tuberkulosis, atau infeksi herpesvirus; obat ani inflamasi nonsteroid lokal/ sistemik/ kortikosteroid untuk penyakit kolagen-vaskular.
  • Pada episkleritis berat yang jarang terjadi dapat diberikan steroid tetes mata yang diberikan setiap 2-3 jam atau bisa juga memberikan anti inflamasi non steroid/ NSAID (seperti indomethacin 25 mg 3 kali sehari atau flurbiprofen 300 mg 1 kali sehari)
  • Bisa juga dilakukan kompres dingin pada kelopak mata dalam keadaan mata tertutup

Bagaimana membedakan episkleritis dengan konjungtivitis?

Seorang yang mengalami penyakit episkletitis pada saat dilakukan penetesan vasokonstriktor seperti fenilefrin 2,5% maka pembuluh darahnya tidak akan mengecil, sehingga mata merah yang terjadi disebabkan oleh melebarnya pembuluh darah episklera yang terletak dibawah konjungtiva. Sedangkan pada penyakit konjungtivitis, pembuluh darah akan mengecil setelah penetesan vasokonstriktor.

Referensi :

  • Ruklah Syawal, dkk. Buku Ajar Bagian Ilmu Kesehatan Mata Panduan Klinik dan Skill Program Profesi Dokter. Clinical Education Unit Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. 2017. Episkleritis: 26-28
  • Bruce James, et.all. Lecture Note Oftalmologi Edisi Kesembilan. Erlangga Medical Series. 2006. Episkleritis: 74
  • Riordan-Eva, et.all. Vaughan & Asbury Oftalmologi Umum Edisi 17. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2008. Episkleritis : 165-166

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X
Selamat Datang di Chat Dokter Online
Selamat Datang di Chat Dokter Online